Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Tidak yakin untuk sembuh


__ADS_3

"Baiklah." Jawab Windi mengalah dan menurunkan egonya.


Marvel pun mengajak Windi dan Jhoni untuk duduk di kursi tunggu dan berbicara di sana.


"Apa yang ingin kau sampaikan, Jhoni?" Tanya Windi menatap pada Jhoni.


"Maaf sebelumnya jika informasi yang akan saya sampaikan ini akan membuat Nona menjadi tidak bersemangat." Ucap Jhoni sebelum mulai mengatakan bagaimana kondisi Jasmin saat ini.


"Apa itu tentang Jasmin?" Tebak Windi. Jhoni pun mengangguk membenarkannya. "Ada apa dengan Jasmin? Kondisinya baik-baik saja bukan? Dia sudah melewati masa komanya dan operasinya sudah berjalan dengan lancar." Ucap Windi.


Jhoni kembali mengangguk membenarkan apa yang Windi katakan. "Saya harap Nona tidak melupakan apa yang Dokter sampaikan sebelum Nona Jasmin dioperasi." Ucap Jhoni mengingatkan Windi pada pembicaraan mereka beberapa bulan lalu.


Windi terdiam sambil memikirkan apa yang Jhoni katakan.


"Walau saat ini Nona Jasmin sudah dioperasi dan sudah sadar dari komanya, namun Dokter tidak bisa menjanjikan kondisi Nona Jasmin akan semakin membaik. Nona ingat bukan jika kanker yang menyerang tubuh Nona Jasmin sudah menyebar ke organ lainnya?" Tanya Jhoni.

__ADS_1


Deg


Windi benar-benar tertegun mendengarkan perkataan Jhoni. Ia hampir saja melupakan apa yang Dokter katakan saat itu. Windi pun akhirnya tertunduk saat menebak apa yang terjadi pada Jasmin selanjutnya.


"Apa kita tidak bisa melakuka pengobatan lain agar Jasmin bisa hidup lebih lama?" Tanya Windi dengan wajah sendu. Kebahagiaannya tadi saat mengetahui Jasmin sudah sadar sirna begitu saja setelah mendengar perkataan Jhoni.


"Untuk saat ini kita hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Nona Jasmin. Hidup dan matinya manusia sudah ada Tuhan yang mengatur. Kita tidak bisa menolak jika takdir Tuhan mengatakan jika umur kita sudah habis di dunia ini." Ucap Jhoni


Windi mengangguk paham. Ia usap kedua tangannya di wajahnya setelah merafalkan doa untuk kesembuhan Jasmin ke depannya. Lagi pula tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini bukan? Windi berharap kemungkinan Jasmin dapat sembuh dengan total itu ada dan terjadi.


"Jhoni. Aku selalu berharap keajaiban itu akan datang. Semoga dengan kesadaran Jasmin saat ini adalah awal yang baik untuk hidupnya." Ucap Wind pelan.


"Kita hanya bisa mendoakannya saja, Nona." Jawab Jhoni seadanya tak ingin membuat Windi terlalu berharap.


Setelah cukup berbincang dengan Jhoni perihal kesehatan Jasmin saat ini, Windi pun berpamitan pada Jhoni untuk menjemput Arthur dan mempertemukannya dengan Jasmin.

__ADS_1


*


Kedatangan Windi dan Marvel di kediaman Daniel dan Naina siang itu tentu saja membuat Daniel dan Naina merasa bingung. Bagaimana tidak, kemarin Marvel sudah jelas-jelas menitipkan Arthur pada mereka selama dua hari lamanya dan saat ini mereka sudah menjemput Arthur di saat Arthur masih menginap satu hari di sana.


"Kami ingin membawa Arthur bertemu dengan ibunya." Jawab Marvel saat Daniel bertanya tentang alasannya menjemput Arhur saat ini.


"Bertemu ibunya? Apa saat ini Jasmin sudah sadar?" Tebak Daniel.


Marvel pun mengangguk membenarkannya. Daniel dan Naina pun sontak terkejut mendengarnya.


"Semoga saja setelah ini keadaanya semakin membaik dan bisa berkumpul lagi dengan Arthur." Harap Daniel yang merasa cukup kasihan pada Arthur.


"Aku tidak yakin untuk itu." Jawab Marvel yang membuat Daniel bingung mendengarnya.


***

__ADS_1


__ADS_2