
Di pelabuhan Hibiki menuntun Libby untuk keluar dari kapal. Keduanya tidak tahu jika aktivitas keduanya di potret oleh mata-mata.
" Aku akan mengantarkan mu ke rumah. "Ujar Hibiki menggemgam tangan Libby.
" Target sudah masuk mobil. "Ucap mata-mata tersebut.
Di perjalanan Hibiki mengemudikan mobil dengan tenang. Namun tiba-tiba datang truk dari arahnya menabrak.
Brakks...
Mobil terseret dan terguling. " Libby..."Ucap lemas Hibiki.
Matanya melihat Libby tidak sadar dan banyak darah, detik kemudian dirinya tidak bisa melihat apa-apa semuanya jadi gelap.
Rumah Sakit
Hibiki terbangun dari koma-nya dan melihat sekeliling. " Ayah.."Ucapnya.
" Kamu sudah bangun. "Menghampiri putranya. " Ini..."
" Di rumah sakit, kamu koma sudah 1 bulan. "
" Apa..."kagetnya. " Hah.., aku harus pergi. "Akan bangun dari berbaringnya.
" Jangan gerak dulu, kamu baru siuman "cegahnya.
" Libby...."ucap lemasnya. " Libby..., siapa dia?. "
" Wanita yang bersama ku di mobil, Libby dia baik-baik saja. "
" Ayah tidak lihat ada wanita bersama mu nak, saat ayah berada di TKP.., hanya ada kamu seorang. "Jelasnya.
" Tidak mungkin ayah, jelas-jelas aku bersama Libby. "Teriak nya.
" Tenangkan lah emosi mu itu. "Ujarnya kaget dengan putranya. " Hah....hah "mengatur nafas.
Tok....Tok....Tok....Tok
" Hah..."Libby bangun dari tidurnya. " Libby cepat jaga toko "suara dari sebrang pintu.
" Hah..."Turun dari atas kasur. Libby bersiap-siap mengganti baju dan menjaga toko.
__ADS_1
" Aku jaga toko dulu bu..."mencium photo neneknya. Sebuah photo di bingkai dengan ornamen bunga, Libby kini seorang diri dalam menjalani hidup.
Ibu (nenek)nya yang telah meniggal. Libby mengikat rambutnya asal dan berjalan menuju meja kasir.
Kring....
" Selamat datang "ucapnya tanpa ekspresi. " O....Libby "tegur seorang pelanggan.
Libby melihat ke arah pelanggan yang tidak di kenal nya. " Anda mengenal saya. "Tanyanya.
" Kamu sudah benar-benar melupakan teman sekelas mu "senyumnya.
" Teman sekelas? "Bingungnya.
" Irsal...."Mengingatkan Libby. " Maaf...., aku tidak mengingat semua teman sekelas ku. "Ujarnya. " Ah..., begitu rupanya "angguknya.
" Baiklah..., santai saja ya saat kita bertemu lagi. Am..berikan aku 3 bir. "Pintanya.
" A....baiklah "mengambil 3 bir kaleng dan menghitungnya.
" Totalnya 20k, mau cash atau credit. "
" Credit. "Memberikan kartu. " Mohon tunggu "mengambil kartu dan menggesekannya di mesin.
" Hah..., ada apa dengan mu hari ini , apa Hibiki sudah siuman. "Melihat luar toko.
Di tempat lain Hibiki terbaring dengan mata melihat ke luar jendela. Dengan anggota badan yang masih tertancap jarum infus-an.
^^^Beberapa Bulan Kemudian ^^^
" Siang..., hari ini pak. Hibiki di perbolehkan pulang. "Ucap Dokter.
" Terima kasih dokter, Hibiki ayo. "
Hibiki pergi tanpa pamit dan berjalan meniggalkan ayahnya. " Maaf dokter..., Hibiki tunggu. "Mengejar putranya.
Hibiki berjalan begitu saja mengabaikan panggilan ayahnya. Di perjalanan pulang Hibiki tidak sengaja melihat Libby tengah berboncengan dengan seorang pria di lampu merah.
^^^Libby..., dia terlihat bahagia, dalam hati Hibiki ^^^
Saat lampu hijau pandangan keduanya tidak sengaja bertabrakan, Libby yang melihat itu sedikit kaget dan bahagia Hibiki sudah sembuh.
__ADS_1
Namun Hibiki memalingkan pandangan nya dari Libby. Sampai di rumah Hibiki berbaring di atas kasur dan mengingat kembali tentang Libby.
" Apa yang sedang dia lakukan dengan pria lain. "Kesalnya.
Keesokan harinya.....Hibiki memantau aktivitas Libby dari jauh, dari mulai bekerja di toserba, mengantar makanan pesan antar dan Hibiki di buat kesal.
Karena Libby lagi-lagi bertemu dengan pria yang di jumpai di lampu merah.
" O...., apa mereka berdua berkencan. "
Libby menerima helm pemberian pria tersebut. Hibiki yang melihat itu tambah kesal. Libby menaiki motor dan melaju pergi.
Hibiki masuk mengikuti Libby dari jauh hingga berhenti di sebuah pemakaman.
" Apa yang di lakukan Libby di pemakaman. "Ujar penasaran nya.
" Terima kasih atas tumpangan nya Hoshi. "Senyumnya.
"Hha..., sama-sama Libby. "Ucapnya gugub. " Apa mau aku tunggu. "Tawarnya.
" Tidak "menggelengkan kepala. " Terima kasih "membungkuk dan pergi ke pemakaman.
Setelah kepergian Hoshi, Hibiki keluar dari mobilnya dan mengikuti langkah Libby. " Siapa yang meniggal. "Penasaran nya.
Libby berhenti di pemakanan ibu (nenek)nya. Libby membersihkan rumput yg mulai tumbuh dan mengelus batu nisan tersebut. " Aku berkunjung lagi bu, maaf karena aku pulang telat dengan melupakan ibu. "Menunduk.
" Aku sudah punya kekasih, dia menjaga ku dengan baik, ibu jangan khawatir aku akan baik-baik saja....hha "tersenyum.
" Ibu ingin tahu namanya, namanya Hibiki. "Meneteskan air mata.
Setelah beberapa menit., Libby keluar dari pemakaman dan berjalan santai di trotoar. " Libby "memegang tangan Libby kuat.
" Akh...."merasa sakit. " Kamu baik-baik saja. "Melepas gemgaman dan memegang pipi Libby. " Tanganku sakit saat kamu menarik kuat. "Mengelus tangan kirinya.
" Kenapa..., apa karena kecelakaan itu. "Tanyanya.
" Mm..."angguknya. " Tulang ku sedikit bergeser dan patah. Sekarang dalam pemulihan "ujarnya.
" Syukurlah kamu baik-baik saja. "Memeluk erat Libby. Libby tersenyum dan membalas pelukan Hibiki.
Di perjalanan keduanya tidak tahu ada yang memotret keduanya. " Apa kamu senggang hari ini. "Tanyanya.
__ADS_1
" Ya...."angguknya menggemgam tangan Hibiki. " Hha..."Tawanya mencium Libby singkat. " Yak.."kaget melihat sekitar.
" Ayo ke mobil ku. "Ajaknya pada Libby.