
Hibiki sudah rapi dengan tuxedo hitam dan rambut gondrong yang di tata rapi, juga jam Rolex yang jadi pemanis. " Tuan muda mobilnya sudah siap. "
" Aku akan menyusul. "Ucapnya.
" Baik tuan. "Menunduk hormat.
Kring....Kring
" Hallo "melihat jam pukul 19:00.
" Sayang tolong datang ke butik, pegawai mu buat ulah "rengek seorang wanita di sebrang telp.
" Hah.., baiklah aku akan kesana "menutup telp.
...Hibiki's Store...
" Lihat saja..., kekasihku akan segera memecat mu. "
" Maaf nona, tapi kami tidak salah "ucap beraninya.
" Ish...."Kesalnya.
Beberapa menit kemudian, Hibiki datang dengan gaya cool khasnya dan melihat sang kekasih yang belum siap-siap juga.
" Ayolah..., ini penting bagiku untuk membawa pasangan "tanpa melihat Libby.
" Hibiki..., aku tidak ada semangat lagi karena dia. "Menunjuk Libby. " Karena dia mood ku buruk, gaun ku rusak karenanya. "Mengadu.
Hibiki menatap tajam ke arah Libby, dan menghampiri pegawainya. " Kamu pegawai baru, aku belum pernah melihat. "
" I....iya tuan "berjalan mundur. " Apa karena mu gaun kekasih ku rusak "deliknya. " Maaf tuan itu tidak di sengaja "menunduk.
" Kamu dengar "rengeknya. "Diam Naomi, aku sedang bicara dengan nya "sedikit marah. " Pertanggung jawabkan kesalahan mu. "
" Tapi itu tidak sepenuhnya salah saya, nona..."Libby kaget karena di tarik oleh bosnya Hibiki, hingga sangat dekat tubuh keduanya.
Deg...
Libby berdebar bukan karena perasaan.., tapi takut terjadi hal tidak di inginkan.
" Hibiki.."ucap Naomi sedikit cemburu.
" Hukuman mu menggantikan posisi Naomi. "
" Apa "kaget Libby dan Naomi.
" Hibiki kamu bercanda "Naomi tidak terima. " Tuan.."Gugub Libby. " Cepat ganti pakaian mu. "Mengambil gaun asal dan memberikannya pada Libby.
__ADS_1
" Tuan..., tolong berikan hukuman yang lain saja. "
" Berurusan dengan ku tidak bisa tawar menawar. "Mendorong pelan Libby untuk masuk ke ruang ganti.
" Jangan salahkan pegawai ku, salahkan dirimu hingga membuat aku harus memilih pilihan ini. "Ucapnya.
Singkatnya Naomi dan Hibiki melihat Libby keluar dari ruang ganti, keduanya akui Libby memiliki tubuh bak model. Pujian terhenti saat Naomi merasa lucu melihat Libby belum melepas label.
" Kamu gila tidak melepaskan labelnya...hha. "Tersenyum puas. Hibiki berjalan mendekat dan mencabut label tersebut. " Jangan mempermalukan ku "Melihat wajah ayu Libby.
" Jangan menatap ku seperti itu. "Melepas jepitan rambut Libby. " Apa yang kamu lakukan "cibir Naomi.
" Penampilannya biasa saja, aku tidak mau dia merusak momen ku "menarik pergelangan tangan Libby.
" Tuan.."Menyeimbangi langkah Hibiki.
Di perjalanan Libby maupun Hibiki tidak ada yang bicara satupun. Dalam hati Libby gelisah sebab khawatir pada ibunya yang menuggu kepulangan nya.
" Tuan ini salah "Libby memberanikan diri bicara. Hibiki hanya melihat sekilas dan memalingkan wajahnya. " Ish..."Libby mendengus.
Sampainya di acara Libby kaget melihat temannya juga turut hadir. " Tidak mungkin " Ucap pelannya khawatir melihat luar kaca mobil.
" Turunlah jangan buang-buang waktu ku "titah Hibiki. Libby turun dari mobil dengan takut-takut di lihat teman-teman nya. Hibiki heran kenapa dengan sikap Libby yang seperti itu. Apakah ada seseorang yang di kenal Libby di pesta tersebut.
Aula begitu ramai dengan pasangan yang sudah menikah dan yang belum, pesta pernikahan crazy rich no satu di kota tersebut. Teman Hibiki semasa SMP yang bernama Takuma.
" Apa itu Libby. "Ucap seorang wanita. " Iya benar. "Setuju seorang pria. " Itu memang dia...hha "ucap wanita satu lagi.
" Libby..., O kamu sangat berbeda hari ini, pakaian mu terlihat mahal. " Puji pria tersebut.
" Hahaha.., O dia siapa tidak mungkin pacar mu bukan. "Bisik wanita tersebut.
" Dia siapa "tanya Hibiki. " Kenalkan aku Milly, dia Ava dan ini kekasih ku Oden. Kami pernah satu sekolah dengan Libby..., benarkan. "Melirik tajam Libby.
Hibiki melihat kembali wajah Libby yang tidak tenang. " I.., iya dia teman-teman ku "ucap gugub Libby.
" Kenalkan dia pada kami, tidak mungkin dia kekasih mu bukan. "Ujar Oden meremehkan.
" Apa maksudmu "ucap tajam Hibiki. " O..., kami salah bicara. "Ucap Milly.
" Libby datang kemari bersama ku, jadi dia kekasih ku. "Merangkul pinggang Libby. " Apa.."kaget Milly, Oden dan Ava.
" Jangan mengganggu kami "decik Hibiki membawa Libby pergi. " Jangan salah paham "bisik Hibiki. " Saya tahu batasan tuan. "Balas Libby.
" Aku tidak percaya pria itu kekasihnya. "Ucap Ava. " Kita buktikan Libby hanya pura-pura jadi kekasihnya. "Sahut Milly.
Libby dan Hibiki menghampiri sang pemilik hajatan. " Takuma..., selamat atas pernikahan mu. "
__ADS_1
" Terima kasih sudah mau datang, dia kekasih mu "tanya Takuma. " Aku Sayuri, perkenalkan dirimu "senyum ramah Sayuri.
" Libby...."sedikit gugub. " Eh..."melihat bosnya. " A..., aku "ingin meluruskan. Namun tangan Hibiki sudah merangkul bahu Libby semakin dekat dengannya.
" Aku sudah bilang, jangan sampai mempermalukan ku. "Bisiknya. Libby diam dan tidak jadi meluruskan. Diam adalah kunci lebih aman.
" Aku permisi ke toilet "izin Hibiki. " Ah baiklah "angguk Takuma. " Libby bisa bantu aku ganti gaun. "Pinta Sayuri.
" Tentu saja "angguk Libby.
TOILET...
Hibiki selesai dengan urusan nya di toilet, saat akan keluar dirinya terhenti mendengar suara yang tidak asing. Yap suara teman-teman Libby yang di jumpai di aula.
" Keluarga Libby sudah bangkrut sejak kita sekolah, dan juga pendidikan Libby rendah tidak mungkin bisa mendapatkan Hibiki, pria sempurna "ujar Ava.
" Kamu benar, Hibiki pantas mendapat yang lebih dari Libby. Dan aku lihat dia jadi pelayan. "Ujar Milly sambil menghisap rokok.
" Ah..., kehidupannya berubah drastis dari merendahkan diri meminta kita untuk jadi teman. Sekarang jadi budak baik kita.., hahaha. "Tawa Oden.
" Hha..., seandainya dia tahu..."Terhenti.
" Milly ada apa dengan mu. "Tanya Oden.
" Aku tidak bisa menerima ini, bagaimana bisa Libby mendapatkan pria seperti Hibiki. "Cibirnya berlalu pergi.
" Milly..."panggil Oden. " Jaga dia baik-baik, dia akan mencampakkan mu lagi. "Ucap Ava. " Hah..."Mendengus mengejar Milly.
Libby selesai membantu Sayuri dan merapikan syal yang di kenakan. " Nona terlihat cantik "puji Libby. " Tidak..., kamulah yang cantik "puji balik Sayuri.
"Hahaha...."tawa keduanya. " Bisakah kita jadi teman sekarang. "Pinta Sayuri memegang tangan Libby. " Apa..., apa nona tidak salah meminta berteman dengan saya. "Ujar Libby.
" Aku sangat nyaman ngobrol dengan mu, bisakah catat no telp mu. "Memberikan ponselnya.
" Baiklah "angguk Libby. " Terima kasih "senang Sayuri.
Singkatnya Hibiki sudah berkumpul dengan teman-teman pria yang lain, memperkenalkan Libby pada semua teman-teman nya. Aktivitas Hibiki dan Libby di pantau terus oleh Milly CS.
Libby yang tidak tahu apa-apa bingung dan heran dengan bos-nya. Di perjalanan pulang Libby tertidur lelah, dengan sedikit menahan dingin karena memang gaun yang di kenakan nya terbuka.
Hibiki mengambil selimut di belakang dan menyelimuti Libby. Di lihat dari jarak dekat Hibiki terpesona dengan kecantikan alami yang di miliki Libby. Libby membuka matanya dan dua pasang mata untuk sesaat saling melihat.
Hibiki dan Libby keduanya jadi gugub.
" Tuan sedang apa "tanyanya. " Jangan berpikiran yang aneh-aneh, tadi aku lihat kamu kedinginan. "Enggan bicara lagi.
" Ouh.., terima kasih tuan. "Memegang erat selimut dan tidur kembali. Hibiki kembali menengok dan melihat Libby yang tengah tidur. Hibiki kembali memeriksa ponselnya dan melihat informasi tentang yang di carinya.
__ADS_1