
Selesai sarapan Ara langsung pamit untuk pulang kerumah nya.
''Vin, makasih banyak ya lo udah bantuin gue'' ucap Ara.
''It's oke,,, Kalo ada apa-apa lo jangan sungkan cerita ke gue?'' jawab Kevin dengan santai nya.
''Ya udah gue pamit dulu ya'' Ucap Ara dan langsung keluar dari apartemen Kevin.
''Hati hati'' Jawab Kevin dengan suara yang cukup keras.
Sekitar pukul 10 pagi Ara tiba di rumahnya, is masuk ke dalam kebetulan mamanya berada di ruang tamu..
"Mama" teriak Ara dan langsung berhambur le pelukan sang mama.
"Ara, ini kamu kan sayang" tanya sang mama, masih tak percaya bahwa yang memeluknya adalah putri kesayangan nya.
"Iya ma,,, maafin Ara ya ma, seharus nya Ara gak bikin mama sama papa khawatir" ucap Ara dengan memohon.
"Kamu gak perlu minta maaf sayang, ini bukan salah kamu" ucap mama Ara sambil mengelus rambut putrinya.
"Ya udah sekarang kamu istirahat ya, mama lihat kamu seperti orang yang tak tidur semalaman" titah sang mama.
Ara pun mengangguk dan melepaskan pelukannya dengan sang mama.
"maaf kan mama Ra" batin mama Ara sambil menatap kepergian Ara.
__ADS_1
Beberapa hari setelah perjodohan itu, Ara melakukan kegiatannya seperti biasa yaitu kuliah. Hari ini Ara memiliki jadwal kuliah pagi, jadi sebelum jam delapan ia harus sudah sampai di kampus nya.
"Ara" Pekik Sisil yang melihat Ara berjalan di depannya.
Ara tak mengubris panggilan sahabatnya ia terus berjalan melusuri koridor kampus.
Sisil pun berjalan sambil berlari lari kecil, agar jaraknya dengan Ara dekat.
"Ra lo kenapa sih, di panggil gak di jawab" ucap Sisil dengan napas yang masih ngos ngosan.
"Haaaa..lo manggil gue" ucap Ara dengan santai.
"Ya iya lah, siapa lagi yang namanya Ara kalau bukan lo" ucap Sisil yang kesal mendengar jawaban Ara.
"Ra, lo kemana aja sih tiga hari ini gak masuk- masuk?" Sisil kembali melontarkan pertanyaan pada Ara.
"Gue di rumah aja kok" Jawab Ara berbohong.
"Lo sakit Ra" tanya Sisil yang melihat keadaan Ara tak seceria biasanya.
"Hhhmm" jawab Ara sambil mengangguk.
"Kenapa gak kasi tau kita sih, kalau tau kan kita bisa jengukin lo" ucap Sisil yang merasa tak enak hati padahal mereka sudah lama bersahabat.
"Gue cuma gak enak badan, bukan mau mati kali" ucap Ara agak terkekeh untuk menghilangkan sedikit beban pikirannya.
__ADS_1
"Oh ya Rani mana, kok gak bareng lo" tanya Ara yang tak melihat Rani bersama Sisil.
"Dia lagi ada urusan keluarga jadi gak Masuk deh hari ini" jawab Sisil.
Mereka terus berjalan hingga sampai menuju ruangannya.
Ara dan Sisil mengikuti mata kuliah pagi mereka sampai selesai. Setelah selesai Ara dan Sisil keluar ruangan untuk mencari udara segar.
Mereka duduk di taman yang dekat dengan kampus nya. Ara membuka ponsel nya dan melihat ada pesan dari Kevin.
*Ra, kamu sibuk gak hari ini* pesan dari Kevin
*Gak, ini barusan seselai kuliah. Emang kenapa?* balas Ara
*Gak papa, cuma may ngajakin kamu makan siang bareng.. bisa kan* Kevin
*Bisa kok, tapi ada syarat nya * Ara
*Apa* Kevin
*Sisil harus ikut* Ara
*Okehh,, kalian tunggu aja di sana ya, aku otw* Kevin.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like, komen, dan vote nya ya reader's yang baik hati 😊