
13:30 Libby bangun dari tidur panjangnya dan melihat bajunya masih utuh. " Apa yang terjadi. "Melihat Hibiki.
" Selamat siang "mencium Libby lembut.
Libby kaget dan mendorong pelan bahu Hibiki. " Kenapa kaget.., kemarin malam kamu mencium ku brutal. "Senyumnya menggoda Libby.
" Apa..."kagetnya plus malu. " Haha..."tawa Hibiki. " Sampai sekarang aku masih tertawa karena mu "ucapnya.
" Memalukan "gumamnya. " O..., aku harus pulang "paniknya turun dari tempat tidur.
" Tunggu..."Cegah Hibiki. " Ibuku pasti mencari "Khawatir-nya buru-buru keluar dari kamar. Saat keluar dari rumah Hibiki.., dirinya terkejut bukan main.
Di depannya pantai dengan ombak yang menerjang dengan tenang. " Apa ini..., dimana ini "takutnya berlari sekeliling.
Sementara Hibiki melihat kebingungan Libby yang kesana-kesini. " Hha..., apa yang dia pikirkan. "Hibiki geleng-geleng kepala.
Saat ini Libby tengah berada di pulau pribadi Hibiki di tengah laut. " Tempat apa ini "bingungnya.
" Kamu berada di pulau ku "ujarnya.
" Apa..."kagetnya. " Bawa aku pulang ya.., kumohon. "Pintanya. " Bagaimana ya..."
" Bagaimana apanya. "Tanya Libby. " Aku pintu kapal untuk menjemput besok. "Ucapnya. " Telp sekarang, aku mau pulang sekarang "memegang tangan Hibiki.
" Tidak bisa, internet disini sedang rusak, aku belum beli yang baru dan saat ini akan ada badai. "Jelasnya.
" Kenapa kamu membawa ku kesini. "Gerutunya. " Am..., itu aku mau dekat dengan mu. "Jujurnya.
" Tuan...."gerutunya sedikit kesal.
...Gledarrr ...
" Apa itu "mendekap ke arah Hibiki. " Apa itu "mendekap ke arah Hibiki. " Sudah aku bilang, akan ada badai. "Ujarnya.
" Kita akan makan bisa pulang kan. "Ucapnya. " Tentu saja, ayo kembali masuk akan hujan sebentar lagi. "Ajak Hibiki.
Libby tersadar dan menjauh dari bosnya tersebut. Hibiki membuang nafasnya dan menarik tangan Libby agar masuk ke dalam Villa.
" Kenapa tidak membangunkan saya...tuan "ucapnya buat langkah Hibiki terhenti. " Bisakah tidak menyebut saya tuan lagi, panggil namaku "ujarnya melihat lekat Libby.
" Am..."menunduk. " Saya..."mendongak.
" M.."kaget. Hibiki membungkam nya dengan ciuman. Libby mendorong bahu Hibiki agar ciumannya lepas. Namun Hibiki tidak akan membiarkan nya lepas.
__ADS_1
" Hah....hah..."keduanya menarik nafas bersama. " Bisakah kita menjalani nya dulu dan rasakan apa yang kamu rasakan bersama ku. "Pintanya.
" Tuan salah pilih orang, saya tidak pantas "merendahkan diri. " Tolong untuk tidak merendahkan dirimu sendiri aku sangat tidak suka. "
" Tuan sendiri kenapa memilih satu "melihat Hibiki lekat. " Aku terpikat dan tertarik dengan pesona mu sendiri, jangan berpikiran negatif dulu. "Ucapnya.
" Tentu saja tidak "ucapnya menggelengkan kepala. " Meski kamu berusaha buat aku jijik dengan sikapmu, aku tidak akan terpengaruh, karena aku mencintaimu...Libby. "Ucap tulusnya.
" Eh..."kagetnya. " Aku akan tetap mencin...."
" Am.....tolong. "Membekap mulut Hibiki.
" Mm..."berhenti berbicara. Libby melepaskan tangannya dan melihat tuannya tersebut.
^^^Berpikirlah Libby, seberusaha apapun dirimu buat tuan Hibiki jijik. Tapi tetap saja tuan Hibiki kuat dengan niatnya. Dalam hati Libby ^^^
" Apa yang sekarang kamu pikirkan, apa ada yang salah dengan wajah ku. "Tanyanya.
^^^Jangan pikirkan masalah mu dulu Libby, tapi apa ini benar-benar tidak apa-apa, tapi saat ini kami di pulau berdua, hah....tolong jangan berpikiran aneh-aneh ya, dalam hati Libby ^^^
" Libby..., kamu baik-baik saja "menggandeng tangan Libby. " Ya...."tersadar. " Jangan dipikirkan jika itu memang mengganggu mu "ucap Hibiki.
" A..., baiklah "ucap pelannya.
" Apa....baiklah apa? aku tidak paham. "mendekatkan telinga ke arah Libby.
Hibiki tersenyum dan melihat Libby yang memerah. " Benarkah kamu mau. "
" Mm..."angguknya. " Baiklah.., sekarang kita ubah panggilan kita..., berhenti memanggil ku tuan. "Ucapnya.
" Tapi.."
" Hah..., kita bicara unformal saja ya, itu lebih baik. "Pintanya. " Baiklah..., aku akan mencobanya. "
" Itu lebih baik. "Mencium pipi Libby.
" Tolong hentikan terus mencium ku "pintanya. " Aku belum mencium mu lebih dari ini. "Bercanda nya. " Eh..."kagetnya.
" Hha..., aku hanya bercanda. "Menggandeng tangan Libby. " Kita akan kemana? "tanyanya.
" Kita akan makan, kamu belum makan. "Ucapnya.
...Toserba ...
__ADS_1
" Bu telp Libby. "Titahnya.
" Tidak nak.... mungkin saja Libby sedang sibuk. "
" Sibuk..., dia tidak pulang dan jaga toko, bisa-bisa nya dia kabur anak sialan..."
" Berhentilah mengumpat nya. "Marahnya. " Ch..., kenapa anak itu benar-benar sial bagiku, hah..., kenapa ibu membelanya. "Teriaknya.
" Salahkan dirimu dan pria yang menghamili mu, jangan terus menyalahkan putriku. "
" Ch.., sekarang anak sial itu sudah menggantikan ku jadi putrimu. Baiklah kalian berdua harus pergi, ini milikku dan kalian tidak diizinkan tinggal di sini. "Mengacak-acak barang Libby.
" Hentikan..., Olive....itu milik Libby. "
" AAA...."Teriak frustasinya. " Sekarang perhatian ibu tertuju padanya. Itu semakin aku membencinya. "Melempar celengan di nakas.
Brakks...
Olive melihat celengan tanah liat pecah dan berserakan banyak uang kertas dan Koin. " Wah..., anak itu menyembunyikan uang sebanyak itu. "
" Jangan, tolong jangan itu milik Libby. "Mencegah putrinya untuk mengambil uang.
" Jangan menghalangi ku. "Mendorong ibunya. Ibunya terjatuh dan kepalanya terbentur kaki tempat tidur. " Bu..., bu bangun. "Menggerakkan bahu Ibunya.
Di tempat lain...
" Hah...."Terbangun dari tidurnya. " Hah....."memegang dadanya. " Ada apa...., kamu takut petir tidurlah lagi, ini baru pukul 20:30. "Mengelus kepala Libby.
" Perasaan ku tidak enak. "Melihat Hibiki.
" Tenanglah.., besok pagi kita pulang. "Kembali berbaring.
" Aku tidak bisa tidur. "Ujarnya. " Mau aku masakan sesuatu. "Tawarnya.
" Boleh "angguknya.
Di dapur Libby sedang memperhatikan Hibiki memotong bawang untuk membuat telur dadar. Sat set sat set telur jadi dan di hidangkan dengan saus yang di bentuk hati.
" Hha...., terima kasih untuk makanan nya. "Makan masakan Hibiki. " Sama-sama. "Menghampiri Libby dan menciumnya.
" Jangan kaget ini akan jadi kebiasaan mu. "Mengelus kepala Libby. " Hha..."tawa garingnya.
" Abaikan saja aku, makanlah dengan tenang..., aku lanjut tidur lagi. " Mengelus kepala Libby.
__ADS_1
" Baiklah..."angguknya.
^^^Apa yang terjadi dengan ku, Aku mengkhawatirkan ibu, dalam hati Libby ^^^