Teman Online

Teman Online
BAB 7


__ADS_3

sesampainya di kampus metta pun pergi untuk masuk ke dalam kelas dan di sana terdapat tumpukan tugas yang harus dikumpulkan.


meta pun segera mengumpulkannya karena waktunya sebentar lagi akan habis,iya pun lega karena sudah mengumpulkannya dengan tenang, meta pun mencari teman-temannya yaitu Sari dan permata.


"ke mana ya si Sari sama permata perginya" gumam meta dalam hati.


metta tidak menemukan permata dan Sari di dalam kelas, lalu ia bertanya dengan temannya sekelas yang bernama Sinta dan menghampirinya.


"permisi Sinta" tanya meta kepada Sinta.


"iya meta ada apa?!"jawab Sinta.


"oh iya Sin, kamu lihat permata dan sari nggak?"tanya metta lagi kepada Sinta.


"oh kamu mencari mereka? tadi aku lihat mereka baru pergi Dan aku dengar katanya mereka mau ke kantin cari aja mereka ke kantin barangkali ada"jawab lagi Sinta.


"oh gitu ya sudah makasih ya informasinya" ujar meta.


"iya sama-sama"ucap sinta.


meta pun bergegas untuk pergi ke kantin


lalu meta pun melihat Sari dan permata sedang duduk dan melahap makanannya satu persatu, meta pun menghampiri mereka berdua dengan mengejutkan mereka, karena Sari dan permata tidak tahu bahwa meta menemui mereka di kantin.

__ADS_1


*Sari**



*Permata*



doooooooooooooor.


"kaget "Sari dan permata.


"kamu ini mengagetkan kita aja! "ujar Sari.


"ya habisnya kamu, belum berangkat! sepertinya kamu kesiangan ya? tumben tumbenan kesiangan biasanya kalau berangkat pagi!"ujar permata.


"iya nih,Aku semalam ketiduran di meja belajar aku, lagi pula ibu dosen killer itu kan hari ini nggak masuk,ya nggak papa kali, sekali-sekali kesiangan hehehe"ucap meta.


"ya lah sesuka hatimu saja lah "ujar Sari.


"oh iya met, kamu katanya ingin cerita soal kamu ketemu dengan cowok rahasia kamu yang super duper tampan dan kelihatannya cerdas! "ujar permata yang mengingatkan meta akan hal itu.


"oh iya aku hampir lupa hehehe, jadi gini pas libur semester kemarin kan tahu sendiri kita kan nggak kemana-mana ya utamanya akulah, Aku kan emang orangnya suka iseng-iseng apalagi kalau lagi boring... jadi aku iseng-iseng deh cari game di aplikasi tapi yang sekalian bisa ajak ngobrol langsung "ucap meta.

__ADS_1


"iya lalu?"tanya Sari.


"iya, ya aku lihat diaplikasi ternyata ada dan aku langsung menginstalnya tanpa ragu-ragu lalu aku daftarkan ID akun aku. aku mulai iseng-iseng deh dan dapat beberapa kenalan gitu kan... cuma mereka nggak asik tapi beberapa menit kemudian aku random lagi kan, eh aku dapat ID akun dari seorang cowok yang sangat tampan lalu aku diajak ngobrolnya ternyata dia asik sekali orangnya dikira aku mimpi ternyata bukan" ucap metta.


"lalu-lalu apa lagi?" tanya permata dengan wajah penasaran.


"ya aku kasih no whatsapp aku lah, karena dia ingin berteman sama aku dan ingin tahu aku orangnya kayak gimana" ucap metta.


"terus-terus?" tanya Sari kepada metta.


"terus beberapa hari kemudian ia menelvon ku lewat video call, dan ternyata memang benar aslinya cakep banget dan bukan asli orang Cirebon tapi orang Palembang yang sedang bekerja disini di suatu pesantren cuma gayanya trendi sekali, dan pastinya aku seneng banget" ucap metta.


"oh gitu, iya pasti seneng lah" ujar permatta.


"tapi kamu gak takut met, kan zaman sekarang semuanya harus serba hati-hati apalagi kenal cowok di sosial media kan banyak penipuan atau banyak yang terjadi macam-macam" ujar Sari.


"ih kamu parno sekali, iya ngerti cuma buat kita lebih hati-hati aja cuma kan ga ada salahnya menjalin silaturahmi sama orang, ya tepatnya aku harus hati-hati aja si" ucap metta dengan wajah agak sedih karna teman-temannya masih belum percaya dengan hal seperti itu.


"iya met lebih baik kamu harus lebih hati-hati jangan mudah percaya sama orang oky? karna kita ga mau terjadi apa-apa dengan teman kita yang satu ini" ujar permata.


"iya aku ngerti kok, makasih ya kalian itu sangat peduli sama aku.. kalian memang teman-teman terbaikku "ucap metta.


dengan pasang wajah terharu mereka pun berpelukan dan meninggalkan kantin untuk pulang kerumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2