
Mereka pun sudah sampai di rumahnya masing-masing, Andreas merasa seperti kehilangan sesuatu dalam dirinya, ia merasa sangat merindukan metta. Padahal tidak lama ia bertemu dan saling meluapkan isi hatinya.
"Hemm, kenapa Aku sangat merindukan metta yak? kira-kira dia sudah sampai dengan selamat atau tidak" gumam andreas dengan wajah yang lesu dan tidak bersemangat.
"ekhem kamu kenapa yas? kayak Ada beban yang sedang kamu pikirkan??? oh iya aku tahu kamu sedang memikirkan Metta ya kan?? wkwkwkwk" ujar adit menyeletuk.
\*\****Hening***\*\*\*
"Yas tenang aja, Metta pasti baik-baik saja disana dan pejuang LDR harus bersemangat dengan hal ini" ujar adit lagi.
Tiba-Tiba handphone Andreas berbunyi dengan kencang, Ternyata yang menelvon nya adalah Metta dengan melakukan video call di WhatsApp nya.
***Kring.. kring.. Kring***
"Yas itu handphone mu berbunyi, jangan ngelamun Aja, kayak orang yang bingung ditagih Sama depkolektor, hahahaha" ujar adit dengan sedikit menggoda.
"Ah kamu ini!" ucap Andreas.
"ini Dari Metta, dia ingin video call'an" ucap Andreas lagi dengan wajah yang sumringah.
__ADS_1
"ya udah cepet kamu jawab, Aku juga mau liat dong, hihi kepo" ujar adit.
" Okey-Okey" ucap Andreas.
Lalu Andreas pun mengangkat telvonnya..
"Hallo, Assalamu'alaikum" ujar metta di televon.
"iya waalaikumsalam, kamu sudah sampai dengan selamat met??" Tanya Andreas dengan wajah yang khawatir.
"hallo" ujar adit dengan melambaikan kamera di tangannya.
"Iya alhamdulilah Aku sudah sampai, dan sementara Aku menginap di hotel ini" tutur Metta dengan membalas lambaian tangan adit.
"iya alhamdulilah" ucap Metta.
"oh syukurlah Aku sangat senang kamu baik-baik saja" ujar Andreas.
"ekhem aku tidak mau mengganggu kalian, terus lanjutkan ya, heheheh" ujar adit yang Pamit ikutan mengobrol di vide call tersebut.
"Sayang, kamu Jaga dirimu baik-baik ya? Aku sangat khawatir sekali" ujar Andreas.
"iya Aku pasti baik-baik disini" ucap Metta.
"btw kamu disana hanya 1 minggu Kan, lalu pulang kesini lagi?" Tanya Andreas.
__ADS_1
"eum kemungkinan tidak Aku harus melihat uwa ku Yang sedang terbaring Di rumah sakit, mungkin nanti Aku akan mengabarimu lagi" ujar Metta.
"Oh begitu, pasti itu akan lama" lirih Andreas dengan nada sedikit rendah.
"tenang sayang, tapi Kan bukan berarti Aku menetap disini, Aku pasti akan pulang ke tempat kelahiranku" ucap Metta.
" iya benar si" ujar Andreas.
" ya sudah barangkali kamu mau istirahat, istirahatlah sayang, besok kamu langsung mengikuti kompetisinya Kan?" Tanya Andreas.
" iya, ya sudah ya , Aku akan tidur dulu, Jaga dirimu baik-baik juga ya, miss you" ucap Metta.
"iya too" ujar Andreas.
Setelah berbicara mereka menutup televonnya. Sedangkan Metta langsung istirahat dan Andreas bergegas mempersiapkan dirinya untuk mengajar.
"Dit ayok Kita siap-siap sebentar sudah jamnya Kita mengajar" ujar Andreas Yang melihat adit sedang memainkan handphone nya.
" ayok, tapi aku mau bertanya denganmu, apa benar kamu akan kembali ke rumah orang Tua mu Dan melanjutkan studymu Di Arab saudi? waktu itu kamu tidak bercanda Kan?" Tanya adit.
"iya benar Aku tidak bercanda, sebelum Aku pulang Aku akan membicarakan hal ini ke pada metta" ujar Andreas.
"yah Aku tidak Ada teman lagi disini dong, hiks" ucap adit dengan nada sedikit sedih.
"Kan Masih Ada guru santri lainnya Yang seusiamu, kamu ini seperti anak kecil saja" ujar andreas.
__ADS_1
"ya sudah lah ayok nanti Kita telat" ujar lagi Andreas.
"Okey" ucap adit.