
Setelah pulang dari cafe Ara dan kawan kawan langsung pulang ke rumah masing masing.
Setelah Ara tiba di rumah, Ara langsung mengucapkan salam
"Assalamualaikum" ucap Ara ketika ondak membuka pintu rumahnya.
"Waalaikumsalam" jawab sang mama yang sedang duduk di ruang tamu.
"Eh kamu udah balik sayang" tanya mama Ara.
"Udah ma" jawab Ara sambil mencium tangan sang mama.
"kamu mau makan nak" tanya mama Ara yang begitu perhatian kepada anak nya. Karna Ara adalah anak semata wayang nya.
"Nanti aja ma, tadi Ara udah makan sama teman teman di cafe biasa". jawab Ara sopan, meskipun dia anak semata wayang mama dan papanya tapi Ara tidak pernah menjadi anak yang manja.
"Ya udah kalau gitu kamu mandi gulu gih" perintah sang mama.
"Siap boss" jawab Ara sambil memberi hormat kepada mamanya.Kemudian Ara Naik ke atas karena kamarnya berada di lantai dua.
°°°
Di sebuah perusahaan ternama di kota Z, seorang CEO muda tampan sedang pusing memikirkan permintaan orang tuanya yang menginginkannya agar segera menikah.
"Pacar saja tidak punya bagaimana untuk segera menikah" Celutuk Arga sambil memijit jidatnya.
__ADS_1
Ya, nama nya adalah Arga Putra Dirgantara, anak dari pemilik perusahaan ternama di kota Z. Arga di kenal sebagai pemuda yang dingin terhadap siapun kecuali orang tua dan rekan bisnisnya. Dia tidak pernah pacaran ataupun dekat dengan perempuan. Tapi permintaan orang tuanya kali ini benar benar membuatnya pusing.
"Robi tolong keruangan saya sekarang" Suruh Arga kepada asistennya dengan menggunakan alat yang menghubungakan antara ruangannya dan kariawan lainnya.
"Baik pak" Sahut Robi dari seberang.
Setelah menunggu berapa menit, akhirnya Robi sampai di ruangan Arga. Tak lupa dia terlebih dulu mengetok pintu.
"Ada pak" tanya Robi ketika berada di dekat meja Arga.
"Tolong kosongkan jadwal saya hari ini, karna saya ada urusan mendadak"
"Baik pak " jawab Robi yang tak berani membantah atasannya.
"Silahkan kembali keruangan mu" Suruh Arga pada asistennya.
Setelah asistennya keluar, Arga langsung pulang untuk meneangkan pikirannya yang pusing.
°°°
"Mama" panggil Ara ketika menuruni tangga.
"Ada apa sih Ra teriak teriak gitu" repet sang mama karena suara Ara yang memekakkan telinga.
"Papa udah balik" tanya Ara.
__ADS_1
"Papa masih di jalan Ara" jawab mama.
"Oh ya ma, malam minggu nanti kita ada acara gak" tanya Ara kepada mamanya.
"nanti tanyakan ke papa kamu aja, soalnya mama kurang tahu" jawab mama Ara dan langsung pergi meninggalkan Ara di ruang keluarga.
"Lah kok main tinggal tinggal aja sih ma" omel Ara kepada sang mama.
Namun mamanya tak menhiraukan ucapan Ara dan melanjutkan jalan menuju kamarnya.
Melihat mamanya yang pergi ke kamar, Ara langsung ke dapur untuk mengambil minum karna tenggorokannya yang kering.
Ketika Ara hendak naik ke kamar, Ara mendengar bel rumahnya berbunyi dia langsung berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Ara heran melihat kurir yang datang ke rumahnya, karena Ara dan mamanya tidak ada memesan paket.
"Apa benar ini alamat dari ibu Siti Amira"
tanya kurir ke pada Ara.
"Iya itu mama Saya" jawab Ara.
"Ini ada paket untuk bu siti, silahkan tanda tangan di sini dek" pinta sang kurir ke pada Ara.
***Jangan lupa tinggalkan jejak dan vote nya reader's yang baik hati😊
__ADS_1
Dan silahkan komen jika ada kata yang kurang pas, agar bisa author perbaiki ke depannya***.