
Kedatangan Marvel dan Windi masuk ke dalam ruangan perawatan Amri disambut dengan senyuman lebar di wajah Amri. Terlihat jelas di wajah Amri jika ia merasa senang melihat kedatangan anak dan menantunya itu. Terlebih pada Marvel karena sudah satu minggu mereka tidak bertemu.
"Marvel, kau sudah kembali, nak?" tanya Amri lembut.
Marvel mengangguk. "Saya sudah sampai siang tadi, Ayah." Ucapnya setelah berada dekat dengan Amri. "Bagaimana keadaan Ayah saat ini? Apa sudah membaik?" Tanya Marvel.
"Seperti yang kau lihat saat ini. Kondisi Ayah sudah semakin membaik dan tinggal masa pemulihan saja." Jawab Amri.
Marvel tersenyum senang mendengarnya. Ia dapat melihat saat ini wajah Amri sudah tak lagi pucat seperti terakhir kali mereka bertemu. Marvel merasa bersyukur karena akhirnya Amri dapat sembuh dari penyakitnya.
"Marvel, terima kasih banyak atas kebaikanmu yang telah membawa Ayah berobat sampai ke negara ini. Terima kasih karena berkat dirimu ayah sudah kembali sehat seperti saat ini." Ucap Amri tulus pada Marvel.
"Ayah terlalu berlebihan. Ini semua saya lakukan sebagai bentuk kasih sayang saya pada Ayah yang sudah berstatus sebagai ayah mertua saya. Saya hanyalah perantara untuk kesembuhan Ayah." Jawab Marvel merendah.
__ADS_1
"Ayah tahu itu. Namun Ayah tetap berterima kasih atas segala kebaikan yang telah kau berikan pada Ayah, Nak." Ucap Amri.
Marvel menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan mertuanya. Tak lupa ia tersenyum menatap mertuanya yang terus tersenyum menatap padanya. Setelah berbincang sejenak dengan Amri, Marvel pun berpamitan sejenak untuk menemui Dokter Mark.
"Windi, kemarilah." Ayah Amri mengulurkan sebelah tangannya pada Windi yang baru saja kembali mengantarkan Marvel ke depan pintu.
"Ada apa Ayah?" Tanya Windi sambil menggenggam sebelah tangan Amri.
"Kau begitu beruntung mendapatkan suami seperti Marvel. Ayah senang karena kau mendapatkan suaminya yang begitu baik dan tulus seperti Marvel."
"Ayah harap kau dan Marvel selalu bahagia dan saling menyayangi satu sama lain." Pinta Amri.
Windi mengangguk mengiyakan ucapan Ayahnya. Di dalam relung hatinya yang terdalam, Windi pun turut mengharapkan hal yang sama untuk rumah tangganya dan Marvel.
__ADS_1
*
Marvel terlihat sudah berada di dalam ruangan Dokter Mark dan sedang terlibat pembicaraan dengan Dokter Mark membahas bagaimana kondisi Ayah Amri saat ini. Walau sudah mendengarkan penjelasan dari Dokter Mark dari sambungan telefon dua hari yang lalu namun Marvel tetap ingin bertemu tatap dengan Dokter Mark membahas tentang kesehatan mertuanya.
Setelah hampir satu jam berada di dalam ruangan Dokter Mark, Marvel pun berpamitan untuk kembali ke ruangan perawatan mertuanya. Terlalu fokus dengan pembicaraannya dan Dokter Mark membuat Marvel tanpa sadar jika sudah hampir satu jam menghabiskan waktu di dalam ruangan Dokter Mark.
Marvel berjalan dengan langkah lebar melewati lorong rumah sakit menuju pintu lift berada. Sambil melangkah menuju pintu lift, Marvel mengedarkan pandangannya melihat ruangan dokter yang ada di sekitarnya. Tiba-tiba saja pandangan Marvel tertuju pada ruangan dokter yang baru saja terbuka dan memperlihatkan seorang dokter keluar dari sana dan seorang wanita yang sangat ia kenali siapa dia.
"Jasmin?" Gumam Marvel menatap wanita yang baru saja keluar dari ruangan Dokter.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.