Tak Harus Memiliki

Tak Harus Memiliki
16


__ADS_3

Ara telah memesan minumannya, ia kembali menatap Kevin yang duduk di depannya.


"Katanya mau ngomong sesuatu" Ucap Ara sambil menatap Kevin dengan dagu yang bertumpu pada ke dua tangannya.


Kevin yang melihat Ara sedikit tersentak karena di saat seperti ini Ara terlihat lebih imut dengan pipi cubby nya.


" Imut banget sihh" hanya kata itu yang ada di pikiran Kevin


"Kamu juga mau ngomong kan? " tanta Kevin dan masih menatap Ara.


Ara tersenyum melihat Kevin,


"Kamu dulu deh" ucapnya.


"kamu aja" Ucap Kevin lagi.


"Enggak ahh" Ucap Ara.


"Aku juga ogah kalau kamu gak mau bicara" ucap Kevin dengan nada merajuk dan membuang pandangannya ke arah yang lain.


Ara tertawa melihat ekspresi Kevin seperti anak kecil yang minta belikan mainan pada ibunya, tapi ibunya tidak mau.

__ADS_1


"Gak lucu" ucap Kevin pada Ara entah mengapa hari ini Kevin sensitif sekali seperti anak kecil yang mudah merajuk.


"Ya udah aku dulu yang bicara ya, setelah itu baru kamu okeee" ucap Ara, entah apa yang di pikirkan Ara saat ini rasanya deg dekan sekali bicara tentang perjodohan nya pada Kevin, padahal Kevin lah yang pertama tau tentang ini.


"Vin" ucap Ara dan menjeda ucapannya.


"hhmm" Kevin hanya menjawab dengan berdehem.


"Gue nerima perjodohan gue" ucap Ara dengan menunduk, dia sama sekali tidak berani menatap wajah Kevin saat ini.


Kevin yang mendengar ucapan Ara pun sedikit tertekun. Ia kembali mencerna apa yang di ucap kan Ara padanya. Ada rasa sakit di hatinya, padahal hari ini ia akan mengungkapkan tentang perasaan nya pada Ara. Ya, Kevin sudah menyadari bahwa ia telah jatuh hati pada Ara. Itu lah yang membuat nya selalu nyaman dekat Ara walaupun baru bertemu beberapa bulan lalu.


"Vin" panggil Ara karena Kevin dari tadi hanya bengong.


"Ehh iya ra" jawab nya ketika sadar dari lamunannya.


"Menurut lo gimana" tanya Ara lagi.


Kevin mengambil napas panjang agar ia dapat menerima kisah cintainya yang gagal.


"Itu terserah kamu Ra, kan kamu yang ngejalaninnya" ucap Kevin dengan sesantai mungkin, walaupun perasaannya sedang hancur.

__ADS_1


"Iya juga ya" ucap Ara sambil memegang keningnya.


"Sekarang lo mau ngomong apa" tanya Ara lagi pada Kevin.


"Maaf Ra, gue lupa ada meeting hari ini" ucap Kevin yang sengaja berbohong.


Lebih baik untuk saat ini ia pergi, agar pikiran dan hatinya tenang.


*Maafin gue Ra, gue terpaksa bohongin lo. Lebih baik gue menghindari lo saat ini, gue gak mau jatuh kedalam jurang yang lebih dalam lagi. Mungkin ini yang dinamakan cinta tak harus memiliki* Batin Kevin.


"Ra maaf ya gue tinggal" ucapnya sambil berdiri dan berlalu meninggalkan Ara.


Ara hanya menatap kepergian Kevin sampai punggung hilang dari pandangannya.


Beberapa saat setelah Kevin meninggalkan nya, Ia pun pergi meninggalkan kafe tersebut.


Ara pergi ke sebuah gedung yang tidak terpakai lagi, namun di gedung tersebut ada rooftop yang sering di kunjunginya dan dua sahabatnya ketika sedang ada masalah.


Ara duduk di bangku yang ada di rooftop tersebut. Ia berfikir apakah setelah perjodohan nya nanti dia bisa bahagia seperti biasa nya. Kerena mengingat novel yang pernah di bacanya tentang perjodohan, di mana si perempuan tak di anggap dan di akui oleh suaminya. Membayangkan saja membuat Ara bergedik ngeri apalagi menjalankannya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


Like, Komen dan vote nya reader's...


__ADS_2