Takdir Kejam Cinta

Takdir Kejam Cinta
Anugerah Terindah


__ADS_3

"Assalamualaikum.." Ucap Dean dengan lantang memasuki rumahnya


"Wa'alaikumsalam.., wah, anak mama seneng banget ni kelihatannya," Ucap Buk Amoy


"Hehe, mama tau aja niih, sini sini Dean ceritain!" Aja Dean, mendorong sayang pundak ibunya menuju ruang keluarga.


"Jangan bikin Mama penasaran sayang, ayo cerita!" Ucap Buk Amoy yang penasaran


"Jadi gini......" mengalir lah cerita Dean tentang kejadian di rumah Rayan tadi siang.


"Oh jadi begitu, kasihan juga si Rayan ya Dean, baru saja berbahagia malah ditinggal mati sama istrinya, pantaslah kalau Rayan sedikit terganggu emosinya." lirih Buk Amoy ikut merasa sedih


"Iya maa, Dean juga kasihan maa, tapi kan orang tua dan saudaranya juga butuh dia maa, apalagi dari cerita Papa tadi kalau Bunda itu sempat jatuh sakit, tapi Bunda nggak mau Papa cerita sama anak-anaknya, Bunda takut Rayan semakin bersalah katanya." Balas Dean


"Iya, semoga saja Rayan cepat kembali lagi seperti dahulu ya Dean." Harap Buk Amoy


"Aamiin, hehe.. tapi maa, hm hm hm," Ujar Dean sedikit gugup sedikit tegang

__ADS_1


"Tapi kenapa sayang?" tanya Buk Amoy


"Kayaknya Dean terima tawaran Papa deh Maa, Dean mau jadi asisten alias perawatnya Bunda selama satu bulan kedepan ma, tapi Dean nggak nginap disitu, pulang balik aja."


"Beneran sayang, kok sekarang jadi mama yang nggak rela yaa.." Ucap Buk Amoy dengan wajah yang dibuat-buat seperti sedang merajuk.


Dean mengetahui bahwa Ibunya hanya sedang pura-pura merajuk. Ia memeluk ibunya dengan sayang.


"Mamaku ini adalah mama terbaik sedunia, Dean sayang mama, sekarang Dean bahagiaaa banget, Dean juga mau bagi-bagi kebahagiaan gitu, untuk orang-orang yang membutuhkan." Ucap Dean bijak


".... Dean juga pengen maa, kalau Bunda juga bisa ngerasain kebahagiaan kayak kita, Ayah pernah bilang sama Dean kalau membuat orang lain bahagia itu, kita dapat pahala yang besar, Dean mungkin belum bisa membahagiakan Mama, Ayah dengan uang atau barang-barang berharga, tapi Dean janji akan menjadi seorang anak yang akan selalu membanggakan orang tuanya." lanjut Dean


Pak Radja yang baru keluar dari kamarnya melihat keharuan itu sedari tadi. Bertahun-tahun mereka menanti untuk dikaruniai keturunan. Bertahun-tahun juga mereka menahan untuk tidak mengadopsi anak. Penantian mereka berbuah manis dengan dihadiahkannya oleh Tuhan seorang anak yang berhati malaikat.


'Terimakasih Ya Allah, engkau anugerah kan kepada kami seorang anak yang baik, lembut dan penyayang, berilah keselamatan pada buah hati tercinta kami Ya Allah.' Pak Radja berdoa di dalam hatinya.


Dengan sedikit tertatih, Pak Radja menghampiri istri dan anaknya. Ia memeluk sayang putrinya, sambil berucap syukur yang tak henti-hentinya dalam hatinya.

__ADS_1


Buk Amoy pun juga turut memeluk suami dan anaknya. Sekarang mereka berpelukan ala Teletubbies dengan suasana haru.


"Duh.. kok kita kaya Teletubbies ya Maa, Yah?" Sahut Dean masih dalam pelukan kedua orang tuanya


HAHAHAHAHAHAHA!!! Mereka tertawa serempak.


Mbok Dar yang menyaksikan hal tersebut turut merasakan haru. Ia langsung kepikiran untuk menelepon keluarganya di kampung, ia turut melepas rindu dengan Video Call dengan keluarganya.


Kebahagian mereka sangat lengkap rasanya. Meskipun keluarga kecil, tetapi bahagia selalu menyertai hidup mereka. Rasa syukur selalu mereka haturkan pada Yang Maha Kuasa.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2