Teman Online

Teman Online
bab 22


__ADS_3

keesokan paginya, metta terbangun dan bergegas untuk menuju pelabuhan yang akan ia tumpangi..


Tiba-tiba..


kring.. kring.. kring..


"aduh, siapa yang menelvonku ya, Hem aku sangat buru-buru nih, agar nanti sampai di tj pinang tidak sampai sore" gumam metta dengan mengambil telvon dalam tasnya dan langsung melihatnya.


"eum, ayah, kenapa ayah menelvonku, oh iya aku yang belum mengabarinya sampai hari ini, heumm" gumam metta.


"hallo, iya yah?" tanya metta.


"nak, bagaimana kabarmu? bagaimana lomba novelmu, lancar tidak?" tanya ayahnya.


"Alhamdulillah yah lancar" jawab metta.


"sekarang aku mau menuju rumah uwa yah" ucap metta.


"oh jadi sekarang kamu sedang di perjalanan ya sudah sayang, hati-hati ya" ujar ayahnya.


"iya yah" ucap metta.


mereka pun menutup Televon, dan metta bergegas menaiki kapal Ferry, ketika ia menaiki kapal tersebut.


"hemm, kapalnya sudah semakin bagus saja, banyak fasilitas barunya juga" gumam metta.


ketika di tengah perjalanan.


"pemandangannya disini masih tetap sama seperti dulu, andai Andreas ikut denganku, pasti sekarang aku dengannya dan menikmati pemandangan yang indah ini" gumam metta.


Tidak lama kemudian, ia sampai di pelabuhan dan ia menyewa taksi untuk menuju rumah uwanya yang lumayan jauh jaraknya.


dari satu jam setengah perjalanan, metta pun sampai dirumah uwanya.


"assalamualaikum" ujar metta.


"waalaikumslm, eh metta, apa kabar sayangku" tutur wanih.


"baik wa, bagaimana kabar uwa? katanya uwa sakit" ujar metta.


"Alhamdulillah sekarang sudah baik juga, ia ini uwa baru keluar dari rumah sakit 1 mingguan" ucap uwanya.


"oh syukurlah" ujar metta.


"oh iya kata ayahmu, kamu ikut lomba menulis novel yaa?" tanya uwanya.


"iya wa, dan sekarang metta disuruh jenguk uwa, kata ayah uwa sakit, jadi sekalian mampir kesini" ujar metta.


"oh iyalah, sayang uwa mau bilang kekamu" ucap uwanya.


"iya wa, ada apa?" tanya metta.


"gini sayang, kakak sepupumu, sekarang kan usahanya sudah lumayan berkembang, bisa tidak kamu bantu dia sedikit di klinik, karena di klinik kita kekurangan orang, uwa juga udah bilang sama ayahmu, tapi nanti kalau kamu bantu disini, bagaimana kuliahmu" ujar uwanya.


"oh begitu, iya insyaallah metta bisa wa, kuliah nanti lewat online dan palingan nanti metta minta izin untuk pulang 6 bulan sekali, boleh?" tanya metta.


"boleh sekali sayang, terima kasih ya, kamu mau membantu kami" ucap uwanya.

__ADS_1


"iya wa, aku ini kan masih ponakanmu, jadi tidak apa-apa, heheheh" ujar metta.


"ya sudah, kamu tidur disini" ucap uwanya dengan mengantarkan kamar tamu.


Hari semakin malam, dan mereka pun tidur di kamarnya masing- masing.


keesokan harinya di klinik..


"hemm, kliniknya masih sama waktu itu aku berkunjung kesini" gumam metta dengan melihat-lihat klinik kakak sepupu nya.


tiba-tiba ada telvon masuk.


kring.. kring.. kring.


"hallo" ucap metta.


"hallo, metta apa kabar, kami kangen kamu nih, di kampus jadi sepi tidak ada kamu" ujar Pratiwi.


"Alhamdulillah baik,heheheh, bagaimana kalian?" tanya metta.


"kami juga baik, kamu kapan pulang kecirebon laginya?" tanya sari.


"insyaallah setiap 6 bulan sekali aku pulang, dan aku pasti akan menemui kalian" ujar metta.


"baiklah, kami menunggu" ucap permata dan sari serentak.


"oh iya ibu dosen, sudah masuk, kami tutup dulu ya telvonnya nanti kita sabung lagi, dadah" ujar sari.


"dah" ucap metta.


"metta, nanti tolong bantu mas, kamu catat daftar pasien ya, karena yang biasa tugas sedang cuti hamil" ujar kakak sepupu nya.


"baik mas, metta akan kerjakan dengan baik" ucap metta.


"iya sayang, mas percaya" ujar kakak sepupunya.


setelah mereka berbincang, semua karyawan dan termasuk metta melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


waktu pun sudah mulai sore, metta kembali ke rumah uwanya.


"assalamualaikum wa" ucap metta.


"waalaikumslm, bagaimana sayang, pekerjaannya?" tanya uwanya.


"Alhamdulillah baik wa, berjalan dengan lancar" ucap metta.


"tapi mas mu kenapa belum pulang juga?" tanya uwanya.


"iya mas masih mengurus beberapa hal di klinik wa, sebentar lagi mas juga pulang, aku kekamar dulu ya wa, metta pergi mandi" ucap metta.


"oh baiklah" ujar uwanya.


tidak lama kemudian, datang kakak sepupunya.


"mah, aku pulang" ujar kakak sepupu metta.


"eh, mas gimana diklinik?"tanya ibunya.

__ADS_1


"lancar" ucap kakak sepupu metta.


"bagaimana kerjaan metta?" tanya lagi ibunya.


"dia kerjanya bagus mah" ucap kakak sepupu metta.


"oh syukurlah" ucap ibunya.


"sana kamu pergi mandi terus panggil metta, kita makan sama-sama" ujar ibunya.


"baik mah" ucap Kakak sepupu metta.


Setelah mereka saling membersihkan badan mereka masing-masing, kakak sepupu metta memanggilnya.


"met, ayok kita makan" ucap kakak sepupu di depan pintu kamar metta.


"baik mas, mas saja dulu nanti metta ke ruang makan" ujar metta.


"baiklah" ucap kakak sepupunya.


Di ruang makan.


"eumm, enak sekali" ucap kakak sepupunya dengan memakan makanan tersebut.


"eh, maaf ya kalian menunggu, heheh" ujar metta dengan tiba-tiba datang di ruang makan tersebut.


"mari sayang, makan, supaya nanti mamah dan ayahmu senang, melihat putrinya pulang itu badannya makin berisi" ucap uwanya.


"heheheh, uwa bisa aja, iya wa, mari kita juga makan" ujar metta.


"baiklah" ucap uwanya.


"oh iya btw, bagaimana dengan kuliahmu met?" tanya kakak sepupunya.


"oh kuliah aku mah gampang mas, tinggal aku nanti ikut pembelajaran via online mas" ujar metta.


"oh iyalah, zaman sekarang sudah makin canggih saja, dulu dizaman mas tidak ada yang seperti itu" ucap kakak sepupunya.


"heheheh, ya itu kan mas, oh iya mas, asalkan nanti aku minta izin 6 bulan sekali buat pulang kerumah, dan mengurus perkuliahan aku" ujar metta.


"jangan pun 6 bulan sekali kamu boleh pulang, gajipun mas bayar muka" ucap kakak sepupunya.


"eeum, mas emang dari dulu yang terbaik, heheeh" ujar metta.


"iya asalkan kamu kerja jangan main-main" ucap kakak sepupunya.


"iya baik bos" ujar metta.


"sudah-sudah cepat habiskan makanan kalian, terus langsung pergi istirahat, kalian kan besok akan pergi kerja lagi" tutur uwanya.


"baik bos" serentak metta dan kakak sepupunya.


Tidak lama merekapun selesai makan, dan mereka langsung pergi ke kamarnya masing-masing.


"eum, bagaimana kabarnya Andreas ya, aku sangat merindukannya, apakah aku harus menelvonnya sekarang?, ah tidak ini sudah malam, tidak bagus aku mengganggunya, mungkin lain kali saja, aku akan menelvonnya" gumam metta dalam hatinya.


Metta pun bergegas untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2