
Acara pernikahan Riichi dan Libby di gelar secara tertutup, dan di selenggarakan di pulau milik Riichi. Riichi dan Libby menyalami para tamu undangan.
" Selamat untuk kalian, ibu sangat senang sekali. "Memeluk erat Libby. " Terima kasih bu "ucap Libby mengelus punggung ibu mertuanya.
" Kamu juga ya nak. Ibu bangga kamu sudah jadi kepala keluarga. "Memeluk putranya. " Terima kasih bu. "Memeluk ibunya erat.
Libby tersenyum haru melihat ibu dan anak tersebut. Tanpa sengaja tangannya mengelus perutnya sendiri. Tanpa dirinya tahu Hibiki melihat pergerakan Libby.
^^^Kenapa Libby mengelus perutnya, dalam hati Hibiki ^^^
Hibiki berjalan ke arah pengantin dan memeluk temannya Hibiki dan menyalami Libby. " Tolong jaga dia. "Ucap Hibiki.
" Santai saja, dia akan baik-baik saja. "Memeluk pinggang Libby. Hibiki tersenyum dan pergi meninggalkan sang pengantin.
Siang berganti malam, Libby kini berada di kamar Riichi, sang empu masih di dalam kamar mandi. " Apa yang dia lakukan hingga jam 23:00 malam. "Herannya melihat jam.
Ceklek....
" O..., kamu belum tidur. "Tanya Riichi.
" Aku menunggu mu, apa yang membuatmu lama. "Tanya balik Libby.
" Anu..."bingung nya. "Tidurlah, aku akan tidur di lantai. "
" Kenapa, ada tempat tidur kenapa harus di lantai. "Tutur Libby. " Kita bisa berbagi tempat tidur, atau ini pertama kalinya bagimu..., aku yang akan tidur di lantai. "Akan turun dari tempat tidur.
" Jangan..., baiklah aku akan tidur. "Berjalan ke tempat tidur. Libby berbaring memunggungi Riichi. Riichi berbaring dan melihat langit-langit kamar.
Sementara itu...
" Kamu pergi ke pernikahan Libby dan tanpa mengajak ku. "
" Kenapa, kamu tidak suka melihat teman mu. "Dingin Hibiki.
" Ya.., maksudku "lemasnya. " Sudahlah tidak apa-apa, anakmu ingin kamu elus-elus. "Ucap Milly mengarahkan tangan Hibiki ke perutnya.
Hibiki melihat dan merasakan perut Milly.
" Kenapa ekspresi mu begitu. "Tanya Milly. " Tidak, aku hanya kelelahan. "Melepas tangannya dan berjalan ke arah tempat tidur.
^^^Kenapa, hah apa ini bukan anaknya Hibiki tidak merasakan apapun, dalam hati Milly ^^^
Satu minggu usia pernikahan Libby dan Riichi, keduanya menjalaninya mengikuti arus. Tambah tawa dari sang mertua Mikha yang membuat lelucon. " Libby.., Libby "panggil Mikha.
" Ya bu..."jawab Libby. " Hari ini ada bazar, kita kesana ya tanpa Riichi nanti dia tidak izinkan. "Pinta Mikha.
__ADS_1
" Kapan?. "
" Sore..., ya disana kita lihat pakaian bayi yang di jual dan kita jajan sepuasnya. "Seru Mikha.
" Baiklah. "Setuju Libby. " Kamu yang terbaik "mengelus perut sang menantu.
" Kita akan jalan-jalan cucuku "senang Mikha.
16:30
Mikha dan Libby jalan-jalan melihat banyak jajanan mencuci mata, dari yang berkuah, manis dan pedas. Keduanya berhenti di salah satu toko yang menjual banyak pilihan baju bayi.
" Lihat, baguskah selimut ini. "Tanya Mikha. " Ya.., sangat bagus dan bahannya juga lembut. "Senyum Libby membelai selimut bayi tersebut.
" O...lihat ada kaos kaki nya juga, dan lihat ini sarung tangan bayi. "Gemas Mikha.
" Jika ibu suka kita beli saja. "Ucap Libby.
" Benarkah, kamu sangat royal, jika Riichi disini dia akan melarang ibu, jangan beli barang yang belum tentu kita pakai. "Menurunkan suara putranya.
" Hha..."tawa Libby. " O...pengantin baru "ujar Milly. Libby dan Mikha melihat ke belakang, Libby melihat ibunya dengan Milly.
" Kamu siapa "tanya Mikha. " Kenalkan tante, aku Milly, istri dari Hibiki Seiko. "Tersenyum picik ke arah Libby.
" Aku tidak melihat mu di pernikahan putraku. "Ucapnya.
" Ouh.., benarkah putriku juga sedang mengandung "bangga Mikha memeluk tangan sang menantu.
" Apa "kaget Milly dan Olive. " Tidak mungkin, pernikahan keduanya baru seumur jagung, sebulan juga belum "ucap Olive.
" Ya.., tapi tidak ada yang tidak mungkin kan pada anak muda. "Sindir Mikha.
" Apa katamu. "Marah Olive.
" Kenapa kamu yang marah, aku tidak menyindir mu "sebal Mikha.
" Lalu menyindir ku. "Marah Milly.
" Yak, kamu menyindir menantu ku, kamu berhadapan dengan ku. "Mendekat ke arah Mikha.
" Kalian yang menganggu kami, termasuk untuk putriku aku tidak terima itu. Apa kamu mau apa. "Mendorong bahu Olive.
" Singkirkan tangan mu. "Teriak Olive.
" Bu..., kita mengalah saja, kita pergi "ajak Libby. " Diam jangan ikut campur. "Mendorong Libby.
__ADS_1
Libby mundur dan menabrak rak baju.
" Yak..."marah Mikha menjambak rambut Milly. " Yak....sakit "ringis Milly.
" Kamu berani-beraninya. Menjambak rambut Mikha. " Ibu...."kaget Libby. Libby buru-buru mengambil handphone nya dan menelpon Riichi.
" Yak..., yak jangan buat keributan di toko ku. "Marah pemilik toko.
" Maaf-maaf "ucap Libby pada pemilik toko.
30 menit kemudian Riichi keluar dari mobil bersamaan dengan Hibiki, keduanya masuk kedalam kantor polisi.
" Ibu..."melihat ibunya di obati oleh Libby.
" Hibiki "manja Milly pada Hibiki. Namun Hibiki abaikan dan melihat Libby.
Olive melihat putra sambungnya masih menyimpan rasa pada putrinya. " Kenapa jadi seperti ini, apa yang ibu lakukan. "Geram Riichi.
" Maaf." Tanpa melihat putranya.
" Maafkan aku, jangan salahkan ibu aku seharusnya tidak mengiyakan untuk ke bazar. "Ucapnya.
" Ibu kesal dengan perkataan mereka berdua, dan lagi wanita cabe itu mendorong menantu ibu dan hampir melukai cucu ibu. "Tutur Mikha panjang lebar.
" Apa..."Melihat Milly. Dan sang empu menunduk begitu pula dengan Olive membuang wajahnya takut di tanyai.
" Sudahlah, kita pulang saja "ajak Riichi.
" Tidak.., sebelum mereka berdua meminta maaf pada putriku. "Tekan Mikha.
" Kami tidak akan melakukan nya. "Ucap Milly dan Olive.
" Ehem..."kode Hibiki.
" Maafkan kami. "Ucap Olive tanpa melihat. " Aku tidak akan melakukannya lagi. "Ucap Milly terpaksa.
" Kita pulang ayo. "Ajak Riichi. " Permintaan mereka tidak tulus. "
" Sudahlah bu, aku sudah lelah, kita pulang saja. "Pinta Libby. " Oh.., maafkan oma ya cucuku, ayo kamu harus banyak istirahat." Semangat Mikha lagi.
Libby dan Mikha berjalan melewati Hibiki.
Hibiki dan Libby sempat melihat satu sama lain meski tidak lama. " Apa punggung mu sakit. "Tanya Mikha.
" Tidak..."ucap Libby. " Jadi apa akan di lanjut pelaporan nya. "Ujar polisi.
__ADS_1
" Cabut laporannya. "Titah Riichi.
" Kalian selamat karena tidak di penjara. "Ucap Hibiki.