Tak Harus Memiliki

Tak Harus Memiliki
5


__ADS_3

Ara di perbolehkan masuk ke dalam ruangan dengan syarat berdiri selama mengikuti mata pelajaran. Inilah yang tak di sukai Ara dengan dosen yang biasa di panggil bu Risa, selain di kenal killer dan pelit nilai dia juga dosen yang membuat waktu masuk sesuka hatinya tanpa memberi tahu mahasiswi terlebih dulu.


Setelah jam pelajaran selesai Ara dan kawan kawan langsung keluar dari dalam ruangan.


"Woy kita duduk dulu, kaki gue mau copot rasanya" ajak Ara pada teman teman nya.


"Siapa suruh datang telat" Jawab Sisil kemudian duduk di sebelah kanan Ara.


"Kalian sih ngasi taunya kelamaan" repet Ara pada teman2 nya.


"Makanya tidur jangan kayak kebo" ejek Rani pada Ara.


Gadis itu pun mengkerucutkan bibir mungil miliknya pertanda bahwa dia sedang marah pada teman temannya.


Tiba tiba ponsel Ara berdering pertanda bahwa ada orang yang sedang menghubungi nya. Ara pun mengambil ponsel dari dalam tas nya kemudian menekan icon hijau pada benda pipih itu lalu mendekatkan ponsel tersebut di daun telinganya.


"Halo ini siapa ya" Sapa Ara ketika melihat nomor yang tidak di kenalnya.


"....." jawab yang di seberang telpon tersebut.


"Ah iya maaf ya pak, bapak kirim aja alamat nya nanti saya langsung ke sana" Jawab Ara ketika pada orang tersebut.


Setelah selesai berbicara Ara langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Siapa Ra kok lo manggil bapak sih" tanya Rani yang kepo.


"Kepo aja lo" Jawab Ara dengan nada mengejek.


"Ya elah ni anak songong amat sih" ejek Rani pada Ara.


"Biarin..., ya udah kalau gitu gue cabut dulu soalnya gue buru buru..." Kemudian Ara langsung pergi meninggalkan kawan kawan nya.


"Gila nih bocah main tinggal tinggal aja" teriak Sisil ketika melihat Ara meninggalkan mereka.


Namun Ara tak menhiraukan teriakan teman temannya, Ara terus berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


Setelah sampai di parkiran Ara langsung masuk ke dalam mobil dan menancap pedal gas mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Halo,,, Sisilia Sahara ya" Sapa seorang pemuda ketika terlihat Ara menghampiri nya.


"Silahkan duduk" mempersilahakn Ara duduk.


"Iya....makasih pak" sahut Ara ke pada pemuda tersebut.


"Jangan panggil bapak dong, panggil nama aja" pemuda tersebut tidak terima di panggil dengan sebutan bapak.


Ara terus memaki dirinya sendiri,

__ADS_1


"Aduhh kalau gue gak nabrak ni orang gue gak akan berurusan sama si sok akrab ini" sungut Ara pada dirinya sendiri.


"hmm" Ara hanya menaggapinya dengan senyum.


"Oh iya kita belum kenalan ya" Sapa pemuda sok akrab tersebut.


"Nama gue Kevin Putra Sanjaya panggil aja Kevin" Sambil mengulurkan tangannya ke Ara.


"Sisilia Sahara, biasa dipanggil Ara" Sambil menerima uluran tangan pemuda tersebut.


Sebenarnya Ara ingin sekali meninggalkan restaurant ini, namun karena kesalahannya dia harus bertanggung jawab.


"Lo harus tanggung jawab Ara, lo diajari agar jadi orang yang tanggung jawab Ra" dalam hati Ara berkata.


Setelah acara perkenalan Ara langsung membuka suara.


"Kalau masalah mobil bapak, bapak bisa masukin aja ke bengkel nanti semua biaya saya yang tanggung jawab" Ara langsung to the point karna ia tak ingin berlama lama dengan orang tersebut.


***Bersambung....


jangan lupa tinggalkan jejak dan vote nya ya reader's😊


Dan jangan lupa follows IG nya author ya @netpjt06***.

__ADS_1


__ADS_2