
Royyan berpapasan dengan Nadhirah yang baru turun tangga dengan dandanan yang sudah rapih.
"Sudah siap?" tanya Royyan.
"Udah! Yu!" jawab Nadhiirah.
"Ayo, tapi akang ke rumah uwa dulu ya! Semoga saja dia gak mau kemana mana agar bisa kita pinjam mobilnya!"
"Oooh iya kalau gitu! Umma jadi ikut?"
"Gak! Ulfah gak ada temen dan gak mau di tinggal!" jawab Royyan.
"Oooh!" Nadhiirah mengangguk angguk mengerti.
"Kamu tunggu disini bentar ya! Akang ke uwa dulu!"
"Iya!"
Setelah mendapat persetujuan, dengan buru buru Royyan ke rumah uwa nya. Yaitu Ustadzah Zahra.
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum! Uwaa!" Royyan mengetuk pintu kemudian mengucap salam sambil langsung masuk.
"Wa'alaikumussalam! Ada apa Yan?" tanya Ustadzah Zahra yang kebetulan ada di ruang tengah, sehingga pas masuk ke dalam rumah, langsung bisa melihat ustadzah Zahra.
"Hheh, uwa mau ke mana hari ini?" tanya Royyan dengan sedikit tidak enak, walaupun dia lumayan dekat dengan uwa nya itu.
"Gak ke mana mana tuh! Emangnya kenapa?"
__ADS_1
"Aku mau pinjam mobil, hheh, mau bawa Nadhiirah jalan jalan!" kata Royyan sambil cengengesan.
"Ciee pengantin baru!" goda ustadzah Zahra.
"Ah uwa apaan sih!" seketika pipi Royyan memerah.
"Hhah, ya udah pake aja Yan, uwa gak ada acara kok hari ini!"
"Asik, makasih uwa! Eh tapi, aku mau pinjam sama mang Agus nya juga! Kan aku gak bisa bawa mobil!"
"Boleh, panggil aja mang Agus nya, paling di pos security! Itu kunci nya!" kata ustadzah Zahra menunjuk kunci mobil yang menggantung di dekat pintu keluar.
"Makasih uwa!" kata Royyan dengan setelahnya mencium tangan uwa nya.
"Iya sama sama!" jawab Ustadzah Zahra.
"Aku pergi dulu wa, Assalamu'alaikum!"
Royyan lekas langsung menuju pos security untuk memanggil mang Agus dan langsung memintanya untuk menjadi supir dan mengantarnya. Mau tidak mau mang Agus tidak akan menolak permintaan Royyan. Tanpa bertanya apapun, dia langsung siap untuk mengantar Royyan kemanapun.
Setelahnya, Royyan buru buru kembali ke rumahnya untuk menjemput Nadhiirah yang memang sudah menunggunya dari tadi.
"Zauja!" panggil Royyan yang melihat Nadhiirah sedang bersama Umma Hana.
"Gimana? ada mobil sama supirnya?" malah Umma Hana yang menyaut dan langsung bertanya.
"Alhamdulillah ada umma!"
"Hm, ya sudah, berangkatlah biar gak terlalu siang juga!" kata Umma Hana.
__ADS_1
"Iya umma, kalau gitu Nadhiirah pergi dulu ya umma! Umma yakin gak mau ikut?" Nadhiirah.
"Iya umma yakin! Kamu pergilah, senang senang kali kali, nanti kalau ada kesempatan kita liburan sekeluarga!" kata Umma Hana.
"Hmm iya umma! Nadhiirah pergi dulu ya!" sambil mencium tangan mertuanya.
"Aku pergi dulu umma!" Royyan mengikuti istrinya mencium tangan Umma Hana.
"Iya, hati hati di jalan!"
"Siap umma! Assalamu'alaikum!" kata Royyan.
"Wa'alaikumussalam!" jawab umma Hana.
Royyan pun pergi bersama Nadhiirah meninggalkan rumah dan langsung naik mobil yang sudah siap di depan rumah itu dengan mang Agus sebagai supirnya.
Mereka belum tahu akan pergi ke mana, mereka pasti akan menentukan tujuan mereka setelah agak jauh dari kawasan pesantren.
"Kita mau ke mana kang?" tanya Nadhiirah.
"Terserah kamu! Kan kamu yang mau jalan jalannya juga!" jawab Royyan.
"Tapi aku gak tau tempat jalan jalan ke mana kang! aku gak tau tempat tempat seperti itu!"
"Ya sudah, kita jalan dulu aja ya, nanti kalau ada hilal, baru kita tentukan kita mau ke mana!"
"Hmm ya sudah deh!"
"Jalan aja dulu mang! Terserah emang mau ke mana juga!" kata Royyan karena mang Agus belum juga menjalankan mobilnya setelah keluar dari gerbang pesantren karena sesuai pikiran Royyan, mang Agus pasti akan bingung ke mana mereka ingin pergi.
__ADS_1
"Baik a!" jawab mang Agus.