Tak Harus Memiliki

Tak Harus Memiliki
1


__ADS_3

Di salah satu kota di Indonesia tepatnya di kota Jakarta seorang mahasiswi semester enam yang memiliki paras yang cantik dan rupawan. Memiliki tunggi badan yang ideal 160 cm dan kulit putih. Gadis tersebut tersebut bernama Sisilia Sahara dan biasa di panggil Ara. Ara adalah seorang gadis yang cantik dan baik terhadap siapun, karna sifat nya yang baik banyak kaum pria di kampus yang ingin berpacaran dengannya.Namun akibat larangan dari sang papa yang tidak membolehkannya pacaran.


"Hay Ara" sapa salah satu mahasiswa yang bernama Bima ketika melihat Ara melewati lorong kampus.


"Hy juga Bim" sahut Ara dengan senyum ciri khasnya.


Kemudian Ara kembali berjalan menusuri koridor kampus untuk masuk ke dalam kelasnya. Di dalam kelas, ternyata teman teman Ara telah manunggu kedatangannya.


"Tumben princess datang nya lama" Kata salah seorang teman Ara yang bernama Sisil.


"Maklum gue bangunnya lama" balas Ara sambil duduk di kursinya.


"Gue gak heran kalo lo bangunnya lama, karna lo tidur kayak kebo" Sahut Rani salah satu teman Ara.


"Lo aja tu yang kebo" Balas Ara tidak terima di bilang kebo.


Setelah selesai kuliah mereka semua pulang bersama, sebelum pulang ke rumah masing masing mereka menyempatkan makan siang di tempat tongkrongan biasanya.


Di tempat tongkrongan, mereka memilih kursi dekat taman karna udaranya yang segar dan pemandangan yang indah.


" Lo mau pesan apa Ra " tanya Sisil sambil melihat buku menu.


" Kaya biasa " jawab Ara yang terus memainkan ponselnya.

__ADS_1


" Kalo lo Rani " samain aja kaya kalian.


" oke " jawab Sisil.


Kemudian Sisil memanggil pelayan untuk memesan makanan. Selang 15 menit makanan yang mereka makan tiba di meja mereka. Ara, Sisil, dan juga Rani meletakkan ponsel mereka di tas, kemudian memakan makanan yang mereka pesan tadi.


Selama makan tak ada yang mengeluarkan suara, mereka memilih untuk diam makanannyo yang mereka makan lebih nikmat.


Setelah selesai makan mereka kembali berbincang bincang.


"Ara" panggil Sisil.


"he em" jawab Ara sembil melihat Sisil.


"gak tau gue, biasanya bokap gue bilangnya dadakan" jawab Ara. "emang kenapa" tanya balik.


"Kita mau ngajakin lo jalan, iya kan Sil" jawab Rani sambil menatap Sisil.


"iya" jawab sisil.


"Ya udah deh, nanti gue kasi kabar lagi okee" jawab Ara sambil menatap Rani dan Sisil bergantian.


"jangan php lo, entar gue bejek bejek tuh muka" Sisil memberi peringatan kepada Ara.

__ADS_1


"santai aja sob" jawab Ara sambil tersenyum.


"udah sore nih, pulang yuk nanti keburu malam" cecar Rani yang baru saja melihat jam di tangan nya.


"tumben mau cepat pulang lo, biasanya gak tau pulang lo" tanya Ara dengan penuh selidik.


"kepo lo" jawab Rani.


"biarin" balas Ara sambil memayunkan bibir nya.


"ya udah yuk pulang" seru Sisil ke pada ke dua sahabatnya.


"yuk, dah males gue lihat muka lu pada" balas Ara dengan nada tidak suka.


"yah no anak" jawab Rani sambil menjitak kepala Ara.


"aaww sakit bege" sambil meringis kesakitan.


"hahahahah rasain lo" Rani yang melihat ke dua sahabatnya pun tertawa.


Begitulah sahabat selalu ada yang di ributkan baik itu hal kecil maupun hal besar.


Makasih udah mau mampir

__ADS_1


dan jangan lupa tinggalkan jejak setelah mampir ya reader's..


__ADS_2