Tabir Cinta

Tabir Cinta
eps 9


__ADS_3

tepat hari keenam setelah terbunuhnya Oscar,Samuel muncul juga.kali ini dia menemui alsy bukan di rumah,melainkan di kantor.samuel menunggu alsy di lobi bawah.ia menggunakan jaket hitam dan celana jeans warna hitam.lelaki itu datang kira-kira tiga puluh menit sebelum jam kantor bubar.


"Al...!"panggil Samuel ketika alsy dan brina keluar dari dalam lift di lobby bawah.begitu melihat Samuel,alsy buru-buru menghampiri dengan wajah sedikit tegang.


"Sam,ngapain kau kemari?"mata alsy melirik ke kiri-kanan seperti takut diketahui seseorang.padahal saat itu brina memperhatikan pertemuan tersebut.


alsy segera menarik tangan Samuel agar berjalan ke balik pilar marmer yang besar.maksudnya supaya tidak mencolok perhatian orang banyak.disana alsy berkata lebih tegang lagi.


"ngapain kamu disini?kenapa enggak menemuiku dirumah saja?!"


"apa salahnya?"


"hmm... ya... memang enggak ada salahnya. cuma...


"dengar,al.aku tahu apa yang kau takutkan.willy,bukan?nah,katakan pada dia kalau aku kemari cuma mau pinjam mobilmu.aku sekarang ini membutuhkan mobil untuk pergi ke Ciawi.sekarang juga.kalau aku terlambat datang,Bisnisku akan kacau!"


"Hmm... kalau begitu...,"alsy agak bingung dan masih melirik ke sekitarnya dengan was-was.


"apakah Willy masih di lantai atas?"


"dia enggak ada.cuma... hmm... bagaimana,ya?"gelisah sekali alsy. sementara sisana mata brina masih memperhatikan dengan sikap ingin tahu.alsy jadi tidak enak.


"kau numpang aku saja.nanti turun di pancoran.lalu kau bisa pulang pakai taksi,"usul Samuel.


"hmm...iya deh.begitu juga boleh.tapi brina mau menumpang sampai kuningan.bisa kan?"


"enggak masalah,"jawab Samuel dengan kalem.kunci mobil diserahkan kepada samuel.alsy berjalan lebih dulu. ia menemui brina.sementara Samuel menuju tempat parkir untuk mengambil mobil.


sebelum Samuel datang menjemput, brina sempat berkata kepada alsy, "mungkin pria itu yang diceritakan Willy padaku kemarin siang."


"pria yang mana?"


"cowok simpananmu tadi."


"hus!ngawur.dia bukan cowok simpananku."


"O,ya?"brina tersenyum,berkesan mengejek. "tapi Willy agaknya sangat tidak menyukai kehadiran pria itu. hati-hatilah.jangan sampai dia tahu kau bersamanya."


"ya.aku tahu Willy cemburu pada samuel.tapi..."

__ADS_1


"dia bukan hanya cemburu,"sahut brina. alsy memandang tajam pada teman wanitanya yang tomboy itu. "Willy juga curiga kepada samuel-mu."


"curiga magaimana?"


"menurutnya,bisa jadi orang yang membunuh Oscar adalah Samuel."


"alasan apa dia bisa menaruh curiga seperti itu?"


"Willy bilang padaku,dua atau tiga hari sebelum Oscar terbunuh,dia pernah menggodamu.bahkan tangannya sempat berbuat nakal.tapi kamu tetap menolak gangguan Oscar itu.dan Oscar melaporkan kepada Willy kalau kamu ternyata wanita yang tidak mudah dirayu oleh lelaki,sehingga Oscar sangat mendukung niat Willy yang ingin memperistri kamu.tapi waktu itu Willy juga mengingatkan supaya Oscar berhati-hati dalam melakukan tes kesetiaan terhadap dirimu.karena ada pria lain yang bertindak sebagai pengawal untuk menjaga keselamatanmu.willy merasa yakin kau telah mengadukan gangguan-gangguan Oscar kepada samuel.barangkali maksudmu hanya keluhan saja.tapi menurut Willy,Samuel bisa naik pitam jika mendengarnya."


"astaga!"ucap alsy.dia tak menduga sama sekali kalau ternyata telah terjalin kerja sama antara Oscar dan willy.jadi semua tindakan nekat Oscar diketahui oleh willy.bahkan dia yang menyuruhnya. "kalau benar Willy mempunyai kecurigaan begitu, mengapa ia tidak melaporkannya kepada pihak yang berwajib supaya Samuel ditangkap?"tanyanya kemudian pada brina.


"sebenarnya ada keinginan itu pada dirinya.tapi Willy tidak mempunyai bukti yang kuat.kalau hanya dugaan saja rasanya tidak bisa diterima oleh pihak kepolisian.jadi,dia pikir sia-sia saja melaporkannya kepada yang berwajib.aj, sudahlah...itu samuel.aku menumpang sampai Semanggi saja."


alsy duduk di samping Samuel, sementara brina duduk di jok belakang. ia diam saja.alsy juga diam.tapi benak alsy berkecamuk memikirkan tentang Willy dan almarhum Oscar.rupanya gangguan Oscar selama ini perintah Willy,untuk menguji seberapa besar harga diri dan kesetiaan alsy dalam godaan dari pria lain.jengkel juga hati alsy diuji demikian.apalagi hal itu dibicarakan willy kepada brina.


brina turun di daerah jembatan Semanggi.kemudian mobil meluncur lagi.ketidakberadaan brina membuat suasana antara alsy dan Samuel sedikit santai.


"apa jabatan temanmu tadi?"tanya Samuel membuka pembicaraan.


"fotografer,"jawab alsy dengan sedikit mengambang,karena ada hal lain yang ingin dikatakan.dan sesuatu itu akhirnya meluncur juga.


"sudah,"jawab Samuel.


"kau tahu darimana kalau Oscar terbunuh?"


"dari koran.tadi pagi pun ada lagi berita tentang kematiannya.konon polisi belum dapat melacak pelakunya."


"menurutmu,apa kira-kira motif pembunuhan itu?"


"banyak.bisa karena iri dengan jabatannya,karena ingin merampok uangnya,atau..."


"uangnya utuh.juga cincin berliannya masih dijari,"sahut alsy cepat.


"mungkin karena rebutan cewek."


"bagaimana kalau karena dendam?"


"bisa juga,"jawab Samuel tetap tenang.

__ADS_1


sementara lalu lintas sore itu begitu padat.mobil berderet-deret jalanya seperti ular kekenyangan.saat itu mobil mereka bersebelahan dengan BMW warna biru tua metalik.alsy kaget ketika berpaling.lebih terkejut lagi setelah kaca di pintu sopir BMW itu di turunkan.Oh, Willy yang ada di balik stir mobil.celaka! Willy menatap dengan mata memancarkan kecemburuan besar.


makan siang kali itu alsy dibawa oleh Willy kesebuah restoran Jepang. pengunjungnya terdiri dari kaum eksekutif.mereka ramah-ramah dan tampak ceria.agaknya restoran itu tampak mangkal kaum eksekutif tertentu yang menyelenggarakan makan siangnya dengan rutinitas tersendiri. banyak dari mereka yang bertegur sapa dengan willy.namun tak ada yang mendekati saat Willy sudah duduk bersama alsy.


keceriaan wajah Willy lenyap manakala mereka duduk berhadapan menunggu pesanan datang.willy memandangi kertas tissue di tempatnya.diam tak berkata apa-apa.alsy mulai paham maksud Willy.


"maafkan aku kalau kejadian kemarin sore itu telah menyakitkan hatimu."


"harus berapa kali aku memaafkan kamu untuk kejadian yang serupa?" tanya Willy dengan nada pelan.


"wil,percayalah...aku dan dia enggak kemana-mana.aku cuma diantar sampai Pancoran.lalu dia meminjam mobilku."


"apakah kau membeli mobil untuk dia?"


alsy diam.merasa diperlakukan tidak adil dengan pertanyaan itu.willy menatapnya menunggu jawaban.karena tak kunjung ada jawaban,maka ia berkata lagi.


"bukan soal pinjam-meminjam mobil yang membuatku benci,tapi kebersamaanmu dengan dia."


"kami tidak punya hubungan apa-apa kecuali persaudaraan,wil!"


dari situlah cinta berawal.persaudaraan, teman,kenalan adalah awal datangnya rasa cinta,alsy."


"tidak semua orang mengalami proses yang sama."


"siapa bilang?"bantah Willy. "kita sendiri mengalami proses seperti itu.apakah sebelum kita berdua saling mengenal di dalam hati sudah menyimpan rasa cinta?tidak begitu kan?"


"oke,Wil...kumohon kau lebih bersikap dewasa dalam hal ini,"ujar alsy dengan nada rendah.


"kurasa aku sudah lebih dewasa dari dugaanmu."


"kecemburuanmu itu membabi-buta."


"karena cintaku pun membabi-buta padamu."


"aku enggak suka begitu."


"jadi bagaimana kalau ternyata kau enggak suka?!"ucapan Willy mulai bernada menantang.saat itu pesanan mereka datang.keduanya saling bungkam beberapa saat.


inilah hal yang ditakutkan alsy sejak sore itu.perasaannya terombang-ambing kegelisahan.dan alsy paling benci dengan perasaan seperti itu.

__ADS_1


-- eps 9 end --


__ADS_2