Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Penyakit serius


__ADS_3

"Permisi, Tuan." Para karyawan pria yang membopong tubuh Jasmin pun berpamitan melewati Jhoni karena mereka sudah terburu-buru ingin membawa Windi menuju rumah sakit.


Jhoni tanpa pikir panjang mengikuti mereka membawa Jasmin menuju rumah sakit bahkan menawarkan pada mereka untuk memakai mobilnya saja membawa Jasmin menuju rumah sakit. Untung saja jarak rumah sakit dengan perusahaan berjarak tidak terlalu jauh hingga lima belas menit kemudian mereka telah tiba di depan rumah sakit.


Jhoni dan karyawan pria yang membawa Jasmin pun langsung membawa Jasmin ke ruangan UGD untuk mendapatkan penanganan dibantu oleh beberapa orang perawat.


"Silahkan tunggu di luar saja, Tuan." Ucap perawat pada mereka.


Jhoni mengangguk paham lalu mengajak karyawan yang lainnya untuk menunggu di luar ruangan.


"Kalian sudah bisa kembali ke perusahaan. Biar saya saja yang menemaninya di sini." Ucap Jhoni pada kedua orang pria yang tadi ikut dengannya ke rumah sakit.


"Baik, Tuan." Balas mereka menurut.


Jhoni pun menyerahkan kunci mobilnya pada salah satu dari mereka. "Gunakan mobil saya saja." Ucapnya saat kedua orang pria itu hendak beranjak dari posisinya.

__ADS_1


"Tapi..." mereka nampak meragu. Namun setelah mendapatkan kunci dari tangan Jhoni mereka pun akhirnya mengiyakannya dan beranjak dari hadapan Jhoni.


Setelah kepergian mereka, Jhoni memilih duduk di kursi tunggu dan mengirimkan pesan pada Marvel jika saat ini ia sedang berada di rumah sakit mengantarkan Jasmin yang tadi tiba-tiba pingsan.


"Huft, ada apa dengannya?" Gumam Jhoni bertanya-tanya. Walau sudah merasa curiga jika keadaan Jasmin tidak baik-baik saja beberapa hari belakangan ini setelah melihat wajah Jasmin yang nampak pucat, namun Jhoni tidak menyangka jika Jasmin akan pingsan seperti tadi.


Cukup lama Jhoni menunggu dokter memeriksa keadaan Jasmin di dalam ruangan UGD. Sesekali Jhoni melihat ke dalam ruangan lewat pintu kaca untuk memastikan apakah Jasmin sudah selesai diperiksa atau belum.


"Kenapa lama sekali?" Gumamnya bertanya-tanya.


Lima menit berlalu, akhirnya seorang dokter pun keluar memanggil dirinya untuk masuk ke dalam ruangan UGD.


"Maaf, apakah anda keluarga dari Nona Jasmin?" Tanya Dokter.


"Bukan. Saya adalah rekan kerjanya." Jawab Jhoni.

__ADS_1


Dokter mengangguk paham. "Apakah anda bisa menghubungi keluarganya untuk datang ke rumah sakit sekarang juga? Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada mereka.


"Jasmin tidak memiliki keluarga di kota ini selain putranya yang masih kecil. Jika anda membutuhkan seorang penanggung jawab, saya bisa menjadi penanggung jawabnya." Jawab Jhoni cepat.


"Baiklah, kalau begitu lebih baik sekarang anda mengurus administrasi Nona Jasmin untuk dibawa ke dokter spesialis karena saya rasa ada penyakit serius yang diderita Nona Jasmin saat ini.


"Apa? Dokter spesialis?" Jhoni terlihat terkejut mendengarnya. "Spesialis apa yang anda maksud?" tanya Jhoni cepat.


"Spesialis penyakit kanker. Ini hanya dugaan awal saya saja jika saat ini Nona Jasmin sedang menderita penyakit kanker. Untuk memastikan lebih lanjut anda bisa membawanya untuk diperiksa di poli penyakit kanker." Ucap Dokter.


Jhoni mengangguk paham lalu berpamitan untuk mengurus administrasi Jasmin dan menitipkan Jasmin sebentar pada perawat. Dengan menggunakan kekuasaannya sebagai asisten Marvel, akhirnya tak membutuhkan waktu lama bagi Jhoni untuk membawa Jasmin untuk diperiksa lebih lanjut di dokter spesialis kanker.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2