Tak Harus Memiliki

Tak Harus Memiliki
15


__ADS_3

Ara telah memikirkan bahwa dia akan menerima perjodohan nya. Meskipun ini hal yang terberat dalam hidupnya, menikah dengan seorang yang tak di kenalnya sama sekali. Setiap perempuan pasti mempunyai mimpi ingin hidup bahagia bersama lelaki yang di cintainya dan mencintainya termasuk Ara. Tapi mimpi tersebut telah Ara buang jauh-jauh demi sang mama.


Malam ini Ara akan bicara tentang perjodohan nya dengan Arga, meskipun ke dua orang tuanya tak lagi membahas tentang hal tersebut tapi bisa di lihat dari raut muka mereka terutama mama Ara yang tak lagi bersemangat seperti biasa nya.


"Ma, pa..Ara mau bicara sebentar" ucap Ara ketika sampai di ruang keluarga dan langsung duduk di sofa. Kebetulan malam ini mama dan papanya sedang bersantai di ruang keluarga.


"Mau bicara apa sayang, bicara aja" ucap sang mama sambil melihat anaknya.


"Hhhmmm.. tentang" Ucap Ara Ara sediki gugup.


"Tentang apa Ra" tanya sang papa ketika melihat raut muka anaknya yang berubah.


"Ten..tentang perjodohan Ara dan Arga ma, pa" jawab nya yang masih gugup.


"Kenapa nak, kalau kamu gak mau kita bisa bicara baik baik dengan keluarga pak Bambang" ucap papanya dengan nada santai.


"Bukan itu pa" Ucap Ara.


"Terus" Tanya mama Ara.


"Ara mau menerima perjodohan ini ma" ucap Ara sambil menunduk.


Papa Ara hanya diam mendengar penjelasan putri nya. Berbeda dengan mama Ara yang langsung gembira di lihat dari raut wajahnya.

__ADS_1


"Kamu serius sayang" tanya mamanya untuk memastikan.


Ara hanya mengangguk.


"Ara, apa kamu sudah memikirkan tentang hal ini nak" ucap papanya.


"Menikah bukan hal yang bisa di permainkan nak. Kalau kamu gak mau kita bisa bisa bicarakan ini baik baik" sambung nya lagi.


"Ara udah memikirkan semua ini pa" ucapnya dengan nada sendu.


"baiklah kalau itu sudah keputusan kamu nak" ucap papa Ara yang sedikit tak merelakan putri.


Sang mama hanya menjadi pendengar yang baik saja.


"Ma kamu yakin Ara akan bahagia dengan Arga" tanya sang papa ketika Ara sudah menaiki anak tangga.


"Pa kamu harus yakin sama mama, feeling seorang ibu tak kan pernah salah" ucap mama Ara untuk menyakinkan suaminya.


"Baik lah kalau itu yang terbaik menurut mama" ucap papa Ara.


Pagi hari nya Ara berniat bertemu dengan Kevin setelah jam kuliahnya selesai untuk membicarakan tentang hal ini. Pesan singkat pun telah di kirim nya melalui wa.


Kebetulan Kevin hari ini pun ingin menyampaikan sesuatu ke pada Ara, jadi Kevin menyetujui permintaan agar mereka bertemu di kafe biasa.

__ADS_1


*Di kafe*


Kevin sudah menunggu Ara, Ia duduk di kursi dekat jendela dan sudah memesan jus kesukaan nya yaitu jus jeruk.


Sekitar 15 menit menunggu kemudian Ara datang dan berjalan menghampirinya.


"Maaf ya telat" ucap Ara sambil duduk.


"Gak papa, gue juga barusan nyampek" jawab Kevin.


"Bye the way... lo mau ngomong apa, kayak nya penting amat" Ucap Ara sambil melihat Kevin.


"Pesan dulu gih, nanti baru bicara" titah Kevin dan memanggil pelayan.


Ara hanya terkekeh kecil menanggapi sikap Kevin padanya.


Setelah lima menit menunggu pesanan Ara pun datang.


Bersambung...


jangan lupa tinggalkan jejak


like, komen dan vote nya

__ADS_1


reader's yang baik hati...


__ADS_2