Tak Harus Memiliki

Tak Harus Memiliki
11


__ADS_3

Kevin sedikit memicingkan matanya ke arah Ara.


Ara yang menyadari bahwa Kevin sedang melihatnya dengan sinis pun langsung membuang mukanya ke arah lain seolah olah tidak tahu.


Kevin memencet tombol lift, sampai di lantai atas Kevin keluar di ikuti Ara di belakangnya. Kevin tidak bicara sepatah kata pun, mukanya pun masih datar.


''Vin'' panggil Ara


''Kevin'' Panggil Ara lagi


Namun Kevin hanya diam dan terus berjalan tanpa menjawab panggilan Ara. Ara yang sudah kesal pun bertambah kesal.


"Kevin kamu kenapa sih, perasaan aku gak ngapa ngapain kamu, justru kamu yang buat aku dari tadi kesal. Seharusnya yang marah itu aku bukan kamu'' Omel Ara panjang lebar karena kesal.


Kevin hanya senyum senyum sendiri, karena ini adalah trik nya agar Ara mau cerita tentang keadaan nya.


Sesampainya di depan pintu apartemennya, Kevin langsung membuka kode password nya dan langsung masuk setelah pintu terbuka.


Ara hanya mengekor di belakang Kevin dengan perasaan yang masih kesal.


Kevin berjalan dan di ikuti Ara di belakang nya. Kevin membuka pintu kamar yang akan menjadi tempat Ara tidur malam ini.

__ADS_1


''Kamu bisa tidur di sini'' Kevin membuka suaranya dengan nada ketus.


Ara masuk ke dalam kamar tersebut dang langsung menguncinya.


Di rumah kedua orang tua Ara, setelah kejadian makan malam di restaurant beberapa jam yang lalu mereka semua langsung pulang dan akan melanjutkan pertemuan selanjut nya jika Ara benar2 setuju.


'' Ara gimana pa? Apa sudah ada kabar tetangnya?'' tanya mama Ara yang masih menangis karena putri semata wayangnya ternyata tidak pulang kerumah.


''Belum ada ma, mereka belum menemui ke beradaan Ara'' Jawab papanya yang sengaja berbohong agar mamanya sadar ini adalah perbuatannya.


''Papa udah kerahkan semua anak buah papa kan'' Tanya mamanya sambil memegang baju suaminya.


''Sudah lah ma, kalau ada kabar mereka juga akan menghubungi papa'' sambung papa Ara lalu pergi meninggalkan mamanya sendiri.


''Maaf kan papa ma, papa sengaja berbohong karena jujur papa gak setuju anak kita di jodohkan dengan orang yang tak di kenalnya walaupun kita mengenal orang tuanya'' Batin papa Ara yang terus berjalan menuju kamarnya.


''hiks hiks hiks, Ara kamu di mana nak?, Kenapa ponselmu tak aktif? tangis mama Ara pecah karena nomor Ara tidak dapat dihubungi.


''Maaf kan mama nak, semua salah mama. mama yang ingin perjodohan ini'' Mama Ara bicara sendiri dengan ke adaan yang masih menangis.


Di apartemen Kevin, Ara yang merasa haus pun keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur untuk minum.

__ADS_1


Selesai minum berjalan menuju kamar tidak sengaja Ara melihat Kevin sedang berada di ruang tamu. Ara pun menghampiri Kevin.


''Vin'' panggil Ara


Namun Kevin hanya melihatnya tanpa niat untuk bicara.


''kamu kenapa sih Vin'' Tanya Ara yang duduk di sofa yang berbeda dengan Kevin.


''Kamu marah sama aku'' tanya Ara putus asa.


''Kalau ada salah aku minta maaf'' kata Ara sambil menunduk


Kevin pun mulai menjawab nya, karena dia tahu bahwa Ara berfikir kalau dia benar marah.


''Oke..aku maafin kamu tapi dengan syarat kamu harus cerita sama aku kenapa tadi kamu nangis pas di halte'' Kevin membuka suaranya dan melihat Ara.


Bersambung


jangan lupa tinggalkan jejak


Vote,like dan komen ya reader's yang baik hati.

__ADS_1


__ADS_2