Terjebak Cinta Tuan Marvel

Terjebak Cinta Tuan Marvel
Jasmin yang mana?


__ADS_3

"Benar juga." Wanita itu mengangguk-angguk membenarkan perkataan Jasmin.


"Sudahlah jangan membahasnya lagi jika itu membuat hatimu semakin kecewa. Lebih baik sekarang kita melanjutkan pekerjaan masing-masing." Ajak Jasmin.


Wanita itu mengangguk mengiyakannya lalu mereka pun berpisah menuju ruangan masing-masing.


"Huft..." Jasmin menghembuskan nafas bebas di udara setelah masuk ke dalam ruangan kerjanya. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi kebesarannya lalu mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Tatapan matanya kini terpusat pada foto walpaper ponselnya yang memperlihat wajah pria yang masih sangat dicintainya di sana.


"Mungkin ini adalah akhir dari semua. Terima kasih atas segala kebaikanmu selama ini." Gumam Jasmin mengusap foto di ponselnya lalu membuka pengaturan dan mengganti walpaper ponselnya menjadi foto buah hatinya.


"Arthur... saat ini hanya kau-lah penyemangat yang Mommy punya. Tetaplah sehat dan kuat bersama Mommy. Kita bisa melewati ini semua dengan baik bukan?" Gumam Jasmin dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


Setelah cukup merenungi nasibnya saat ini, Jasmin kembali mematikan layar ponselnya dan menghidupkan komputernya. Saat ini ada hal yang lebih penting selain meratapi nasib hidupnya yang buruk. Apa lagi jika bukan bekerja dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan penghasilan untuk kehidupannya bersama putranya.


*

__ADS_1


"Sayang, apa setelah ini kau masih merasa canggung bila berkunjung ke perusahaanku?" Tanya Marvel pada Windi yang kini tengah duduk di atas sofa setelah masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Windi mengangkat kepalanya menatap pada Marvel. "Entahlah, aku belum mencobanya." Jawabnya seadanya.


Marvel menghembuskan nafas di udara lalu menjatuhkan bokongnya di atas sofa yang bersebelahan dengan Windi. "Sayang..." Marvel meraih sebelah tangan Windi dan menggenggamnya. "Kau harus ingat jika saat ini semua orang telah mengetahui siapa jati dirimu di perusahaan ini. Kau adalah istriku dan semua karyawanku harus baik kepadamu. Jika kau masih merasa ragu aku harap segera buang jauh-jauh keraguanmu itu." Ucap Marvel lembut.


"Ya. Aku akan mengusahakannya." Jawab Windi seraya tersenyum.


Marvel pun turut tersenyum mendengarnya. Untuk saat ini ia masih bisa menerima istrinya yang masih canggung bila datang ke perusahaannya. Namun tidak untuk esok hari. Marvel tidak ingin lagi Windi merasa canggung untuk datang ke perusahaan miliknya.


"Oh ya, ada hal penting yang ingin aku tanyakan kepadamu." Ucap Windi setelah mengingat seseorang yang tadi ia lihat di dalam aula.


"Apakah kau tahu jika teman baru yang aku ceritakan padamu kemarin bekerja di perusahaan ini? Tadi aku sempat bertemu dengannya di lobby dan melihatnya saat berada di aula."


"Teman barumu?" Ulang Marvel.

__ADS_1


"Ya. Teman baruku yang bernama Jasmin." Jawab Windi.


Deg


Marvel terkesiap mendengar perkataan istrinya. Ia sampai tak dapat berkata-kata karena apa yang dipikirkannya kemarin benar terjadi. Jadi benar jika Jasmin yang diceritakan Windi kemarin adalah Jasmin mantan kekasihku? Tanya Marvel hanya dalam hati.


"Apa kau tahu dengannya? Aku rasa kau mengenalnya karena dia bekerja di perusahaan ini." Lanjut Windi kemudian.


"Ada beberapa orang wanita di perusahaan ini yang bernama Jasmin. Aku tidak tahu Jasmin yang mana yang kau maksud saat ini." Ucap Marvel berusaha untuk tetap tenang.


"Tunggu sebentar." Windi nampak mengeluarkan ponselnya lalu mencari nama kontak Jasmin. "Ini. Apa kau mengenalnya?" Tanya Windi sambil memperlihatkan foto Jasmin pada Marvel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2