
" Sebenarnya apa yang kamu lakukan. "Tanya Hibiki. " Dia membuat ku kesal dahulu. "Ujar Milly berdalih.
" Sudahlah, dan lagi jika kamu tidak mau melihat Libby jangan muncul di hadapan nya. "Ucapnya meninggalkan Milly.
" Apa..., kamu meninggalkan ku. "Marah Milly. " Karena Libby lagi, Hibiki mengabaikan ku lagi. "Kesalnya dendam pada Libby.
" Maaf nak seharusnya ibu tahan emosi ibu." Ucap Mikha. " Tidak apa-apa bu, apa kepala ibu tidak apa-apa. "Ucap Libby memeriksa kepala ibu mertuanya.
" Tidak apa-apa, hanya sakit sedikit. "Ujarnya minum teh. " Tapi terima kasih karena mu juga, Riichi tidak marah pada ibu...hihi." Tawanya.
" Hahah.., iya-iya. "Ikut tertawa. " Oya.., Riichi belum turun-turun juga. "
" Biar aku periksa ke dalam. "
"Baiklah.. "
Libby berjalan ke arah kamar, dan memeriksa apakah yang di lakukan Riichi hingga membuat lama. " Kenapa berantakan "mengambil kemeja Riichi.
Ceklek...
Libby dan Riichi keduanya sama-sama kaget. Riichi kembali ke kamar mandi, Libby yang malu menyadarkan kepalanya dan menetralkan keterkejutan nya.
" Pasti dia lupa membawa handuk. "Ucap Libby membawakan handuk.
TTok Tok Tok
" Aku ambilkan handuk, tenang saja aku tidak melihat apa-apa, jadi jangan malu di depan ku "ucap Libby.
Ceklek....
Tangan Riichi keluar dan mengambil handuk yang di bawakan Libby, lalu menutup pintu kembali. " Jangan lupa turun, makanan sudah kami siapkan. "Ujar Libby.
" Ba....baiklah "ucap Riichi di dalam kamar mandi. Libby tersenyum dan keluar dari kamar. Riichi membuka pintu sedikit dan memantau apakah masih ada Libby.
" Syukurlah, hah....kenapa aku bisa lupa bawa handuk. Memalukan. "Memukul kepalanya sendiri.
...Meja Makan ...
" Ibu rasa jika Libby berada di sekitaran mereka berdua, Libby tidak aman. Riichi ibu rasa, kita harus pindah. "Ucap Mikha.
" Ibu..."
" Aku setuju dengan ibu, ini bahaya padamu dan juga sang bayi. Terutama Milly sangat tidak suka padamu. "Ucap Riichi.
" Ayolah Libby. "Pinta Mikha. " Baiklah, aku akan mengikuti keputusan kalian berdua. "Ujar Libby. " Baiklah, jika sudah di setujui, aku akan cari tempat tinggal baru. "Ucap Riichi.
" Yeah "senang Mikha.
__ADS_1
Satu bulan kemudian
" Riichi..., selamat bisnis kita lancar dan tambah sukses. "Ucap Hibiki.
" Selamat untukmu juga, berkat kerja keras kita. "Ucap Riichi melihat gambar-gambar rumah.
" Kamu akan membeli rumah "tanya Hibiki. " Ya..., kami akan pindah tempat tinggal untuk..."melihat Hibiki.
" Santai saja, aku akan jaga Milly agar tidak berulah. "Ucap Hibiki.
^^^Seandainya Hibiki tahu, bayinya Libby anaknya juga, dalam hati Riichi ^^^
" Kenapa melamun, maaf terlambat selamat sudah jadi ayah. "Ujar Hibiki.
" Ya..., untukmu juga."
" Hah.., kamu tahu aku merasa Milly tidak mengandung anakku "ucap Hibiki tiba-tiba.
" Apa "kaget Riichi. "Ya.., aku tidak merasakan apa-apa saat di dekat mereka berdua. "Jujurnya.
Riichi mengelus bahu Hibiki dan mengajak nya untuk ngopi. 19:00 Libby sekarang berada di toserba terdekat dirinya tidak tahu di ikuti seseorang di belakang.
Kring
Libby mengangkat telp dari ibu mertuanya. " Hallo bu.., iya ini pesanan ibu sudah ada..., tenang saja aku akan baik-baik saja toko-nya kan dekat. "Menutup telp.
" Hah..."kaget Libby menengok. " Siapa disana "tanya Libby. Namun seseorang tersebut tidak menjawab dan malah mengeluarkan sebuah pisau kecil.
Libby kaget dan berlari menghindari seseorang yang mengejarnya. " Hah..hah. "Capeknya terus berlari.
" Siapa dia kenapa mengejar ku. "Libby terpeleset. Tapi untungnya ada batu dan melemparkan nya pada orang misterius yang mengejar nya.
" Akh...."Kesakitan.
^^^Suaranya aku kenal, dalam hati Libby ^^^
Libby bangkit dan berlari dengan kencang. " Kenapa larinya sangat kencang. "Sakit Milly masih mengejar Libby.
Libby terus berlari dan melihat-lihat ada Hibiki. " Tolong, ada orang yang mengejar ku, pelakunya membawa pisau. "Tutur Libby tanpa jeda.
" Tenanglah dulu, oke...tenang dulu. "Mengelus kedua pipi Libby. " Hah...hah...hah. "Ngos-ngosan.
" Apa...Hibiki "Milly bersembunyi.
" Dimana orang itu. "Tanya Hibiki.
" Disana. "Menunjuk arah belakang nya.
__ADS_1
" Aku yakin tadi orang itu disana. "Ujarnya.
" Ya aku percaya, tenangkan dirimu. Lututmu lecet aku obati. "Ucap Hibiki menggandeng tangan Libby.
" Mereka berdua akan kemana? "Milly penasaran.
" Tangganya tinggi sekali. "
" Naiklah pelan-pelan "Ucapnya.
" Biar aku gendong. "Menggendong Libby. " Eh.., apa yang kamu lakukan. "Kaget Libby. " Santai saja. "Senyum Hibiki.
Sampai di puncak Hibiki menurunkan Libby dan masuk ke toserba membeli plester. Hibiki membantu memasang plester di lutut Libby dengan hati-hati.
" Terima kasih "ucap Libby. " Jangan berterima kasih padaku. "Ucapnya.
" Apa "bingung Libby. Hibiki menarik pinggang Libby dan menciumnya lembut.
Kedua mata Libby melebar karena kaget di cium Hibiki tiba-tiba.
Libby mendorong dan mundur satu langkah. " Kenapa masih kaget, hal itu sudah biasa untuk kita. "Ucap Hibiki.
" Ya..., tapi kita bukan kekasih lagi, aku sudah jadi seorang istri, Riichi suamiku jadi tolong jaga jarak. "Pintanya.
" Katakan dengan jujur, apa itu bayiku "tanya Hibiki. " Apa. "Heran Libby.
" Apa "ucap pelan Milly.
" Tuan.., tolong ambil kembalian mu "ucap pemilik toserba. " Ya..."ucapnya pergi.
Libby membalikkan badan dan kaget di depannya ada Milly yang sedang berdiri.
" Milly "ucapnya.
" Jauhi suamiku. "Marahnya menjambak rambut Libby.
" AA...lepaskan "ringis Libby.
" Libby "kaget Hibiki. " Milly lepaskan." Pintanya. " Tidak, kenapa kamu tidak mau Libby kenapa-kenapa "senyum piciknya.
" Milly "ucap dingin Hibiki. " Kamu selalu menampilkan ekspresi seperti itu padaku, berbeda dengan kekasih lama mu. "Ucap dingin Milly mencengkeram kuat rambut Libby. " AA "ringis Libby kesakitan.
" Milly lepaskan Libby "teriak Hibiki. Milly bukannya mendengar dan malah mendorong Libby ke bawah tangga.
" AAA "teriak Libby.
Hap., tapi untungnya Riichi menangkap Libby dengan cepat dan memeluknya. Malah Milly terpeleset, terjatuh dan terguling. " AAA. "Teriak Milly.
__ADS_1
" Milly "kaget Hibiki.