
" Hibiki sungguh kamu mau berhenti di sini, kita lakukan saja sekarang ya.., aku mohon. "Pinta Milly memegang paha Hibiki.
" Kamu lapar "menawarkan ayam. " Ish..."kesal Milly duduk di pangkuan Hibiki. " Yak.., apa yang kamu lakukan "ucap Hibiki.
" Ini akibatnya kamu berhenti tadi "menggerakkan pingg*lnya. Hibiki menjatuhkan Milly ke sofa dan berdiri dari duduknya. " Aku mau mandi. "Ucapnya pergi.
" Ish.."geram Milly makan ayam. " O.., tadi itu Libby. "Baru ngeh. " Apa Hibiki mau menyentuh ku karena ingin memanasi Libby. "Tebaknya.
Hibiki di kamar mandi hanya berdiri di atas shower yang terus mengalir. Hibiki kaget dengan kedatangan Libby bersama Riichi. " Kenapa mereka bisa datang bersama "gumamnya.
Tepat pukul 22:00 malam Libby mengunci pintu. Agar Rohm tidak masuk begitu saja dan menanyai kesepakatan nya.
Esok harinya Libby kembali bekerja dari rumah ke rumah, dan ke perusahaan ke perusahaan lainnya. Kemana saja Libby lakoni yang penting cuan.
" O.., Riichi "ujarnya memeriksa pesan.
" Butuh bantuan ku? "bingungnya.
Cafe
Libby turun dari motor dan berjalan masuk ke dalam Cafe. " Disini..."Riichi melambaikan tangan. " Ada apa, kamu butuh bantuan ku. "Tanya Libby.
" Sebenarnya ibuku pura-pura sakit, aku heran dengan ibuku yang belum berubah. "Ceritanya. " Ibuku mogok makan, dia akan makan jika aku membawa menantu untuknya. "Jelasnya.
" Baiklah..., aku akan membantu mu "ucapnya tanpa ragu. " Benarkah kamu mau membantu ku. "
" Ibumu di rawat di rumah "tanyanya. " Ya.., tapi maaf agar ibuku tidak curiga. Kamu mau ganti baju dahulu. "Pintanya.
" Baiklah "angguknya. " Terima kasih, kamu menyelamatkan ku "senang Riichi.
" Hahaha..."tawa ringan Libby. Riichi membawa Libby pergi ke butik untuk memilih baju, setelah ada yang cocok keduanya meluncur ke rumah orangtua Riichi.
" Tenanglah oke, ibuku sedikit cerewet "ujarnya. " Ya.., tidak apa-apa "keluar dari mobil. Riichi dan Libby sudah ada di dalam kamar ibu Riichi. Yang kini tengah berbaring di atas kasur ( pura-pura tidur ).
" Bu..., kenalkan ini Libby. "Ujar Riichi. Ibu Riichi membuka mata sedikit dan melihat Libby yang berdiri di samping putranya.
__ADS_1
" O..., dia siapa cantik nya. "
" Terima kasih tante, tante lebih cantik "puji Libby balik. " Ibu sudah minum obat "tanya Riichi.
" Sudah, duduklah siapa namamu "memegang tangan Libby. " Libby tante "dengan senyum ramah. " Panggil saja tante dengan ibu Mikha "ujarnya.
" Baiklah bu Mikha "senyum Libby. " Kamu kekasih putra ku "ucapnya memastikan.
" Hahaha "tawa Libby. " Kenapa tertawa "bingungnya.
" Benar bu aku kekasih Riichi. "Senyumnya. " Syukurlah nak "senang Mikha memeluk erat Libby.
" Bu....awas kecekik "ujarnya. " Tidak akan "ujarnya. " Ibu sudah makan "tanyanya.
" Belum "gelengnya. " Kalau begitu biar aku buatkan bubur ya"tawarnya.
" A...ibu tidak suka bubur "melirik putranya. Tapi sang putra tidak mau membantu. " Bisakah kamu masak yang lezat sedikit. "Tawarnya.
" Nasi..."Idenya. " Tidak juga "lemas Mikha.
" Eh..."Mikha tambah bingung. " Hhe..."tawa Riichi. " Baiklah, semangat "ucap Mikha.
Singkatnya Libby membawa masakan nya yang di bantu bibi. Mikha juga Riichi terkejut. " Aku juga mau mencicipinya "Riichi ikut ngiler.
" Boleh aku membuat banyak "senang Libby. Mikha dan Riichi sesekali berebut makanan yang di masak Libby. Di tempat lain Rohm tengah melihat photo-photo jepretan orang suruhan, yang terus mengikuti Libby.
" Apa yang dia rencanakan. "Berpikir. " Tapi baguslah dia berhubungan dengan teman putraku dan Hibiki mengetahuinya. Dan akan sangat membenci Libby. "Senangnya.
Riichi dan Libby berpisah di dekat minimarket dan saling ucap perpisahan.
" Terima kasih banyak atas bantuan mu "senyum Riichi. " Ya.., aku senang bisa mengenal ibumu. "Tuturnya berlalu pergi.
Dari jauh Hibiki tidak sengaja melihat kebersamaan Libby dan Riichi. " Apa-apaan mereka. "Kesalnya meremas setir mobilnya.
Malamnya....
__ADS_1
Milly menyiapkan jus jeruk ke dua gelas dan menambahkan serbuk ke dua gelas tersebut. " Hah..., rencana ku kali ini akan berhasil. "Senang Milly. Di ruang tamu Hibiki kembali memesan makanan dengan begitu banyak, dan yang di kirim oleh Libby.
Milly tersenyum iblis melihat Hibiki dari belakang dan berjalan dengan semangat menghampiri. " Aku sudah siapkan jus jeruk untukmu. Ini minumlah "tawarnya.
Milly sengaja memperlihatkan dua gunungnya di depan Hibiki. Hibiki tanpa curiga meminum jus tersebut. Milly akan minum jus yang sama namun ada telp dari mantan kekasihnya.
" Aku keluar dulu, ada sesuatu yang kelupaan. "Pamitnya menyimpan gelas.
" Huh..., kenapa panas "melepas baju tidurnya. " Apa rencana Milly. "Melihat jus jeruk.
Libby menekan bell dan pintu terbuka, tanpa curiga Libby masuk dan akan menyimpan barang pesanan lalu pergi.
Namun Hibiki sudah mengunci pintu dan melihat Libby dengan tatapan dingin.
" Duduklah..., minum dahulu jus nya. "
" Tidak terima kasih "tolaknya. " Anggab itu sebagai tips mu. "Senyum Hibiki. Libby tidak mau banyak berdebat dam minum jus jeruk yang ada di meja. Hibiki sudah tidak kuat menahan gejolak yang aneh dan berjalan ke arah Libby.
" Ada apa dengan mu "herannya. " Milly brengsek. "Mencium Libby lembut. Libby seketika tahu tubuhnya juga merasakannya. Kata hati dan tubuhnya tidak menolak saat bersentuhan langsung dengan Hibiki.
" Maafkan aku "ucap Hibiki memangku Libby masuk ke dalam kamar. Hibiki membaringkan Libby dan melepaskan bajunya. " Hah..."kembali membalas ciuman Hibiki.
Hibiki melepaskan semua yang tersisa dan membaringkan kembali Libby. " Apa Milly mau menjebak mu. "Tanya Libby meremas sprei. " Hah..."memegang tangan Libby erat. " Ahh..."des*h keduanya. Hibiki menciumi ceruk Libby dan dibawahnya dirinya terus mengh* nt* k pelan.
Milly berjalan ke arah lift tapi di belakang dirinya di bekap. Hingga ke gudang Milly baru di lepaskan. " Yak..."melihat Oden.
" Kita bisa bertemu di tempat lain. " Geramnya. " Aku merindukanmu "menurunkan tali lingerie dan mencium bahu mulus kekasihnya. " Ada yang harus aku lakukan "ucapnya.
Oden berhenti dan melihat kekasihnya tersebut. " Aku mulai curiga. "Delik Oden. " Apa yang harus kamu curigai. "
" Sikapmu "tutur Oden. " Kamu jangan salah paham oke.., aku tetap setia padamu meski nanti aku menikah dengan Hibiki. "Tangannya masuk ke dalam kaos Oden. " Yang sudah jadi milikku, tidak boleh di sentuh pria lain. "Menurunkan lingerie Milly. " Hahaha.."tawa Milly membantu melepas gesper Oden.
Oden memangku Milly dan menempatkan nya di atas meja. Milly mengalungkan lengannya di punggung Oden. " Ahh.."desah keduanya. " Hahaha.."tawa Oden dan Milly. " Lakukanlah dengan cepat. "Pinta Milly.
Sementara itu Hibiki memangku Libby dan menggerakkan ping*ul kekasih nya pelan, dan bibir saling bertaut. Sofa tempat ronde keduanya. Libby memegang erat selimut yg menutupi tubuh keduanya. Hibiki membaringkan Libby di sofa dan keduanya mencapai puncak.
__ADS_1