
waktu begitu cepat berlalu dan keesokan harinya...
metta terbangun dalam tidurnya dan waktu menunjukkan jam 7 pagi, ia tidak sadar bahwa ia ketiduran di sofa dan matanya bengkak atas kejadian kemarin malam.
Ia langsung bergegas ke kamar mandi dan membasuh wajahnya, ia pun lupa bahwa hari ini ada perkuliahan. metta masih belum percaya atas semua itu, dia membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sehingga ia pun tidak kepikiran bahwa meminta ijin untuk tidak masuk kelas.
ia langsung menuju dapur, ia tidak semangat untuk menjalani hari ini.. dengan wajah lesu ia terpaksa memasak untuknya sendiri karena tidak ada pembantu dirumah dan selama ini semua pekerjaan di tanggung oleh ibunya. termasuk membangunkan metta jika ia kesiangan untuk berangkat kuliah.
Metta termasuk anak yang sedikit manja, tapi sekarang tidak ada orang tuanya maka metta mengambil alih semua pekerjaan dirumahnya itu, rumahnya agak besar dan mungkin sedikit sulit untuk mengerjakan semuanya, tapi itu menjadi sebuah keharusan untuknya.
*******
Di kelas tiba-tiba sari heran melihat kelas seperti ada yang kurang..
lalu ia teringat metta, dan ia bertanya kepada permata dengan berbisik-bisik, karena sedang berlangsungnya pembelajaran dan takut ia nanti dimarahi oleh ibu dosen killer tersebut lalu di tertawakan oleh teman-temannya.
__ADS_1
"permata! kamu tahu metta tidak sekarang?!" tanya Sari kepada permata yang asik mencatat yang ibu dosen sedang terangkan.
"ya aku ga tau kan aku disini sama kamu bukan sama metta kalau aku sama metta pasti aku kasih tau kamu(sambil mencatat) , oh iya bener si metta kemana yak kok ga ada di kelas" ujar permata ia baru sadar.
"ih kamu ni telat banget ya, hmm kalo soal laki-laki aja cepet" ujar Sari.
"heheheh abisnya aku kan lagi fokus fokus ulalala, udah ah balik lagi dengerin ibu dosen nerangin nanti yang ada kamu di marahin loh!" ucap permata.
"iya deh , coba aku tanya ah sama ibu dosennya barangkali metta izin dan alasannya kenapa tidak masuk" ujar Sari.
"eh jangan nanti kamu yang ada di marahin loh" ucap permata.
Lalu sari pun bertanya kepada ibu dosen killer yang sedang menerangkan materi.
"ibu maaf saya ingin bertanya" tanya sari dengan mengacungkan tangannya.
__ADS_1
"iya silahkan" jawab ibu dosen killer.
"Bu saya bukan mau tanya tentang materi ini saya hanya ingin tanya bahwa ibu tahu tidak metta kenapa hari ini tidak masuk" tanya Sari dengan pertanyaan yang membuat jantungnya berdetak kencang karena takut.
"kamu ini gimana si ya seharusnya saya yang nanya sama kamu, kamu kan temen deketnya masa ga tau malah saya yang ditanya emanganya saya ibu kandungnya apa!" jawab ibu dosen killer itu dengan lantang.
" em iya si Bu saya soalnya tidak tahu barangkali metta izin ke ibu tidak masuk karena apa gitu..." tanya lagi sari dengan wajah agak keringetan.
"ya saya tidak tahu kamu cari tahu sendiri tapi yang jelas hari ini metta tidak ada keterangan apapun, ngerti!" jawab ibu dosen killer itu.
"emm iya bu, saya ngerti terima kasih bu" ucap sari.
"Aduh skakmat ni aku, kalau ibu kandungku sifatnya kayak gini bisa-bisa setiap hari aku mati berdiri" gumam sari dalam hati.
semuanya tertawa dengan menahan, karena takut dimarahi juga oleh ibu dosen killer itu.
__ADS_1
"udah sar penasaranmu jangan berkelanjutan soalnya bahaya, hahahahhaha" ujar permata dengan bisik-bisik kepada sari dan tawa yang menahan.
"hhhm iyalah" ucap sari.