Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Extra part (Apapun untukmu)


__ADS_3

Informasi tentang kehamilan Windi pun akhirnya sampai di telinga Mama Belinda dan Papa Bagas. Tentu saja informasi yang dibawa Marvel dan Windi siang itu ke kediaman mereka membuat Mama Belinda dan Papa Bagas tersenyum senang mendengarnya. Rasanya tidak ada lagi informasi bahagia yang mereka harapkan selain kehadiran seorang cucu di dalam keluarga mereka.


Windi dan Marvel yang melihat senyuman merekah terpancar di wajah kedua orang tua mereka pun merasa sangat senang. Akhirnya setelah satu tahun menikah mereka bisa memberikan sesuatu yang sudah sangat diharapkan oleh Mama Belinda dan Papa Bagas.


"Sayang... mulai saat ini kau harus benar-benar menjaga kesehatanmu dengan baik agar kau dan calon cucu Mama sehat di dalam sini." Ucap Mama Belinda sambil mengusap perut Windi yang masih rata.


Windi hanya bisa tersenyum seraya mengangguk mengiyakan perkataan Mama Belinda.


Mama Belinda pun melepas tangannya yang berada di atas perut Windi lalu duduk di sofa yang bersebelahan dengan Papa Bagas. "Pa... Mama sungguh tidak sabar menantikan cucu kita lahir ke dunia, Pa." Ucap Mama Belinda dengan mata berbinar pada Papa Bagas.


Papa Bagas mengusap lengan istrinya seraya tersenyum. "Papa juga tidak sabar menantinya." Jawab Papa Bagas.

__ADS_1


"Mama, Papa, anak kami baru berusia satu bulan di dalam kandungan Windi. Masih ada waktu beberapa bulan lagi menantikannya lahir ke dunia." Ucap Marvel.


"Walau pun begitu tetap saja Mama dan Papa tetap tidak sabar untuk menantikannya lahir ke dunia. Jika bisa Mama dan Papa ingin memutar waktu lebih cepat agar bayi kalian segera lahir ke dunia." Ucap Mama Belinda.


Marvel hanya bisa menghela nafas mendengarkan perkataan orang tuanya. Setelah cukup lama berada di kediaman kedua orang tuanya, Marvel pun membawa Windi pulang ke kediaman mereka karena ia juga sudah tidak sabar memberitahukan informasi kehamilan Windi pada Ayah Amri yang berada di kediamannya.


"Mas... tadi Mama bilang jika dalam waktu dekat Mama ingin mengadakan syukuran di rumah untuk kehamilanku ini, Mas." Ucap Windi pada Marvel yang tengah fokus pada kemudinya.


"Ya. Aku juga mendengarnya, Sayang. Kalau Mama mau seperti itu tidak masalah. Aku setuju dengan permintaan Mama." Jawab Marvel.


"Sayang, apa kau sudah menginginkan sesuatu saat ini?" Tanya Marvel saat mobil tengah berhenti di lampu merah.

__ADS_1


Windi menggeleng. "Aku tidak menginginkan apa-apa." Jawabnya seadanya.


"Benarkah begitu? Bukankah wanita hamil seperti dirimu biasanya suka menginginkan sesuatu di saat seperti ini?" Tanya Marvel dengan wajah bingung.


"Apa maksudmu ngidam, Mas?" Tanya Windi.


"Ya. Apa kau tidak mengidam saat ini?" Tanya Marvel.


Windi kembali menggeleng. "Aku tidak merasakan apa itu ngidam saat ini. Yang jelas saat ini aku hanya ingin segera sampai di rumah menyampaikan kabar gembira ini pada ayah." Jawab Windi.


"Apa kau yakin? Jika kau menginginkan sesuatu maka katakan saja. Aku akan mengabulkannya untukmu. Jika perlu aku akan menghabiskan waktuku hanya berdua denganmu berada di dalam kamar." Ucap Marvel.

__ADS_1


"Aku hanya ingin kau tidak terlalu berlebihan, Mas." Jawab Windi cepat. Terlebih ia merasa geli mendengar Marvel yang ingin menghabiskan waktu bersamanya di dalam kamar.


***


__ADS_2