
"Arrrrrrrrghhhhh, haaaaaaaaaaah!!!!! bre****k, baj****n, bia**b, akan ku bunuh kalian!!! aaaaaaaaaahhhhhh!!! teriakan frustasi dari seorang pria terdengar dari kamar di lantai dua dari rumah megah itu.
Para penghuni rumah itu seketika merinding mendengar suara pecahan-pecahan kaca berhamburan dari kamar atas tersebut. Para pelayan pun merasa ciut nyalinya untuk mengantarkan makanan ke atas. Entah apa yang sedang terjadi di lantai dua saat ini.
Di lantai bawah semua keluarga besar sudah berkumpul semenjak tadi sore. Mereka tidak tau cara apa lagi yang harus dilakukan untuk menenangkan emosi Pria tersebut.
Kejadian tragis satu bulan yang lalu masih membekas di ingatan mereka, bagaimana kebahagian cucu dan anak mereka terenggut begitu saja. Pernikahan yang megah dan sangat indah itu berubah jadi lautan air mata dan tangisan berdarah.
Rayan Ardana, 28 tahun, pria dengan senyum menawan dan mata sayu itu terlihat sangat gagah di mata setiap wanita. Badannya yang sedikit padat dibagian otot dada dan Lengan membuat tampilannya terkesan garang, namun siapa sangka dibalik itu memiliki sifat yang sangat santun bahkan lembut dalam berkata.
Namun itu sebelum kejadian tragis satu bulan yang lalu itu terjadi, saat ini Rayan hanyalah bagaikan seonggok daging yang tak berhati.
Entah kemana sifat lembutnya menghilang, sekarang berganti menjadi arogan dan pantang di usik. Rayan lebih memilih waktu sendiri di jam makan siang saat di kantornya, padahal sebelumnya ia sangat senang bersosialisasi dengan rekan-rekannya.
Kehilangan mengubahnya menjadi pria dingin yang kejam. Bahkan ia tak segan-segan menghardik bawahannya dengan umpatan kasar. Beberapa karyawannya bahkan ada yang mengundurkan diri karena tak sanggup mengahadapi sikap kasarnya.
ARRAYYAN COMPANY merupakan firma hukum swasta yang ia rintis bersama keluarganya. Sebanyak 50% keluarganya berprofesi sebagai penegak hukum. Ada beberapa dari mereka yang bekerja di Kejaksaan Negeri ada juga yang bekerja di firma hukum swasta.
Semenjak 2 tahun yang lalu mereka mendirikan firma hukum swasta tersebut bersama-sama. Sedikit banyak kasus yang mereka tangani menang di meja pengadilan. Nama firma hukum mereka melejit dengan berbagai prestasi dalam 2 tahun terakhir ini.
Rayan sendiri ditunjuk keluarga besarnya secara musyawarah untuk menjadi kepala pengacara di firma hukum tersebut. Rayan yang walaupun baru 2 tahun lulus dari S2 hukum tersebut langsung bisa terjun ke dunia kerja. Banyak kasus pidana yang ia tangani, bahkan ada juga beberapa kasus hukum perdata.
Prestasinya sebagai new comer of Lawyer sangat di elu-elukan oleh keluarga besarnya. Perjuangannya membuahkan hasil, pendidikan nya tak hanya sekedar gelar, dan teorinya juga bukan sekedar bualan.
Namun demikian, setiap orang memiliki sisi gelapnya. Siapapun itu pasti memiliki sisi gelap. Rayan pun begitu, sisi gelapnya yang selama ini tak pernah dilihat orang, keluar begitu saja.
__ADS_1
Kepergian orang yang sangat ia cintai membuat hatinya hancur berkeping-keping. Satu bulan yang lalu di depan mata kepalanya sendiri sang kekasih yang baru 3 jam menyandang status sebagai istrinya tewas tak bernyawa dihadapannya.
***Flashback
BRUUUUK!!! PRANGG!!!
Pintu aula Hotel megah tersebut dibuka secara paksa oleh segelintir orang yang ingin menghancurkan acara tersebut. Mereka datang dengan membawa balok-balok kayu yang cukup besar untuk dijadikan pemukul.
Semua tamu undangan tersebut histeris dan sebagian ada yang mencoba keluar dari ruang aula tersebut. Bagaimana orang-orang ini bisa memasuki hotel ini di dalam benak Rayan. Banyak pertanyaan yang muncul saat itu difikirkan nya.
Sementara Rayan dan Istrinya masih berjongkok di atas panggung, dari arah pintu aula itu terlihat seorang pria paruh baya yang mengetuai kelompok tersebut sedang menatap tajam sang mempelai wanita.
Rayan melihat istrinya yang sudah terlihat pucat akibat kejadian tersebut dan segera membawanya dalam pelukannya. Rayan menenangkan hati istrinya dengan mengusap-usap punggung sang istri.
Tidak ingin ketakutan sang istri menjadi parah, Rayan langsung memerintahkan para bodyguard sewaannya, sebelumnya Rayan juga sudah menduga bahwa pasti akan terjadi sedikit kegaduhan.
Keluarga besar Rayan sudah berusaha untuk ikut mengevakuasi para tamu undangan dan meminta maaf atas keributan yang terjadi. Namun karena kondisi yang masih belum stabil membuat mereka takut untuk masuk kembali kedalam aula.
Rayan masih menenangkan sang istri yang masih berteriak histeris. Tak lama istrinya terdengar mulai tenang, terdengar derap langkah dari belakang Rayan.
TAP, TAP, TAP!!!
"Rayaaann, Awaaaass....!" istrinya yang sedang dipeluk Rayan melihat dari celah pelukan bahwa ayah tirinya sedang mendekat dan akan melayangkan balok keras itu ke kepala Rayan.
Rayan tidak siap, seketika sang istri menarik badan Rayan kesamping nya untuk menghindari pukulan tersebut. Naas, malah ia yang terkena pukulan tersebut, pukulan yang sangatlah keras dari balok kayu terdengar seperti buah kelapa jatuh dari pohon yang sangat tinggi. Seketika darah keluar dari bagian samping kepalanya, hidungnya pun juga turut mengeluarkan darah.
__ADS_1
Sang istri sudah tak sanggup menahan sakit di kepalanya. Perlahan matanya menutup dan pandangan terakhirnya tertuju pada Rayan yang sedang menopang tubuhnya dengan tangisan. Tangannya sempat mengusap setitik air mata Rayan lalu terhempas ke bawah, dan senyum indahnya terbit untuk mengantarkannya ke tidur panjang yang menantinya sebentar lagi.
"SAYAAANG, BANGUUNN, BANGUNNN SAYAANG .....!!!" Rayan berteriak histeris. Air mata nya jatuh tak terbendung melihat tragisnya hidup sang istri.
Di sisi lain pria yang mengetuai kelompok tersebut yang tidak lain adalah ayah tiri dari istri Rayan, juga terkejut dengan apa yang terjadi. Seketika ia juga mematung ditempatnya melihat putri tiri yang ia sayangi selama ini melebihi rasa seorang ayah kepada putrinya, melainkan rasa sayang ke seorang wanita telah tergeletak tidak sadarkan diri, bahkan mungkin sudah tak bernyawa karena pukulannya tadi.
Kenapa nasib ini terjadi kepada gadis kecilnya ini? kenapa juga gadis itu menggantikan posisi suaminya? kenapa cinta mereka begitu dalam?
Dari luar aula polisi sudah mengepung semua jalan pintu masuk dan keluar, beberapa gerombolan sudah di amankan oleh pihak berwajib. Polisi juga sudah membekap ayah tiri istrinya yang masih terlihat linglung.
20 menit kemudian terdengar suara ambulans datang memekakkan telinga, baru saja petugas datang memasuki aula, Rayan mengangkat tangannya ke atas mengisyaratkan ia tak ingin diganggu.
Sang istri masih dalam pelukan Rayan, ia memeluk istrinya dengan erat dan terus menangis pilu.
Rayyan menyadari bahwa sang istri sudah tak lagi bernyawa setelah insiden pemukulan tadi. Wajah sang istri yang terlihat pucat, darah yang tak kunjung berhenti masih keluar dari kepala dan hidung sang istri.
Tubuh istrinya pun sudah terasa dingin, tak ada lagi denyut nadi yang terasa olehnya di tangan dan leher istrinya. Sebagai seorang pengacara Rayan sudah mengerti akan keadaan ini, ia pernah mendengar klien-kliennya yang berprofesi dokter membicarakan tentang tanda-tanda kematian.
Rayan hanya tak ingin dipisahkan dari sang istri, meski sang istri sudah tak bernyawa, ia tetap tidak ingin melepaskan pelukannya sedetikpun dari istrinya itu.
.
.
.
__ADS_1
***Flashback off