Teman Online

Teman Online
Bab 21


__ADS_3

Keesokan harinya metta terbangun dalam tidurnya iya bergegas untuk mengikuti lomba menulis novel seprovinsi.


"huammmm, aku harus cepat-cepat berangkat nih, nanti yang ada aku bisa telat mengikuti lomba tersebut" gumam metta dengan meregangkan kedua tangannya.


Metta pun bergegas untuk berangkat, sesampainya disana, teman-teman seperjuangannya pun sudah pada menunggu lomba itu di mulai.


"Hem ternyata banyak juga ya yang mengikuti lomba ini" ujar metta dengan melihat isi ruangan tersebut.


Selang beberapa menit kemudian lomba tersebut sudah mulai, ada beberapa motivator,juri,pengawas yang mengawasi lomba tersebut.


Setelah 1 jam kemudian mereka telah selesai lalu meninggalkan ruangan tersebut, juri dan pengawas beserta motivator kembali keruanganya, namun salah satu motivator muda ia melihat sebuah handphone yang ada di salah satu meja peserta yang mengikuti lomba tersebut.


Motivator itu bernama Yudi alifan, berumur 24 tahun, masih lajang. ia terbilang sangat piawai dalam pekerjaannya sebagai motivator, banyak pula buku novel, cerpen, puisi yang ia ciptakan sendiri yang laris di pasaran, sehingga ia bisa disebut sebagai penulis berbakat.


"hemm, ini handphone siapa? kenapa bisa ada disini, ini sangat ceroboh sekali, aku simpan dulu pasti beberapa menit atau jam ada seseorang yang akan mengambilnya" gumam Yudi dengan mengambil handphone tersebut.


Ketika metta ingin keluar dari gerbang, ia ingin mengambil handphonenya untuk mengabari keluarganya, namun handphone nya ketinggalan di ruangan tadi.


"eumm, aku harus mengabari ayah, kemarin aku berangkat lupa untuk mengabarinya" gumam metta dalam hati.


"euuum mana si handphone nya" ucap metta dengan mengambil di tasnya.


"loh kok ga ada, apa jangan-jangan ketinggalan di ruangan tadi, ya ampun aku sangat ceroboh sekali, itu kan penting, aku harus kesana lagi untuk mengeceknya, jika tidak ada aku akan keruangan pengawas" ujar metta lagi dengan panik ketika ia melihat tasnya yang kosong tidak ada handphone kecuali isi dompet dan beberapa buku.


kemudian metta bergegas untuk kembali keruangan tersebut. sesampainya disana ia melihat sudah tidak ada di atas meja.


"yah tidak ada, aku harus ke ruangan pengawas" gumam metta.


sesampainya di ruangan pengawas.


Tok.. Tok.. Took..


"permisi pak" ujar metta.


"iya silahkan masuk" ucap salah satu pengawas bernama Ardi.


"ada apa ya?" tanya Ardi.


"maaf pak begini, tadi saya saat meninggalkan ruangan lomba tersebut, ketika saya cek tas saya, handphone saya tidak ada, apakah bapak melihatnya?" tanya metta dengan sedikit gugup dan gemetaran.


"apakah ini handphone kamu!" ujar Yudi yang tiba-tiba memotong dan mengulurkan handphone di sakunya.


"ah, iya benar pak motivator, saya sangat berterima kasih karena bapak sudah menyimpan handphone saya dengan baik, terima kasih, saya tidak tahu bagaimana jika nanti handphone saya hilang" ucap metta.


"iya sama-sama lain kali, jangan sampai ceroboh, siapa namamu?!" tanya Yudi.

__ADS_1


"iya pak, saya metta pak" ujar metta.


"oh ya sudah, silahkan kamu sudah boleh pergi dari ruangan ini, karena kami akan mengecek novel yang kalian buat" ucap Yudi.


" baik pak, saya permisi" ujar metta.


"iya" ucap Yudi.


Metta pun bergegas untuk pulang ketika ia pulang, ia menunggu taksi namun tidak mendapatkannya juga sampai selang beberapa menit hujan turun mengguyur badan metta, metta mencari tempat berteduh, namun tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya dan turun lah seorang pria dengan membawakan payung.


Tin.. tin..tin..


"metta, metta ya!" ujar Yudi yang menghampiri metta.


"oh pak motivator" ucap metta.


"jangan panggil, saya itu, panggil saja saya Yudi" ujar Yudi dengan memayungkan metta.


"oh iya baik pak" ucap metta dengan kedua tangan menyelimuti tubuhnya karena kedinginan.


"met, kamu sedang mencari taksi ya, mari saya antar saja kamu, ini hujan deras nanti yang ada kamu sakit" ujar Yudi.


"oh saya nanti merepotkan bapak, eh maksud saya kamu" ucap metta.


"tidak apa-apa, kamu mau pulang kemana?" tanya Yudi.


"oh kebetulan, searah dengan hotel yang kamu tempati, ayok mari" ujar Yudi dengan menuntun metta kemobilnya.


"iya baik, terima kasih" ucap metta.


Yudi dan metta pun bergegas masuk kemobil diperjalanan mereka saling berbicara.


"oh iya Met, btw kamu asli orang mana?" tanya Yudi dengan kondisi menyetir.


"saya asli orang Jawa barat, Cirebon tepatnya, tapi saya blesteran Banyuwangi dan Cirebon" ucap metta.


"oh, kalau saya asli malaysia, tapi orang tua Jakarta, cuma saya numpang lahir disana, karena orang tua dinas disana hehehe" ujar Yudi.


"oh begitu" ucap metta.


"lalu kamu sekarang kuliah di universitas Cirebon?" tanya Yudi.


"iya" ucap metta.


"okey, setelah ini kamu masih tetap di hotel atau bagaiman?" tanya Yudi.

__ADS_1


"eum kemungkinan saya akan ke kota sebrang, ke rumah kakak ibu saya" ucap metta.


"oh okey, berapa lama kamu disana" tanya Yudi.


"saya tidak tahu, saya harus lihat kondisinya dulu" ucap metta.


"oh baiklah, maaf ya saya banyak bertanya" ujar Yudi.


"iya tidak apa-apa" ucap metta.


"oh iya nanti kapan-kapan saya boleh bertemu lagi denganmu kan? dan kita menjadi teman?" tanya Ardi.


"oh tentu pak, maaf tentu yud" ucap metta.


" okey kalau begitu" ujar Yudi.


selang 1 jam, merekapun sudah sampai di depan hotel Cempaka tersebut, ketika metta akan turun metta di cegah sebentar oleh Yudi.


"met, btw apakah saya boleh meminta nomor handphone mu dan menyimpannya tidak?" tanya Yudi.


"boleh" ucap metta.


"silahkan kamu ketik, ini handphone nya" ujar Yudi dengan mengulurkan handphone nya ke metta.


"iya, 08567Xxxxx, ini sudah selesai" ucap metta dengan mengembalikan lagi handphone Yudi.


"eum, saya kembali dulu ya kedalam, terima kasih sudah mengantar" ucap metta.


"iya baik, terima kasih kembali" ujar Yudi.


metta bergegas untuk kembali kekamarnya, dan Yudi pun bergegas untuk pulang kerumahnya.


"hemmm, capek sekali hari ini" gumam metta dengan membaringkan badannya di atas kasur.


"oh iya aku lupa, ingin mengabari ayah" ucap metta.


kring.. kring.. kring..


"kok telvonku tidak di jawab-jawab, ah sudahlah besok saja aku menelvon ayah, mungkin ayah sedang sibuk" ucap metta.


Hari pun cepat berlalu dan malam sudah tiba metta pun bergegas untuk makan, selesai makan ia bergegas untuk siap-siap tidur, karena ia begitu kelelahan hari ini.


ketika metta sedang tidur.. ayahnya tiba-tiba menelvonnya karena melihat pesan Televon masuk yang tidak diangkat oleh ayahnya.


kring.. kring.. kring..

__ADS_1


"Hem anak itu kemana, di telvon balik ia juga tidak mengangkatnya pula, mungkin dia hari ini sudah kelelahan, karena hari ini kan ia mengikuti lomba tersebut, nanti besok saja ayah telvon balik kamu nak" ucap ayahnya.


__ADS_2