
Sesuai kesepatakan antara dua keluarga, yaitu keluarga Kang Hatim yang merupakan orang tua dari Zhaffar dan keluaga Kyai Munaya selaku orang tua dari Ning Nadiva. Yaa kesepakatannya adalah kang Hatim akan menguji anaknya sebelum dinikahkan. Dan masa pengujian ini adalah selama dua minggu lamanya.
Kang Hatim memerintahkan Royyan langsung untuk menguji adiknya, yaitu Zhaffar. Dulu, saat umur Royyan menginjak lima belas tahun, kang hatim sempat beramanat pada Royyan agar selalu menyayangi dan mengasihi adik adiknya terutama Zhaffar. Bahkan saat itu juga kang Hatim memberikan lima puluh persen tanggung jawab Zhaffar pada Royyan.
Dalam waktu dua belas hari, Zhaffar mampu menyelesaikan test yang diberikan kakaknya. Yaitu membuat sarah atau membuat penjelasan dari empat kitab yang terdiri dari kitab Al-kaba’ir, Kitab Uqudullijain, kitab Risalatul mu’awanah dan kitab irsadul ‘ibad. Royyan juga yang langsung memeriksa hasil kerja adiknya itu, dan ternyata sempurnya, hanya kurang sedikit sedikit. Maklum, walaupun Zhaffar terbilang nakal di pesantren, tapi saat waktunya ngaji dia selalu tekun.
Kemarin adalah hari ke tiga belas, dimana Zhaffar di beri kesempatan untuk beristirahat dan menyiapkan diri untuk menyiapkan hari sekarang, di mana hari ini keluarga kang Hatim akan menepati janjinya untuk membawa Zhaffar ke pondok pesantren taisirul kholaq dan menikahkannya dengan putri dari kyai Munaya, yaitu ning Nadiva.
Kang Hatim, Umma Hana, Ulfah, Athiifah, Royyan dan Nadhiirah juga sudah siap dengan menggunakan pakaian dengan warna yang senada. Kang hatim dan umma Hana yang melihat tingkat keakraban dan keromantisan Royyan dengan Nadhiirah meningkatpun hanya tersenyum bahagia.
__ADS_1
“Gak kerasa ya Umma, sekarang anak anak kita sudah pada besar! Yang sulung udah lama nikah, sekarang sudah bahagia bersama istrinya! Dan hari ini adiknya akan menikah! Perasaan baru kemarin kita ngadain resepsi ya kan umma?” kata kang hatim dengan pelan sehingga tidak terdengar oleh Royyan dan Nadhiirah yang sedang sibuk bergaya dan Athiifah yang menjadi fotoghrafer.
“Iya bener kang! Kita udah tua ya!” kata umma Hana yang juga sedang memperhatikan anak dan menantunya.
“Gak akan terasa juga, nanti kita akan menyaksikan Ulfah anak bungsu kita menikah, yaaa walaupun kita belum tahu kita menyaksikannya di mana, entah masih setia di sampingnya dengan keadaan sehat, ataupun hanya bisa melihatnya dari surga!” kata kang hatim.
“Hmmm iya kang! Gak papa! Semoga saja mereka selalu bahagia ya!” jawab Umma Hana.
“Apa kang? Kenapa?” tanya umma Hana.
__ADS_1
“akang belum ngadain resepsi bahkan syukuran untuk pernikahan Royyan Nadhiirah!” jawab kang Hatim.
“Astaghfirullah! Iya ya kang! Aku juuga lupa! Ya Allah kasian Royyan! Saking riwehnya dengan masalah Zhaffar, sampai melupakan Royyan!”
“Gak papa umma, nanti akang akan nyuruh Arjuna buat nyiapin acara resepsi di Jakarta gimana? Sekaligus syukuran pesantren Tahfidz Baitul Qur’an!” ucap kang hatim dengan sangat sangat antusias.
“Aku ikut aja kang!” jawab Umma Hana.
“Ya sudah, akang akan langsung menyuruh Arjuna untuk menyiapkan semuanya! Kita akan terima beres!’ kata kang Hatim.
__ADS_1
Ingat Arjuna? Arjuna adalah suami dari Auni anak angkat dari orang tua umma Hana yang berarti Auni ini adalah adik angkat umma Hana. Walaupun hanya adik angkat, tapi umma Hana memang benar benar menyayangi adik angkatnya itu. Arjuna juga dijadikan suami Auni karena memang Auni yang mau, di tambah Arjuna sudah cukup dekat dengan keluarga umm Hana dan sekarang dia sebagai sekretaris kang Hatim yang memegang perusahaan peninggalan orang tua Hana. Kang hatim yang menjadi pimpinan hanya sesekali mengunjungi kantor hanya sekedar mengecek dan jika ada berkas yang harus di tanda tangan resmi oleh kang Hatim.