
Istri Rayan, Rahima yang berusia 24 tahun adalah seorang gadis cantik yang memiliki gangguan kecemasan. Dokter menyebut gangguan kecemasan Rahima dengan Syndrome Asperger.(1)
Rayan sudah mengetahui penyebab penyakit yang diderita istrinya adalah akibat trauma psikologis yang di dapat istrinya selama tinggal dengan ayah tirinya.
***
Ayah tiri Rahima, Pak Sugeng sering melampiaskan kemarahannya kepada Rahima, bahkan sesekali Rahima dilecehkan oleh ayah tirinya.
Ibu kandung Rahima, Buk Sukma sudah 3 tahun yang lalu meninggal dikarenakan sakit jantung, Buk Sukma ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi. Sesampainya di Rumah Sakit Buk Sukma dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.
Dunia Rahima hancur saat itu, ayah tiri yang ia lihat selama ini penyayang padanya malah memperlihatkan sisi aslinya di depan Rahima.
Baru saja sesi pemakaman selesai dilaksanakan, pak Sugeng sudah membawa istri sirinya ke rumah duka. Semua tetangga terkejut, bahkan keluarganya pun tak ada yang bisa membantah sifat pak Sugeng tersebut.
Sejak saat itu penderitaan Rahima dimulai, Rahima dibuat menjadi pembantu di rumah itu, Rahima tidak diperbolehkan sama sekali keluar dari rumah tersebut, bahkan Rahima juga sempat dilecehkan oleh pak Sugeng, meski tidak sampai memper**** tetapi tetap saja menjadi trauma mental bagi Rahima.
Rahima memang tidak lagi punya tempat mengadu, buk Sukma sendiri adalah anak tunggal dikeluarganya, nenek dan kakek Rahima juga merupakan anak yatim piatu yang besar di panti asuhan.
Ayah kandung Rahima sendiri juga sudah meninggal dan keluarga ayahnya tidak ada yang mampu merawat Rahima, karena juga dari golongan keluarga yang tidak mampu. Rahima tidak ingin menyusahkan keluarga ayahnya tersebut.
Semenjak hari ia dilecehkan, Rahima mencari cara kabur dari rumah ayah tirinya itu. Hingga akhirnya Rahima mendapatkan celah untuk kabur dari rumah tersebut.
Waktu itu pukul 02.00 dini hari, Rahima masih terjaga. Ia menunggu waktu semua penghuni rumah terlelap, Pak Sugeng dan istri sirinya sudah terbang melayang ke dunia hayalan, bahkan para pelayan dan bodyguard ayahnya itu sudah terlihat lelap dengan tidurnya.
Rahima memberanikan diri mengendap-endap dari kamar tidurnya menuju pintu belakang rumah. Rahima sudah faham jika ia keluar dari pintu depan maka akan ada bodyguard ayahnya yang berjaga didepan pintu. Meski bodyguard itu telah terlelap saat ini, namun Rahima masih belum cukup berani untuk melalui jalan depan tersebut.
Rahima memilih pintu belakang, karena pintu belakang hanya terhubung ke taman belakang rumah dan dihalangi tembok setinggi 2 meter.
__ADS_1
Rahima sudah mengumpulkan alat-alat yang akan dijadikannya sebagai jenjang untuk dijadikan tangga, Rahima menumpuk dua meja santai kecil, lalu menambahnya dengan kursi plastik dan terbentuklah tingkatan setinggi 1 meter lebih.
CCIIIITTT!!!
Saat Rahima menaiki kursi tersebut, tak sengaja menimbulkan bunyi nyaring pada meja yang paling bawah, sepertinya meja itu sudah sedikit berkarat dan jika Rahima tidak segera melompat ke luar, bisa dipastikan meja tersebut akan roboh dan misi kaburnya akan gagal kali ini.
"Siapa itu?" terdengar suara pak Sugeng menggelegar dari dalam rumah.
'Mati aku!, aku harus bisa melompat secepatnya, Tuhan.. bantu aku oh Tuhan..!' batin Rahima.
BRRAAKKK!!
Pintu belakang terbuka lebar, maka keluarlah pak Sugeng dan istri sirinya yang masih dengan pakaian kimono tidurnya. Rahima pun bergidik ngeri melihat aura tajam pak Sugeng.
Rahima mencoba untuk segera naik ke atas pagar dan melompat keluar pagar tersebut. Rahima pun Akhirnya berhasil duduk di atas pagar, namun keberaniannya untuk melompat kebawah sedikit ciut, melihat bebatuan yang akan menerimanya di bawah sana.
"Bismillahirrahmanirrahim!!" Rahima sedikit berteriak.
"Aaaaaaaaaaaa!!". Rahima akhirnya melompat kebawah namun pendaratannya sedikit tidak sempurna. Ia merasa kakinya sedikit terkilir dan lututnya juga sakit, tidak ada yang berdarah!, tapi badannya sakit-sakit semua.
"Oh Tuhan... Tolong Aku...!!!" Rahima menangisi pelariannya.
Sementara itu di dalam rumah pak Sugeng terdengar ribut-ribut karena Rahima sudah berani kabur, semua pelayan yang ada disana kena amukan kemurkaan Pak Sugeng. Ia memerintahkan bodyguardnya untuk segera mengejar Rahima.
Para bodyguard segera berlari keluar mencari Rahima, mereka berpencar membagi jadi 3 tim, masing-masing 2 orang. Entah kemana Rahima menghilang, seolah ia hilang di telan gelapnya malam.
***
__ADS_1
Rayan sangat mencintai mendiang istrinya, meski kebersamaan mereka hanya sementara tetapi Rayan sangat menikmati saat-saat indah bersama gadis pujaannya.
Hari ini genap satu bulan kepergian Rahima, ia diharuskan menghadiri sidang kasus pembunuhan istrinya sebagai saksi utama.
.
.
.
.
.
.
(1) Menurut Hans Asperger, Sindrom Asperger merupakan kondisi seumur hidup, tetapi gejala cenderung membaik seiring berlalunya waktu. Orang dewasa dengan kondisi ini bisa belajar untuk memahami kelebihan dan kekurangan mereka sendiri. Dan mereka dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka.
Sindrom Asperger dan autisme termasuk dalam kelompok gangguan yang disebut gangguan perkembangan pervasif (pervasive developmental disorders). Sindrom Asperger merupakan gangguan neurobiologis (neuro transmitter) dan gangguan autis yang dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
Gangguan ini bisa dipicu oleh disfungsi otak yang bisa terjadi akibat trauma, penyakit, atau struktur otak yang abnormal.
Orang dewasa dengan sindrom Asperger bisa hidup normal seperti menikah dan bersekolah tinggi. Mereka bisa pula sukses dalam karir mengingat kemampuan yang luar biasa dalam mengingat dan begitu fokus dalam bidang minat mereka.
.
.
__ADS_1