
Beberapa jam kemudian, Metta dan Andreas telah sampai di mall.. Mereka bergegas untuk mengantri agar mendapatkan tiket lebih cepat Karena filmnya sebentar lagi akan ditayangkan..
Lalu Andreas tiba-tiba memegang tangan Metta dengan erat.
"Ayok metta, jalannya agar lebih cepat lagi.. biar Kita tidak ketinggalan nontonnya" ucap Andreas sambil menggandeng tangan Metta dengan kuat.
"iya" Metta hanya bisa melirik ketangannya dengan tersenyum.
Mereka pun masuk Dalam studio mallnya, dengan santai mereka duduk bersampingan.. Dan Kini hanya mereka berdua, tidak akan ada Yang mengganggunya Hari ini. Kali ini mereka menonton film Yang berbau horor.
"Kamu tidak masalah menonton ini?" Tanya Andreas dengan lembut.
"tentu saja tidak, orang hanya film bukan kenyataan hehehe" ucap Metta.
selang beberapa menit muncullah adegan menakutkan Dan mengagetkan, tiba-tiba Metta terkejutkan oleh film tersebut, lalu metta reflek memegang tangan Andreas dengan kuat Dan tersenderlah badan Metta Di pundak Andreas.
"Aaaaw" lirih Metta Yang tiba-tiba menyenderkan badannya ke reas Dan memegang kuat tangan Andreas dengan sambil menutup matanya.
"Heheheh kamu takut ya, sudah kubilang kamu ini sebenernya penakut ya Kan..?" Tanya Andreas sambil menggodanya.
"ah tidak-tidak hanya saja Aku terkejut" tutur Metta dengan wajah memerah.
"eum oky kalau kamu tidak mau mengaku, Aku akan seperti ini" ujar Andreas yang meresponnya balik dengan memeluk bahu Metta dengan erat.
"hemm.." Gumam Metta dengan menatap Mata andreas dengan Mata tajam Dan penuh perasaan.
"Sepertinya kamu tidak mau berhenti menatap wajahku Yang tampan, kamu Masih ingin menatapku dengan seperti itu atau mau melanjutkan tatapanmu pada Layar lebar itu" ucap Andreas sambil tersenyum Dan menggodanya.
"hemm kamu bisa-bisanya ditempat ini Masih menggodaku" ujar Metta Yang langsung melepaskan pelukan Andreas.
__ADS_1
"bukannya tempat seperti ini Yang cocok" ucap andreas.
"ah kamu ada-ada saja, udah ah lanjutin nontonnya jangan bercanda mulu" ujar Metta dengan wajah memerah pada pipinya.
Lalu mereka pun melanjutkan untuk menonton.
selang satu jam setengah, mereka pun keluar Dari studio lalu mereka pun pergi untuk makan Di sekitaran mall tersebut.
"Kamu ingin makan apa met?" Tanya Andreas.
"Aku apa saja, terserah kamu" ucap Metta.
Andreas pun melihat resto seafood Dan langsung mengajak Metta untuk makan seafood tersebut.
"Mett? Kita ke Sana yuk, itu Ada seafood sepertinya enak" ucap Andreas.
"Oky" ujar Metta.
"eumm enaknya" lirih Andreas.
"kamu tidak bisa membukanya?.. wkwkwkwk" Tanya Andreas.
"iya nih Karena memang, Aku tidak tahu caranya bagaimana makan kerang" ucap Metta.
"sini Aku kupasin yak" ujar Andreas.
"baiklah" ucap Metta dengan senang.
Andreas pun tanpa memperlambatnya ia langsung mengupaskan kerang-kerang milik Metta agar langsung menyantapnya.
__ADS_1
" eummm lezaaat sekali, Aku sangat suka" ujar Metta dengan lahap memakan kerang-kerang nya tersebut.
"kamu ini makan seperti anak kecil saja" ucap Andreas sambil mengelap sisa makanan yang berada di mulut Metta.
"..." Metta hanya tertegun melihat sikap Andreas.
".." mereka terhentak Dan saling menatap Mata.
"eum oh iya Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu" ujar Andreas.
"iya kamu ingin mengatakan apa kepadaku?" tanya Metta.
"sebetulnya Aku Ada perasaan kepadamu" ucap Andreas dengan memegang tangan Metta.
"Apakah Yang kamu bilang itu benar?" Tanya lagi Metta.
"tentu saja, Ketika Aku menyukai seseorang Aku tidak akan mempermainkannya" ujar Andreas.
"hmm iya, Aku tahu itu Dan Aku percaya.. sebetulnya Aku pun Sama menyukaimu yas" ucap Metta dengan Mata Yang berbinar.
"oh ya, sejak kapan?" Tanya Andreas.
"sejak Kita awal bertemu" jujur meta.
"oh oky, jadi apakah kamu mau menjadi teman kencan alias menjalin hubungan ini Dan insyaallah ke jenjang pernikahan?" Tanya Andreas.
"eumm, iya insyaallah" ucap Metta.
"oky berarti Kita resmi menjadi pasangan" ujar Andreas.
__ADS_1
"iya" ucap Metta dengan wajah memerah.
Mereka pun melanjutkan makanan mereka, selang beberapa menit mereka selesai, dan mereka langsung bergegas pulang Karna Hari sudah sore, Andreas mengantar Metta sampai rumahnya.