Teman Online

Teman Online
BAB 8


__ADS_3

Metta pun pulang sesampainya dirumah ia melihat ibunya yang sedang menangis di depan ruang tamu, lalu ia langsung menghampiri ibunya dan menanyakan apa yang sedang terjadi.


"Assalamu'alaikum mah? mamah .. mamah kenapa?" tanya metta dengan penasaran sambil memegang bahu ibunya.


"nak,, nenek mu nak" ucap ibunya sambil terhisak-hisak.


"iya nenek kenapa mah?!" tanya tegas metta kepada ibunya.


"nenekmu meninggal hari ini nak" ucap ibunya metta masih menangis.


"apa! nenek meninggal? bukannya tahun kemarin kita kesana, kita lihat nenek masih sehat-sehat aja ya mah?!" tanya metta dengan bibir bergetar.


"iya nak, nenekmu terkena serangan jantung nak" ucap ibunya metta.


"ya Allah mah, padahal nenek itu sayang banget sama metta, kenapa nenek secepat itu" ujar metta dengan meneteskan air matanya dan menangis tak terbendung.


"mamah juga kaget nak, walupun itu ibu dari ayahmu tp udah kayak ibu kandung mamah sendiri" ucap ibunya mettta.


"ya Allah mamah metta masih belum percaya nenek udah ga ada?!" ujar metta sambil memeluk ibunya.

__ADS_1


"Iyah nak, mamah juga sayang" ucap ibunya metta.


lalu datanglah ayahnya metta yang mondar-mandir mencari sesuatu untuk di bawa ke kampungnya, dan mendekati anak dan istrinya.


"Mah ayok, siapkan semua baju yang perlu, kita pulang ke Banyuwangi secepatnya!" ujar ayahnya metta dengan sangat khawatir tidak tau ingin berbuat apa.


"lalu metta bagaimana yah? metta kan masih ada jadwal perkuliahan?" tanya ibunya metta kepada ayahnya metta.


"udah metta disini jaga rumah, bila perlu teman-temannya suruh nginap disini selama kita pergi!" jawab ayahnya metta.


"Iyah mah gapapa metta udah besar bisa jaga diri baik-baik nanti Sari dan permata metta suruh kesini" ujar metta.


"ya sudah baiklah sayang, kamu jaga diri baik-baik ya nak, sebentar mamah mau kasih kamu uang untuk disini selama mamah dan ayahmu pergi!" ucap ibunya metta.


lalu ibunya metta mengambil beberapa uang di lemarinya.


"sayang, ini ada uang 2 jt yang emang mamah sengaja cairkan, soalnya ini di pakai jika ada keadaan mendesak saja, dan ini ada ATM kamu bawa dan simpen baik-baik yah.. isinya tidak besar jika kamu butuh lebih, tinggal telvon mamah aja nanti mamah transfer!" ujar ibunya metta.


"Iyah mah insha Allah ini cukup" ucap metta.

__ADS_1


" ya sudah sayang kamu hati-hati ya" ujar mamahnya metta sambil mencium kening metta.


"iya mamah pasti, mamah dan ayah hati-hati ya di jalannya" ujar metta sambil cium tangan ibunya lalu ayahnya.


"iya nak, assalamualaikum" ucap ibunya metta.


"waalaikumslm" jawab metta.


Lalu orang tua metta pun bergegas naik ke mobil dan langsung berangkat.


walaupun metta blesteran Banyuwangi dan cirebon metta tetap kelahiran Cirebon karena ia di lahirkan di kota ini. Dan dibanyuwangi pada saat ibunya mengandung metta selama 5 bulan lalu pindah ke Cirebon karena ayahnya di pindahkan tugas sampai umur metta 19 tahun ini.


Dan metta pulang ke Banyuwangi hanya pada saat lebaran saja silaturahmi kepada neneknya karena disana hanya ada nenek dan pembantunya, dan orang tua metta pun meminta neneknya itu untuk tinggal bersama namun iya enggan meninggalkan rumah peninggalan suaminya.


Neneknya sangat menyayangi metta karena ia hanya memiliki cucu satu-satunya yaitu metta, dan metta enggan untuk mempunyai adik, karena takut kasih sayang dari orang tuanya pudar begitu saja.


Dan metta hanya memiliki nenek ibu dari ayahnya, semuanya sudah meninggal kini tinggal nenek dari ayah satu-satunya pun sudah tiada.


waktu pun berganti malam

__ADS_1


Metta masih menangis dan masih tak percaya bahwa neneknya sudah tiada sampai ia pun ketiduran di ruang tamu.


itu sudah menjadi kebiasaan lama dia kalau tidak bergegas pergi ke kamarnya dan merebahkan badannya.


__ADS_2