Teman Online

Teman Online
BAB 10


__ADS_3

Waktu menunjukkan bahwa perkuliahan pun telah selesai dan sari mengajak permata untuk pergi ke rumah Metta karena ia khawatir kepada metta.


"ta!kita kerumah metta yuk?! ujar Sari.


"ya ayok aja aku mah,emangnya kapan?! tanya permata.


"sekarang,soalnya aku khawatir sama dia, gak biasanya dia ga masuk tanpa keterangan apapun!" ujar sari.


"oh oky, ayook!" jawab permata.


Permata dan sari pun bergegas kerumah metta dan setengah jam kemudian mereka sampai di rumah metta dan melihat pintunya terbuka.


"Assalamualaikum.... " ucap sari dan permata.


"sar.. metta kemana kok ga di jawab yak?! apa dia sedang pergi?!" Tanya permata kepada sari.


"ah ga mungkin, dia kalau pergi juga pasti rumah tidak bakalan di biarkan terbuka seperti ini!" jawab sari.


"oh iya ya.. assalamu'alaikum" ucap permata.


Tiba-Tiba metta mendengar suara salam dari ruang tamunya dan metta yang tadi sibuk membereskan dapur bergegas ke ruang tamu.


"Waalaikumsalam.., eh kalian .. silahkan masuk" ucap metta.

__ADS_1


"iya-iya btw kamu matanya sembab kayak abis nangis" ujar sari.


"iya ya.. kamu kenapa met?" tanya permata kepada metta.


"hmm nenek aku meninggal kemarin makanya mata aku sembab karena nangis semalaman" ucap metta dengan nada sedih.


"innalilahi'wainailaihiroziun.. pantesan kamu tidak masuk tanpa keterangan.. lagi!" ujar sari.


"yang sabar ya metta kami turut berduka cita atas meninggalnya nenek kamu..." ucap permata.


"iya metta, kami khawatir sama kamu takutnya kamu kenapa gitu kan jadi kami kesini deh!" ujar sari.


"iya makasih ya" ucap metta kepada sari dan permata.


"eh tau ga met, tadi di kelas tuh ya.. si Sari di marahin sama dosen killer itu, kamu kalau tau aja pasti ketawa liatnya, aku aja mau ketawa ga berani jadi aku tahan deh wkwkwkwk" ujar permata.


" yaiyalah kapan lagi kan kita dapet lelucon yang begitu mengocok perut wkwkwkwk.. lagian kalau di kelas serius Mulu si jadi otak kita pun cuma bisa berpikir keras doang hihihi" ujar permata.


"iyalah2 terserah kamu aja!" ucap permata dengan nada mengalah.


"memangnya kamu sar melakukan apa kenapa kok bisa dosen itu marah-marah?" tanya metta.


"gini jadi si Sari mau nanya keadaan kamu ke ibu dosen, tapi malah pertanyaan dia jadi senjata makan tuan ahahahaha" ucap permata dengan gelagak tawa.

__ADS_1


"iya met, aku nanya baik-baik ke ibu dosen barangkali kan kalo ke dia ada keterangan kenapa kamu ga masuk karena ga biasanya kan, kamu kalo ga masuk apa-apa bilang ke kita lalu kita sampein ke ibunya".ujar sari.


"oh iya aku lupa, bilang izin buat tidak masuk kelas hari ini, aku hanya ingin sedikit tenang sar, ta" ucap metta.


"iya kami ngerti kok perasaan kamu, yang tabah aja ya" ujar permata sambil memegang bahu metta.


"iya, oh iya besok kan libur ya, bisa gak kalian malam ini nginep disini aja temenin aku, soalnya orang tua aku beberapa hari di Banyuwangi mengurusi pemakaman dan tahlilan nenek aku" ucap metta dengan nada memohon.


"ya udah aku nginep disini temenin kamu" ujar sari.


"eh nanti dulu aku belum bilang ke ibu aku buat nginep disini, kamu mah enak disini kamu ngekost sar" ujar permata kepada sari.


"yaelah ini kan zaman canggih tinggal di telvon aja apa susahnya si" ucap sari dengan nada meledek kepada permata.


"oh iya ya sudah aku Televon mama aku dulu yak, oky?" ucap permata.


selang beberapa menit kemudian..


"aduh-aduh anak mami minta izin .. whahahahhaah" ujar sari menunjukkan ledekan untuk permata.


"hihihi, eh aku udah diizinin, katanya boleh tapi harus bisa jaga diri" ucap permata.


"Alhamdulillah, akhirnya aku ada temennya, kalian mau tidur sama aku apa di ruang tamu?" tanya metta.

__ADS_1


"kita tidur sama kamu aja mett" ucap sari.


" ya udh oky" ujar metta.


__ADS_2