Tantangan Anak Ustadz

Tantangan Anak Ustadz
Royyan Lier


__ADS_3

Nadhiirah dengan hati yang penuh dengan kegembiraan, ya walaupun hanya akan di ajak jalan jalan, tapi entahlah dia merasa sangat bahagia. Mungkin karena Royyan yang ngajak.


Royyan menghampiri Umma Hana yang ada di ruang tengah sambil membaca baca kitab. Tiba tiba di kagetkan dengan Royyan yang tanpa suara langsung duduk di samping umma Hana.


"Astaghfirullah!" kaget umma Hana.


"Hheh, maaf umma!" kata Royyan sambil cengengesan.


"Kamu ya, ngagetin tahu! Kalau umma punya penyakit jantung sudah kontan mati gara gara kamu!" kata Umma Hana.


"Astaghfirullah umma, jangan bicara seperti itu ih! Aku gak mau masih muda, udah gak punya umma!" kata Royyan.


"Doakan saja Yan, semoga umma panjang umur serta sehat djohir dan bathin ya!"


"Aamiin umma!"


"Ada apa kamu tiba tiba nyamperin umma? Di lihat dari mata kamu, sepertinya kamu sedang ada keinginan?" tanya umma Hana yang sudah mengenal karakter putranya yang jarang bermanja, dan biasanya jika Royyan manja manja pasti ada sesuatu.


"Hheh, umma tau aja sih!"


"Sudah umma duga! Ada apa? Kamu mau apa?" tanya Royyan.


"Mau itu umma!" kata Royyan.


"Itu apa?"


"Itu em, hheh, itu umma!"


"Itu itu apa? Umma gak ngerti!"


"Itu euh, gini aja deh, Nadhiirah umma!" kata Royyan.


"Apa? Kenapa Nadhiirah? Sakit?" tanya umma Hana dengan sedikit panik.

__ADS_1


"Eh tidak umma, Nadhiirah sehat! Alhamdulillah!" jawab Royyan.


"Itu, Nadhiirah mau jalan jalan!"


"Jalan jalan? ya sudah bawa saja! Kan ada motor! Kalau mau naik mobil ada mobil uwa Zahra, coba saja kamu pinjam! Sama mang Agus nya sekalian!" ujar umma Hana.


"Hmmm iya umma itu gampang! Nanti aku pinjam mobil uwa Zahra sama mang Agus nya juga! Tapi masalahnya bukan di kendaraan umma!" kata Royyan.


"Lah, terus apa?"


"Gini umma, kan kalau pakai mobil, pasti harus pakai bensin ya kan?" tanya Royyan.


"Iya!" jawab Umma Hana.


"Terus kan mang Agus juga masa gak di kasih buat rokok! Gak enak kan?"


"Iya lah!"


"Iya lah! kamu kan suaminya!"


"Nah untuk semua itu kurang lebih membutuhkan uang sekitar empat ratus ribu! Buat bensin lima puluh ribu, buat mang Agus lima puluh ribu, buat jajan Nadhiirah seratus ribu, buat jajan aku seratus ribu, terus nanti kalau Nadhiirah mau pakaian kurang lebih seratus ribu juga!" kata Royyan.


"Hmmm iya terus?"


"Terus umma, aku gak punya uang untuk semua itu! Hheheh!" Ujar Royyan dengan cengengesan. Ya sebenarnya dia merasa malu harus meminta uang pada umma nya itu, namun ya bagaimana lagi.


"Ya Allah Royyan, kamu ini! Tinggal ngomong aja dari tadi minta uang gituh, malah berbelit belit kesana kemari! Ibaratnya kamu mau ke masjid Baitussalam tsani tapi kamu lewat belakang rumah!" kata Umma Hana.


"Hheh, maaf umma! kan malu atuh masa harus langsung! Kan harusnya Royyan sudah punya uang sendiri!"


"Tunggu sebentar!" Umma Hana beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya. Yang mana sekarang, kamar dia kang Hatim ada di dekat ruang tamu itu.


Tidak lama setelah itu, Umma Hana kembali dengan beberapa lembar uang berwarna merah dintangannya.

__ADS_1


"Nih, lima ratus ribu!" kata Umma Hana setelah duduk dan memberikan uang berwarna merah sebanyak lima lembar pada anaknya.


"Kan Royyan mintanya empat ratus umma?" tanya Royyan pura pura heran, padahal dalam hatinya bersorak karena dapat uang lebih.


"Belikan Nadhiirah baju yang bagus! Jangan yang jelek! Jangan yang terlalu murah! Minimal yang harga dua ratus ribu!" kata Umma Hana.


"Oooh ternyata untuk menantunya, kirain buat anaknya!" gumam Royyan dengan pelan namun masih terdengar di telinga Umma Hana.


"Ya Allah, nih ah!" Umma Hana memberikan lagi selembar uang merah itu pada Royyan.


"Hhah, makasih umma! Padahal aku gak minta loh!" kata Royyan.


"Iya iya terserah! Sudah sana pergi ah!" kata umma Hana.


"Iya umma, makasih ya! Umma memang terbaik!"


"Iyaaa!"


"Eh iya umma, umma mau sekalian ikut gak? biar nanti kalau ada yang kurang boleh di tambahin sama umma? "


"Gak! Mending umma di rumah aja!"


"Eh, serius umma!"


"Iya, umma gak mau! Ulfah masa di tinggal sendiri, kasian dia!"


"Bawa aja sekalian!"


"Dia gak akan mau!"


"Hmm ya sudah deh umma, aku pergi dulu ya! Sekali lagi makasih ya!"


"Iya!"

__ADS_1


__ADS_2