Takdir Kejam Cinta

Takdir Kejam Cinta
Di Musholla


__ADS_3

Toilet perempuan ♀️


"Hiks.. Hiks.. Hiks... ayaaaah...!!! Hiks.. Hiks.. Hiks.., Dean nggak boleh cengeng, ayah lagi berjuang, Dean juga harus berjuang, go go Dean, semangat.. Dean harus Sholat dulu, AYOOO Dean!!! Ucap Dean sedikit lantang dengan diiringi tangisan.


Toilet laki-laki ♂️


'Berisik banget sih di sebelah, nggak tau orang lagi nggak mood apa..! Lagian ini toilet ko nggak kedap suara sih, males banget kalau lagi ngeden kedengeran ke sebelah, huuuh....!!' Pikir Rayan, ia sedikit menggebrak dinding pembatas toilet tersebut.


Toilet perempuan ♀️


"Eh buseettt....!!" teriak Dean.


"kenapa di sebelah kayak ada yang gebrak-gebrak dinding ya? hiiiii.... ngeri deh, jangan-jangan hantu ni rumah sakit, haduuh... amit-amit..." Dean merinding


Toilet Laki-laki ♂️


'Sialan... Gue dikira setan, mana ada setan tampan kaya gue begini, sekalian aja gua kerjain nih orang...' batin Rayan.


"HUWAAAA....HA..HA..HA..HAA, HUWAAAA...HA..HA..HA..HA..HA, HUWAAA...HA..HA..HAA, ARRRRRRRRRGGGGGGH" Seru Rayan dengan suara terkesan Garang dan sedikit bergetar.


Tak lama terdengar suara pekikan dari seorang perempuan dari toilet sebelah, Rayan pun akhirnya tertawa. Ini adalah tawa pertamanya setelah sebulan ia mengisi harinya dengan menangis dan merenung.


Rayan pun menghentikan tawanya dan kembali memasang wajah sendunya seketika mengingat almarhumah istrinya, Rahima.


Rayan bergegas ke luar dari toilet yang menurutnya tidak memenuhi syarat itu. Rayan terlihat merutuki hal-hal yang tidak jelas dan tak patut dipermasalahkan.


(Namanya aja toilet umum bg Rayaaan, 🤣🤣, Si Rayan cari masalah ini)


***


Di Musholla tampak perempuan yang sedang khusyuk berdoa. Rayan yang melewati Musholla tersebut lagi-lagi mendengar Isak tangis.


Rayan mendekati Musholla tersebut, mendapati seorang perempuan itu sedang bersujud sambil menangis. Rayan sedikit tersentuh, semenjak istrinya meninggal dunia ia seperti menjauh dari Tuhan.


Akhirnya Rayan mencoba mengambil wudhu, hatinya sedikit tersentuh setelah melihat perempuan yang sedang sholat tadi.


"Bismillahirrahmanirrahim...." Ucap Rayan ketika memasuki musholla tersebut setelah mengambil wudhu. Rayan pun sholat dengan khusyuk.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. (2x)" hingga selesai sholat ia masih betah berdiam diri dan terduduk di musholla itu.


Lagi dan lagi Rayan membayangkan wajah sang istri tercintanya, seketika air matanya jatuh berderai. Ia melampiaskan tangisnya di Musholla yang sedang sepi tersebut.

__ADS_1


Rayan mengenang wajah terakhir sang istri. Kenangan terakhir yang dapat ia lihat dari sang istri adalah senyuman indah sebelum Rahima menutup mata.


Meski Rahima tersenyum disaat kepergiannya, namun Rayan masih belum bisa menerima takdir yang dialaminya saat ini. Ia meresa Tuhan sangat tidak adil padanya.


"Kenapa Engkau mengambilnya begitu cepat dariku Ya Allah..., belum sempat aku membahagiakannya, Engkau telah memanggilnya.. Hiks.. Hiks... inikah keadilan-Mu Ya Allah!!!" Rayan.


"Dia lebih bahagia di sisi-Nya, dari pada bersama pria sepertimu..".


DEG!!!


Seketika Rayan menghentikan tangisnya, menoleh ke asal suara. Dilihatnya seorang gadis dengan seragam SMA sedang berdiri di tepi pintu masuk musholla.


Gadis yang sama dengan gadis yang ayahnya kena tusuk di pengadilan tadi siang. Gadis itu terlihat sombong sekali, padahal jelas tadi ia melihat bahwa gadis itu juga menangis Bombay saat menunggui ayahnya yang sedang dioperasi.


'Dasar, Sok Sok an tegar lo!!' batin Rayan.


Rayan sedikit terkekeh, senyum sinis yang ia berikan mampu menjungkirbalikkan dunia gadis itu.


Rayan tidak tahu saja, apa yang tengah dipikirkan oleh gadis itu. Dean yang melihat Rayan tersenyum sinis padanya sedikit merasa terintimidasi. Ya, gadis itu adalah Dean.


"Apa Lo liat-liat? Ganggu orang sholat aja Lo.." Ucap Rayan cetus.


DEG!!!


Lagi-lagi Rayan merasa terenyuh dengan kata-kata gadis itu. Dunianya yang hancur membuatnya buta, buta akan kasih sayang keluarganya, buta akan nikmat dan kesempatan hidup yang diberikan Tuhan.


Namun Rayan juga berpikir, nikmat seperti apa yang akan ia dapatkan setelah yang terkasih dihatinya tidak lagi disampingnya.


Rayan masih belum bisa menerima takdirnya. Rayan memutuskan kembali ke ruang operasi orang tua gadis tadi, kembali menyusul keluarganya.


"Diman...na...." Tanya Rayan tertahan karna melihat papanya sedang memeluk Dean.


'Apa-apaan papa meluk meluk gadis itu segala, HUH!!!' Batin Rayan mendengkus kesal. Rayan mendekati papanya,


"Hheem..!" Rayan.


"Eh.. Rayan, dari mana saja kamu?" tanya Pak Rozi melepas rangkulannya pada Dean.


Rayan tidak menjawab pertanyaan papanya. Rayan hanya mengangkat bahunya sebagai balasan.


"hhah.. ya sudah, Dean... papa pulang dulu ya..! nanti kalau kamu butuh bantuan telepon papa saja, papa akan dengan senang hati membatu kamu... jangan sungkan ya nak!" ucap Pak Rozi sambil mengusap rambut Dean.

__ADS_1


"Terimakasih pa.." balas Dean.


'PAPA..???? sejak kapan anak itu jadi saudara gue? emang papa nikah lagi sama nyokap cewek itu, atau papa ada niatan buat nikahin ibu tu cewek setelaaaaaah...., Ah.. mikir apa sih gue' batin Rayan, Rayan menggeleng keheranan.


"Kenapa Ray?"tanya Pak Rozi.


Lagi-lagi Rayan hanya mengedikan bahunya.


Sebenarnya di sana masih ada kakak laki-laki dan adik laki-laki Rayan yang menyaksikan hal yang sama seperti Rayan. Bahkan paman Rayan juga berada di sana.


Namun mereka mengerti asal muasal dari pelukan itu, dan mereka juga turut bersimpati pada kejadian yang menimpa Dean dan keluarganya.


"Hhhhhah..." Pak Rozi hanya bisa menghela nafas melihat anaknya yang susah sekali diajak bicara saat ini.


"Buk Amoy, seperti yang saya bicarakan tadi, mohon dipertimbangkan ya Buk...!!" pamit Pak Rozi.


"Baik Pak, nanti saat suami saya sadar kami akan membicarakannya, terima kasih.." Ucap Buk Amoy.


"Baiklah.. Assalamu'alaikum". Sahut Pak Rozi.


Sekembalinya Dean dari musholla tadi ternyata operasi ayahnya sudah selesai. Dokter mengatakan ayahnya baik-baik saja.


Tusukan pada punggung Pak Radja untungnya tidak mengenai organ dalam yang penting. Walaupun hampir nyaris, tetapi Tuhan masih berbaik hati pada Pak Radja.


Rayan dan keluarganya kembali pulang ke rumah, sementara Dean dan Ibunya menunggu arahan dokter. Kapan ayahnya bisa dibesuk.


Pasca operasi, setiap orang memerlukan waktu untuk pemulihan diruang Recovery Room (RR). Sekitar 60 menit kurang lebih rata-rata pasien di pantau di ruang RR tersebut.


Idealnya adalah bangun dari anestesi secara bertahap tanpa keluhan dengan pengawasan dan pengelolahan secara ketat sampai keadaan stabil. Setelah efek anestesi hilang, pasien kemudian dapat dipindahkan keluar dari ruang pemulihan ke bangsal.


.


.


.


.


Kira-kira apa ya yang dibicarakan oleh ayahnya Rayan dan ibunya Dean..??


Jangan lupa ❤️, 👍 dan koment nya ya zayyyenk...

__ADS_1


__ADS_2