Terhalang Status

Terhalang Status
Bab. 15 Membangun Tembok Pembatas


__ADS_3

Rumah Sakit


" Bagaimana dok dengan kondisi Libby. "Tanya Mikha. " Selamat bu dan tuan akan jadi nenek dan ayah. "Selamat dokter.


" Apa..."kaget Mikha dan Riichi.


" Maksudnya.., Libby..ha...hamil dok. "Ucap Mikha. " Iya betul. "Tutur dokter.


" Bagaimana keadaan Libby dok. "


" Saat ini pasien belum siuman. "Ujar dokter.


" Bolehkah kami melihatnya dok. "Pinta Mikha. " Tentu saja hanya jangan berisik. "Pinta dokter.


" Baiklah dokter. "Angguk Mikha menarik tangan putranya. Setelah keluar dari ruangan dokter.


Mikha memeluk putranya karena senang.


" Ibu.., ibu ada apa. "Herannya. " Ibu sangat senang, kamu akan memberi ibu menantu, tapi juga cucu untuk ibu. "Senang Mikha.


" Ayo temui Libby. "Girangnya.


Kamar rawat..., Libby memandang luar kaca dengan tangan di infus. Ceklek....


" O..., kamu sudah siuman. "Senang Mikha. " Apa kata dokter. "Tanya Libby.


" Begini..., kamu dan Riichi akan jadi ibu dan ayah "senang Mikha.


" Apa..."kaget Libby. " Kenapa kamu kaget, selamat untuk kalian berdua. "Memeluk erat Libby. Riichi dan Libby saling pandang satu sama lain.


Malamnya Riichi mengantar Libby pulang ke rumah kost-an. " Istirahatlah "ucap Riichi. " Terima kasih sudah mengantar ku pulang. "Ucap Libby.


" Jika ada sesuatu telp aku. "


" Baik.., a...Riichi. "Panggilnya. " Ya..."melihat Libby. " Mampirlah dulu, kita ngobrol sebentar. "

__ADS_1


" Baiklah. "Angguknya.


Riichi duduk lesehan di karpet menunggu Libby selesai membuat minuman.


" Minumlah dulu "Libby menyajikan teh.


" Terima kasih "meminum suguhan Libby.


" Ada apa "tanyanya. " Begini aku minta maaf sial kehamilan ku. "Ujarnya.


" Apa.., kenapa kamu harus minta maaf. "


" Aku tidak bisa menjaga diriku, kamu bisa pilih orang sebagai pengganti ku "ucapnya. " Tidak Libby ibuku sudah nyaman dengan mu aku tidak mungkin memilih pengganti. "Tolaknya.


" Keadaannya beda, saat ini aku hamil, dan lagi bukan anakmu aku sangat malu padamu dan ibu Mikha. Aku tidak cocok berada di tengah keluarga kalian. "Mindernya.


Riichi memegang tangan Libby dan menatapnya dengan serius. " Aku tidak peduli jika aku bukan ayahnya, dan kamu masih menyimpan perasaan pada Hibiki. Aku tidak apa-apa, Libby menikahlah dengan ku demi kebahagiaan ibuku. "


" Apa "kagetnya. " Aku tidak akan melarang mu untuk melakukan hal apapun di luar kendaliku. "Seriusnya.


^^^Bagaimana ini, kenapa bisa seperti ini, dalam hati Libby ^^^


" Bisakah aku berpikir sebentar. "Pintanya. " Kenapa.., kamu ragu. "


" Tidak.., bukan seperti itu, beri aku untuk berpikir saat ini aku masih kaget dengan lamaran mu. "Ucapnya.


" Baiklah.., aku permisi pulang. "Izinnya.


" Iya..., aku akan mengantar mu sampai depan. "


Di tempat lain Hibiki mengelu-ngelus punggung Milly, saat ini istrinya tersebut sedang mual-mual. " Hah.., hah "lemas Milly. " Kamu ini kenapa, habis makan apa. "Tanyanya.


" Aku ini sedang hamil, bukan karena makanan. "Jelasnya. " Apa "kaget Hibiki.


^^^Apa..., yang aku bicarakan, cepet pikirkan cara, dalam hati Milly ^^^

__ADS_1


" Bicara sekali lagi "tanyanya. " Ya.., aku sedang hamil anak mu. "Ucapnya.


^^^Mampus aku, dalam hati Milly ^^^


" Bagaimana bisa?"bingungnya.


" Bagaimana bisa apa, kamu saat itu tidak sadar, kita melakukannya di apartemen mu. "Mengingatkan.


" Benarkah "melihat Milly serius. " Aku tidak berbohong. "Menempatkan tangan Hibiki di perutnya. " Ini anak kita. "Jelasnya.


" Dia ini anakku "ucap Hibiki. " Iya, ini anak kita berdua kamu senangkan. "Senyum Milly. " Aku harap anak ini mirip dengan mu, selamat sudah jadi ayah dengan cepat "memeluk erat Hibiki.


Hibiki tidak percaya begitu saja karena ada yg janggal menurut nya.


^^^Aku harus bertemu dengan Libby, dalam hati Hibiki ^^^


Keesokan harinya, Libby tidak berangkat bekerja karena badannya kurang enak.


Tok...


" Tunggu sebentar "ucapnya menghabiskan camilan. " Ada ap..."kaget melihat Hibiki.


"Kenapa kamu disini. "Kagetnya. " Milly hamil anakku itu tidak benar bukan. "Ujarnya memegang tangan Libby.


" A..."melepas tangan Hibiki. " Kenapa bertanya padaku, dan apa urusan ku tentang kehamilan istrimu. "


" Katakan dengan jujur, kita pernah berhubungan, aku tidak ingat itu Libby atau kamu. "


" Bukan aku, pergilah. "


" Kamu hamil bukan. "


" Tidak, tapi aku akan menikah dengan Riichi. "


" Apa.."Kagetnya.

__ADS_1


__ADS_2