Terhalang Status

Terhalang Status
Bab. 8 Satu Atap


__ADS_3

Libby berdiri dari duduknya setelah memberikan cincin pada Hibiki. " Libby "memeluk Libby dari belakang.


" Jangan lakukan ini, aku mohon "pintanya.


Libby melepaskan pelukan dan melihat Hibiki. " Carilah wanita yang pantas untuk jadi istrimu. "Berjalan meniggalkan Hibiki.


Hibiki melihat cincin yang di kembalikan Libby. " Kamu akan menyesalinya "menggemgam erat cincin tersebut.


Singkat hari H


Libby dan Hibiki yang terhalang pasangan pengantin. Saling menatap dengan hati yang masih memiliki rasa sayang satu sama lain.


Dan harus mengesampingkan perasaan keduanya untuk ibu dan ayah mereka. Kini Hibiki menjadi kakak dari Libby begitu sebaliknya.


Libby melihat photo keluarga. Sepasang pengantin di tengah dan Hibiki memandang Libby. " Apa yang kamu lakukan, kamar mu ada di atas. "Ucap Olive.


" Begini, beri aku kamar tamu yang ada toilet. "Pinta Libby.


" Apa..."heran Olive.


Satu minggu pernikahan Olive dan Rohm, juga Libby tidak melihat batang hidung Hibiki di rumah. Setelah acara pernikahan Libby tidak melihat lagi keberadaan Hibiki.


Sekarang disinilah Libby berada di kamar tamu satu kasur, toilet, satu lemari dan meja. Libby mengemasi bajunya ke lemari dan duduk di atas kasur.


" Suasananya akan canggung, saat Hibiki kembali, aku akan menghindari nya. "


Malam tiba Libby membantu bibi memasak untuk makan malam. " Kamu sangat cekatan sekali, tanganmu lihai dalam membuat masakan. "Puji bibi.


" Bibi jangan berlebihan "malu Libby.


" Tuan Hibiki akan pulang. "Ujar bibi.


Prangg....


" Ah...,apa bi "kaget Libby menjatuhkan piring. " Nona tidak apa-apa "memeriksa tangan Libby.


" Tidak apa-apa bi "mengambil pengki dan sapu. " Biar bibi saja yang bersihkan nona. "


" Tidak bi, ini salahku jadi aku akan membersihkan nya. "Tolak Libby.


^^^Hibiki akan pulang, dalam hati Libby ^^^

__ADS_1


Makan malam tiba Libby dan bibi mempersiapkan makanan di meja.


Ceklek....


Libby menengok melihat Hibiki pulang dengan membawa koper sedang, dan rambut yang berantakan. " Tuan muda tidak apa-apa "tanya bibi.


" Ada kucing liar bi "jawabnya berlalu pergi.


^^^Syukurlah dia mengabaikan ku, dalam hati Libby ^^^


Libby membalikkan badannya dan kembali menata makanan. " Bagaimana kita nikahkan putrimu "tawar Rohm.


" Libby kamu sudah ada calonnya "tanya Olive. " Kita pertemukan mereka di kencan buta. "


" Oke...."angguk Olive.


Meja Makan


Satu keluarga tersebut makan dengan tenang. " Ehem..."gumam Rohm. Libby dan Hibiki yang mendengar menengok ke arah Rohm.


" Ada apa ayah..."tanya Hibiki.


" Begini...,am Libby ayah sudah jadwalkan kencan buta untuk mu. "Ucapnya.


" Kencan buta "ujar Libby. " Ya...,sudah di jadwalkan minggu depan. "


" Jadi...,Libby bagaimana "melihat Libby intens. Libby mendengarnya saja sudah kaget apa lagi jawabannya harus cepat di ambil.


Di bawah meja tangan Olive memegang paha Libby, dan kedua matanya mengisyaratkan untuk menyetujui.


" Baiklah "menunduk. " Senang rasanya kamu menyetujui. "Senang Rohm.


" Syukurlah "timpal Olive. Hibiki jadi tidak berselera dan hanya minum air.


Malamnya....


Libby keluar dari kamar untuk mengambil air. Tibanya di dapur Hibiki sedang minum anggur merah. Libby tetap berjalan dan mengabaikan Hibiki.


" Woi..."panggil Hibiki. Libby tidak mendengarkan dan mengisi botol. " Aku sedang memanggil mu "ucap Hibiki.


" Aku punya nama dan kamu tahu itu "jawabnya. Hibiki berjalan mendekati Libby dan menghimpitnya. " A...,apa yang kamu lakukan. "Tanya Libby.

__ADS_1


" Kita harus bicara. "


" Kamu sedang mabuk, bicara saja besok. "Tolak Libby. " Aku masih sadar kamu tahu, kenapa menyetujui untuk berkencan. "Tanyanya.


" Aku tidak enak menolak. "Jawabnya.


" Kamu ingin menjauh dariku, dan menikahi pria lain...begitu "ucapnya.


" Tidak "jawab cepatnya. " Apa. "


" Aku tidak mau menolak dan menyakiti ayah yang sudah mau menerima ku disini, aku akan bilang pada pria itu aku akan menolak ajakan menikah. "Ucap panjangnya.


Hibiki tersenyum dan akan mencium Libby tapi sang empu menjauh. " Kita harus jaga jarak meski tinggal bersama. "Ucapnya.


" Kamu menolak ku "ucapnya. " Kamu masih tidak mengerti, kamu dipengaruhi alkohol. "


" Kalau begitu kita minum berdua. "Ajaknya. " Aku sedang mengurangi alkohol, tolong menepi. "Pintanya.


" Baiklah..."Menjauh dari Libby. Libby berjalan melewati Hibiki dan ke kamar. Saat akan menutup pintu Hibiki menahan pintu yang akan di tutup Libby.


" Kamu "kaget Libby menjauh. Hibiki masuk dan mengunci pintu.


" Hah...,kamar ini terlalu kecil untuk berdua. "Melihat kamar yang di tempati Libby.


" Jadi tolong pergi. "Pintanya. " Kamu mengusir ku. "Ucapnya membaringkan Libby. " Yak...."kagetnya. " Jika kamu akan berkencan aku tidak mau milikku jadi milik orang lain. "Ucapnya.


" Jangan lakukan. "


" Ini hanya peringatan saja, bukan permulaan ataupun tahap pertama. "Mencium bibir Libby lembut.


" Kamu mabuk "memalingkan wajah.


" Kamu menolak ku. "Tanya Hibiki.


" Tolong keluar "pinta Libby.


Hibiki diam dan keluar kamar Libby.


" Hah...."bernafas lega. " Kenapa aku bicara seperti itu. "Menyesalnya.


Siang harinya Libby dan Hibiki berpas-pasan pun tidak saling menyapa dan memilih saling diam dan menghindar.

__ADS_1


Kejadian semalam menjadi canggung untuk bicara.


__ADS_2