
Marvel terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan istrinya. "Ya. Aku mengenalnya. Dia adalah direktur keuangan yang baru di perusahaanku." Jawab Marvel seadanya.
"Direktur keuangan?" Kedua mata Windi nampak berbinar mendengar jabatan Jasmin di perusahaan Atmajaya. "Aku sungguh tak percaya jika Jasmin bekerja sebagai seorang direktur. Dia sungguh mengagumkan." Ucapnya memuji.
"Ck." Lidah Marvel berdecak pelan mendengar perkataan Windi. "Jangan terlalu mengaguminya. Dia tidak ada kelebihan apa pun dibandingkan dirimu." Balas Marvel merasa tak suka istrinya memuji mantan kekasihnya.
"Maksudmu?" Wajah Windi terlihat bingung menatap pada Marvel.
"Tidak ada. Aku tidak memiliki maksud apa-apa." Kilah Marvel tak ingin Windi bertanya lebih jauh.
Windi mengangguk saja percaya dengan perkataan suaminya. Setelah cukup lama berbincang dengan Marvel, Windi pun memutuskan untuk kembali ke rumah karena ia sudah berada cukup lama di perusahaan Atmajaya.
Marvel pun mengantarkan kepulangan istrinya sampai di depan pintu lift. "Kau yakin akan turun sendiri?" Tanya Marvel untuk yang kedua kalinya setelah tadi ia sempat bertanya apakah Windi ingin diantarkan sampai bawah atau tidak.
__ADS_1
"Ya. Aku sendiri saja. Sekarang lebih baik kau kembali melanjutkan pekerjaanmu yang tertunda." Jawab Windi.
Marvel mengangguk saja lalu mempersilahkan istrinya masuk ke dalam lift. "Hati-hati di jalan. Kabari aku jika kau sudah berada di rumah." Pesannya.
"Baiklah." Balas Windi tersenyum lalu menutup pintu lift.
Marvel tak langsung beranjak dari pintu lift yang sudah tertutup. Ia terdiam beberapa saat memikirkan istrinya yang saat ini berteman dekat dengan Jasmin.
"Semoga wanita itu tidak mengatakan siapa dia dan aku di masa lalu pada Windi." Gumam Marvel harap-harap cemas. Saat ini Marvel dapat bernafas lega karena Jasmin tak menceritakan masa lalunya dengan dirinya. Namun ia tidak tahu bagaimana esok hari. Marvel hanya bisa berharap jika mantan kekasihnya itu tidak menceritakan tentang kisah mereka di masa lalu dan Windi tidak akan pernah tahu hubungan di antara mereka.
"Ini sungguh mengejutkan untukku." Lirih Windi setelah keluar dari dalam perusahaan. Bagaimana tidak, selama ini ia hanyalah orang biasanya dan biasanya tunduk pada atasannya. Dan saat ini dunia seolah terbalik karena ialah yang dihormati oleh banyak orang.
"Huft... apa inikah yang dirasakan Naina dan Queen setiap berkunjung ke perusahaan suami mereka masing-masing?" Tebak Windi. "Tentu saja. Mereka pasti merasakan hal yang sama." Lanjut Windi kemudian menjawab pertanyaannya sendiri.
__ADS_1
"Ayo silahkan masuk, Nona." Ucap sopir yang sudah menunggu kedatangan Windi di samping mobil.
"Terima kasih, Pak." Jawab Windi lalu masuk ke dalam mobil.
Sopir mengangguk lalu menutup pintu setelah Windi masuk ke dalam mobil. Mobil pun mulai melaju meninggalkan perusahaan Atmaja menuju kediaman Marvel dan Windi.
Selama dalam perjalan pemikiran Windi terus tertuju pada kejadian beberapa saat lalu dimana Marvel memperkenalkan dirinya pada semua orang.
"Terima kasih, Mas. Terima kasih karena telah membuatku begitu berharga di dalam hidupmu. Aku tidak pernah menyangka jika pada akhirnya aku menemukan pria sebaik dirimu." Gumam Windi merasa bersyukur memiliki suami seperti Marvel.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.