
"Saat ini kalian mungkin bertanya-tanya pengumuman apakah yang akan saya sampaikan saat ini dan siapakah wanita yang ada di sebelah saya saat ini. Baiklah tanpa menunda waktu lama saya akan menyampaikan pengumuman jika saat ini saya sudah menikah dan wanita cantik tiada tandingannya di sebelah saya saat ini adalah istri saya." Ucap Marvel dengan lantang lalu tersenyum pada Windi yang terlihat gugup di sebelahnya.
Perkataan Marvel pun berhasil membuat para karyawan yang ada di dalam aula terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak, selama ini mereka tidak pernah melihat Marvel membawa seorang wanita ke dalam perusahaannya dan sampai saat ini tidak ada satu pun informasi yang memberitakan tentang pernikahan petinggi di perusahaan mereka bekerja itu.
"Mungkin kalian merasa terkejut dengan informasi yang saya sampaikan saat ini. Ya, wajar saja. Pernikahan saya dilakukan secara tertutup dan hanya dihadiri kerabat dan teman dekat saja. Windi, nama wanita cantik yang berdiri di sebelah saya saat ini. Dia adalah anugerah yang dikirimkan Tuhan untuk menemani hari-hari saya menjadi semakin indah." Ucap Marvel dengan tulus sambil menatap wajah cantik istrinya.
Deg
Windi dibuat begitu tertegun mendengarnya. Ia dapat melihat dengan jelas bagaimana Marvel tanpa rasa malu memperkenalkan siapa dirinya dan memujanya pada semua orang. Rasa haru pun mulai Windi rasakan hingga tanpa sadar kini kedua bola matanya sudah berkaca-kaca. Sungguh perkataan suaminya berhasil membuatnya merasa melayang saat ini.
"Sayang... ayo perkenalkan dirimu." Bisik Marvel lembut.
__ADS_1
"Emh, baiklah." Ucap Windi lalu mulai memperkenalkan siapa dirinya. Walau merasa gugup berbicara di depan banyak orang seperti saat ini namun Windi akhirnya berhasil melakukannya hingga mendapatkan tepuk tangan dari semua orang yang ada di dalam ruangan
"Mulai saat ini kalian harus mengingat wajah istriku dengan baik dan perlakukan dia dengan baik layaknya seorang istri dari Presdir. Apa kalian mengerti?" Tanya Marvel.
Para karyawan pun mengangguk lalu dengan kompak menyahut mengerti ucapan Marvel. Setelah perkenalan singkat itu selesai, Marvel pun membawa Windi kembali ke dalam ruangan kerjanya meninggalkan banyak karyawan wanita yang terlihat kecewa dengan status barunya saat ini.
"Aku sungguh tidak menyangka jika Tuan Marvel telah menikah." Ucap rekan kerja Jasmin dengan sedikit lesu. Bagaimana tidak, selama ini ia sangat mengidamkan sosok Marvel menjadi pendamping hidupnya dan kini harapannya tinggallah angan-angan semata.
"Agh, tapi tetap saja aku merasa sedih karena aku ternyata bukanlah jodohnya." Sahutnya murung.
Jasmin tersenyum saja menanggapi perkataan rekan kerjanya itu. Sambil terus melangkah meninggalkan aula, samar-samar Jasmin juga mendengarkan perkatan yang sama dari rekan kerja wanitanya yang lainnya. Jasmin hanya bisa tersenyum mendengarkan perkataan mereka.
__ADS_1
"Jasmin, apa kau tidak menaruh rasa ketertarikan dengan Presdir?" tanya rekan kerjanya setelah mereka sampai di lantai delapan tempat ruangan divisi keuangan berada.
Jasmin terdiam beberapa saat. "Tidak. Lagi pula aku sudah menikah dan memiliki seorang anak. Tidak pantas rasanya dengan statusku saat ini mendambakan sosok pria seperti Tuan Marvel." Jawab Jasmin tak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya saat ini. Andai saja rekan kerjanya itu tahu jika dirinya adalah mantan kekasih Marvel. Entah bagaimana ekspresi rekan kerjanya itu saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1