
Sampainya di rumah langkah Hibiki terhenti setelah mendengar ayahnya sedang bertelp. " Apa yang ayah lakukan "tanya Hibiki.
" Apa..."melihat sang putra. " Ayah sedang bertelp nak. "Jawabnya. " Jangan mengalihkan pembicaraan "ujarnya.
" Ayah sedang berbicara dengan kekasih ayah, apa ada yang salah. Kamu sudah besar juga dan sebentar lagi akan menikah bukan. "Abainya meniggalkan Hibiki.
Hibiki hanya diam dan kembali ke kamarnya. Hibiki kembali mengingat momen bersama Libby di dalam mobil.
...Flasback On ...
" *Hey..., bangun...Libby "melihat dan melepaskan sabuk pengaman.
Namun Libby bukannya bangun tapi malah bersandar di dada Hibiki dengan nyaman. " Jangan..."gumamnya.
Hibiki akan beranjak tapi terhenti saat tangan Libby gemetar. Hal hasil Hibiki membiarkan Libby untuk sementara bersandar padanya.
Hibiki melihat dari dekat wajah keseluruhan Libby. Entahlah apa yang membuatnya terpesona. Tanpa sadar menyatukan bibir keduanya.
Tiba-tiba kedua mata Libby terbuka dan melihat wajah bosnya dekat*.
...Flasback Of ...
" Aish.., apa yang aku lakukan "malunya berbaring di atas kasur.
🌞Esoknya...
Hibiki kembali ke toko bajunya untuk mengambil barang. Saat bersamaan berhadapan dengan Libby. " Maaf tuan. "Menunduk.
Hibiki tidak menjawab dan memilih pergi. " Apa yang terjadi?. "Bingungnya. Hibiki. masuk ke ruangannya dan menutup pintu segera. " Ada apa denganku, tidak biasanya aku seperti ini "herannya memegang dada kiri.
...Restsaurant ...
Saat ini Hibiki tengah makan dengan Naomi, yang makan dengan anggun Hibiki melihat Libby di depannya.
" Hah..., tolong pergilah "menggelengkan kepala-nya. " Apa..., kenapa kamu meminta ku pergi "ujar Naomi.
Hibiki membuka matanya dan yang di depannya adalah Naomi. " Tidak...., kamu salah dengar. "Ujarnya.
__ADS_1
" Ada yang ingin aku bicarakan "Seriusnya. " Apa..."melihat wajah Hibiki serius. " Mari kita...putus "ucapnya.
" Apa "kaget Naomi. Tiba-tiba air menyembur wajah Hibiki. " Hah..., aku tidak percaya ini. Benar apa yang di katakan mantan-mantan mu, kamu hanya main-main dengan wanita. "Kesal Naomi meniggalkan meja.
Hibiki hanya diam dan menyeka wajah yang basah terkena air. Rasanya lepas dari Naomi sudah membuatnya tenang.
" Ini cara yang terbaik "angguk Hibiki.
Sementara itu Libby dan rekan kerjanya tengah melayani pelanggan, yang tengah mencoba sepatu juga gaun. " Bagaimana ini gaunnya kekecilan "melihat ke cermin.
" Tidak nyonya, gaunnya bisa di lebarkan, tinggal longgarkan ikat pinggang nya. "Membantu memperbaiki. " Wah..., kamu sangat hebat. Aku suka pelayananmu. Bungkusan gaun yang ini "ujarnya.
"Baik nyonya "senyum Libby. Hibiki lagi-lagi harus melihat wajah Libby yang cerah. Entah kenapa dirinya tertarik tentang Libby.
^^^Senyumnya mengingatkan ku pada teman satu TK, dalam hati Hibiki ^^^
" O..., selamat datang tuan "Libby membungkuk. Dan lagi Hibiki tidak menjawab dan meniggalkan Libby begitu saja. Libby heran ada apa dengan bosnya tersebut.
Toko dalam keadaan sepi dan rekan kerjanya sudah pulang terlebih dahulu. Libby tengah mengecek struk belanjaan.
" Kenapa belum pulang "tanya Hibiki.
" Hentikan lah kamu perlu istirahat, biarkan saja ini sudah malam. " Ujarnya.
" Baik tuan, saya akan cepat pulang "ucapnya menuju ruang ganti. Setelahnya keduanya berjalan bersampingan dan naik lift bersama, Libby menekan tombol paling dasar dan menuggu.
Setengah jalan tiba-tiba lift berhenti dan listrik padam. " Kenapa...., kenapa tiba-tiba "takut Libby merapat pada Hibiki.
" Apa yang kamu lakukan "kaget Hibiki.
" Saya takut tuan "memeluk tangan Hibiki. Hibiki tidak marah tapi tidak nyaman dengan gunung kembar Libby yang mengapit tangan kirinya tersebut.
" Ayolah kenapa listriknya padam "Hibiki menekan tombol darurat tapi tidak bisa. Dan menelpon pun tidak ada sinyal sama sekali. " Tuan sampai kapan kita akan terjebak "tanya Libby.
" Entahlah "abai Hibiki. " Tolong..., keamanan "teriak Libby. " Tolong jangan berteriak, dan buat suasana mencekam "ujarnya.
" Tapi tuan di rumah ibu saya sendiri. Saya takut terjadi apa-apa dengan ibu saya. "Ujarnya.
__ADS_1
30 menit kemudian. Hibiki menyalakan senter karena gelap. Namun saat di sorot ke arah Libby, Hibiki kaget karena Libby melepas bajunya hanya terlihat bra nya.
" Kamu gila ini masih di tempat umum "kaget Hibiki. " Saya gerah tuan "ujarnya.
Hibiki kembali menyoroti Libby kali ini dengan wajahnya. Hibiki melihat keringat dan bibir seksi Libby. " Tuan.., ada apa tolong ini sangat silau "menutup matanya.
Hibiki tidak menghiraukan Libby dan terus menyorotkan lampu senter ke arah Libby. " Apa yang sebenarnya kamu lakukan "ujar Hibiki.
" Saya tidak suka di tempat sempit seperti ini, selalu berkeringat "ujarnya.
" Jangan bohong, kamu mau menggoda ku "tebak Hibiki.
" Tidak tuan "jujur Libby. Hibiki menarik tangan Libby dan menempatkan nya di pangkuannya. " Tuan Hibiki "kagetnya.
Hibiki menyingkap rambut panjang Libby, tangannya yang masih menyoroti wajah Libby. Tangannya menarik tengkuk Libby dan menciumnya lembut. Libby hanya diam dan tidak membalas karena masih kaget.
Hibiki menyimpan ponselnya dan menahan tengkuk Libby. Kedua tangan Libby meremas kedua bahu Hibiki. Dan kedua matanya menutup menikmati permainan Hibiki.
Namun tidak membalas ciuman bosnya. Lampu senter masih menerangi keduanya, Hibiki kini beralih menciumi ceruk Libby dan mengelus punggung mulusnya. " Tuan.."Meringis.
Hibiki mengigit bahu mulus Libby. Dan tangannya beralih untuk melepas pengait bra milik Libby. Libby mendorong pelan bahu bosnya dan melihat wajahnya.
" Saya bukan mainan tuan "ucapnya. " Aku tidak bicara kamu mainan ku "ucapnya. Hibiki kembali menarik tengkuk Libby dan menciumnya lembut. Libby menahan tangan bosnya yang ingin melepaskan pengait branya.
" Ada apa dengan mu "melihat Libby. " Tolong hentikan ini, saya tidak mau seperti ini "ucapnya. Hibiki melepaskan jasnya dan memakaikan nya pada Libby.
" Apa syarat untuk jadi kekasih mu "ucap Hibiki. " Maaf "Libby kaget. Lampu menyala dan kembali normal. Namun posisi duduk Libby belum berubah.
Masih di pangkuan bosnya yang masih memeluk pinggang nya. " Tuan jangan membuat lelucon, itu tidak lucu "ujarnya.
" Apa aku sedang berlelucon "menatap serius Libby. Hibiki mengelus kepala Libby lembut dan mengancingkan jasnya.
" Turunlah kita akan sampai. "Ujar Hibiki memalingkan wajahnya. Libby berdiri dengan hati-hati dan mengambil bajunya menyimpan di dalam tasnya.
Ting....
Pintu lift terbuka keduanya keluar dari lift. setelah kepergian mereka penjaga keamanan datang untuk mengecek lift.
__ADS_1
" Baiklah sudah aman "ujar keamanan.