Tak Harus Memiliki

Tak Harus Memiliki
8


__ADS_3

"Ini restaurant apa kuburan ya, kok sepi amat" Batin Ara ketika tak melihat seorang pun di dalam restaurant tersebut.


Ini semua adalah rencana mama Ara dan mamanya Arga, yang sengaja membooking restaurant berbintang itu untuk pertemuan keluarga mereka, Dalam rangka perkenalan sekalian perjodohan anak anak mereka.


Sesampainya di ruangan yang telah di siapkan oleh pihak restaurant, Ara melihat ada tiga orang yang sedang menunggu kedatangan keluarga mereka. Ara berfikir bahwa ini adalah keluarga rekan bisnis papanya.


"Sudah lama menunggu jeng" mama Ara menghampiri mama Arga dan langsung cupika cupiki.


"Ahh...kami juga baru sampai jeng" jawab bu Reina sambil tersenyum.Ya Reina adalah mama Arga.


"Apa kabar Bambang" sapa papa Ara ke pada pak Bambang yang tak lain adalah papa Arga.


"Alhamdulillah semua baik Danu" sambil membalas salam pak Danu papanya Ara.


Ara hanya menjadi pendengar yang budiman, melihat interaksi empat orang tua tersebut.


"Ini putri kalian kan" tanya bu Reina, ketika melihat Ara berdiri di samping Siti mamanya Ara.


"Iya" balas mama Ara.


"Kamu cantik sekali sayang" sambil memegang pipi Ara.

__ADS_1


"Makasi tante" jawab Ara dengan malu malu.


"Oh iya, ini putra kami Arga" Bu Reina memperkenalkan putra nya pada sahabat sekalian rekan bisnis nya.


"Halo Om, tante" Sapa Arga sambil menyalami kedua orang tua Ara.


"Sudah dulu perkenalannya, sekarang ayo kita duduk agar lebih rilek" Sambil beranjak ketempat yang telah mereka pesan.


Dua keluarga tersebut duduk di meja yang telah di siapkan, sambil menunggu makanan mereka.


Sesekali Arga mencuri pandang ke arah Ara, karena mereka duduk berhadapan.


Pada saat Arga melihat Ara, Ara juga tak sengaja melihat nya seketika Ara langsung membuang pandangannya ke arah lain.


"Ngapain juga sih ni orang liat liat gue" batin Ara karena secara tak sengaja mereka saling pandang.


Makanan yang mereka pesan telah datang, semua memakan makanannya. Selesai makan Pak Bambang langsung membuka suara.


"Arga, Ara kami semua telah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua" Pak Bambang membuka suara dengan santai.


"Dan perjodohan ini telah di buat ketika kami masih duduk di bangku kuliah" sambungnya lagi.

__ADS_1


Ara yang medengar itu pun terkejut bukan main, karena papa dan mamanya tak memberi tahu soal perjodohan ini. Seketika Ara langsung melihat mama dan papanya bergantian untuk mendengar penjelasan.


Mama Ara hanya mengangguk dan tersenyum ke arah putri semata wayangnya pertanda bahwa perjodohan ini adalah betul.


Beda halnya dengan papa Ara, yang melihat raut wajah putri kesayangan nya berubah seratus delapan puluh derajat. Ada rasa tidak tega, namun istrinya tetap bersikeras untuk menjodohkan putri mereka.


Beda hal nya dengan Arga yang tetap bersikap santai karena dia mengetahui masalah perjodohan ini dari awal. Awalnya dia menolak perjodohan ini, namun karena paksaan mama dan papanya akhirnya Arga menyetujui perjodohan ini.


"Apa Kalian setuju" tanya Pak Bambang sambil melihat ke arah Ara dan Arga bergantian.


Ara hanya diam dan menunduk tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan dari om Bambang tersebut. Ada rasa kecewa di hati Ara pada kedua orang tuanya.


Kemudian pak Bambang melontarkan pertanyaan pada mereka satu persatu.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak


Vote, comment and like


Ya reader's yang baik hati🥰

__ADS_1


__ADS_2