
Setelah lama Ara berkutak pada pikirannya sendiri, akhirnya ia tertidur dengan nyenyak.
Di sebuah tempat yang sangat menyeramkan, tak ada penerangan di sana yang ada hanya cahaya yang samar samar namun bisa membantu Ara untuk mencari jalan keluar. Entah bagaimana ia bisa sampai ke tempat seperti ini. Ara terus bejalan sambil menangis memanggil mama dan papanya. Tiba tiba Ara mendengar suara yang sangat tidak asing baginya,
''Ara tolong mama nak'' Samar samar Ara mendengar namanya di panggil oleh suara yang sangat ia kenal. Tangisnya pun seketika itu langsung menjadi.
''Mama'' teriak Ara histeris sambil terus berjalan mencari sumber suara.
''Mama, mama di mana'' Dengan suara yang memilukan.
''Mama jangan tinggalin Ara'' Ara terus bejalan mencari cari suara tersebut. Namun nihil Ara tidak dapat menemukan suara itu. Tangisnya pun semakin menjadi jadi.
Ara terbangun dari tidur nya, ia langsung menyapu keningnya yang penuh dengan keringat akibat mimpi buruk yang di alaminya barusan.
''Untung hanya mimpi'' ucap Ara pada dirinya sendiri sambil mengusap dadanya''
Ara tak tau apa maksud dari mimpi tersebut. Ia langsung mengambil ponsel yang berada dalam tas selempang nya dan mengaktifkan ponsel tersebut.
Setelah ponsel Ara hidup, dilihat nya begitu banyak panggilan tak terjawab dan dan pesan yang belum di baca dari mamanya.
Mama
*Ara kamu di mana sayang*
__ADS_1
Mama
*Jangan buat mama khawatir sayang, pulang ya*
Mama
*Kamu baik baik aja kan Ra, maafkan mama nak*
Dan masih banyak pesan yang dikirim oleh mamanya. Seketika air bening keluar dari pelupuk mata Ara ketika mengingat ke khawatiran mamanya.
Pagi datang, Ara sama sekali tak tidur sejak bangun semalam yang di pikirannya hanya ada nama mamanya. Ara keluar dari dalam kamar untuk mencari ke beradaan Kevin. Kebetulan Kevin yang tengah berada di ruang tengah
"Kamu udah bangun Ra" sapa Kevin ketika melihat Ara.
"Udah Vin " jawab Ara kemudian dia duduk di sofa yang berbeda dengan Kevin.
"Enggak... aku nyaman kok Vin. Bye the way gue mau pulang Vin" jawab Ara berbohong.
"Loh kamu mau pulang ke rumah kamu" tanya Kevin memperjelas.
"hhhmm" jawab Ara sambil mengangguk.
"Oh ya udah kalau kamu merasa udah baikan, nanti aku anterin ya" saran Kevin.
__ADS_1
"Enggak- enggak, kamu gak usah nganterin aku. Aku bisa pulang naik taxi kok" tolak Ara dengan lembut.
"Pokoknya kamu harus aku anterin" Kevin seolah tak mau di tolak.
" Vin, gue bisa naik taxi kok" jawab Ara meyakinkan Kevin sambil melihat ke arah nya.
Kevin melihat Ara seolah memohon kepadanya pun hanya menganggukkan kepalanya.
Ara memiliki sifat yang keras kepala, kemauannya tak bisa di bantah dan keinginannya tak bisa di tolak.
" Tapi kamu pulang setelah sarapan ya" talwar Kevin.
Ara hanya mengangguk pertanda dia setuju.
Kevin pun membuka aplikasi delivery makanan di ponselnya.
"kamu mau sarapan apa Ra" tanta Kevin sambil terus melihat menu makanan di ponselnya.
"Terserah" jawab Ara.
Kevin pun memilih bubur ayam untuk sarapannya dan Ara. Tak berapa lama makanan yang mereka pesan pun datang.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
like,Komen dan vote ya reader's yang baik hati.