
Suasana di depan ruangan operasi siang itu nampak tegang menanti Jasmin yang sedang dioperasi. Windi, Jhoni dan seorang pengawal wanita yang ditugaskan Jhoni menjaga Jasmin nampak menunggu proses operasi dengan harap-harap cemas.
Sejak Jasmin masuk ke dalam ruangan operasi Windi tak henti memanjatkan doa untuk kelancaran operasi dan kesembuhan Jasmin. Bulir air mata nampak berjatuhan di kedua pipi Windi saat bayangan Arthur memanggil nama Mommy terlintas di benaknya.
"Jasmin... ku mohon bertahanlah." Gumam Windi sambil mengusap pelan wajahnya.
Hingga dua jam berlalu, Windi masih setia menunggu di depan ruangan operasi tanpa memperdulikan perutnya yang sejak tadi meminta diisi. Ia bahkan tak mengiyakan ucapan Jhoni yang memintanya untuk makan siang lebih dulu karena saat ini Windi sudah melewatkan jam makan siangnya.
Bukannya tak ingin mengisi perutnya yang kosong. Hanya saja Windi ingin memastikan operasi Windi berjalan dengan lancar dan keadaan Jasmin baik-baik saja.
Karena sudah hampir kehilangan akal meminta Windi untuk makan siang, Jhoni pun berinisiatif meminta Marvel untuk datang ke rumah sakit mengajak Windi untuk pergi makan siang.
Dan tak berselang lama Marvel sudah berada di rumah sakit dan meminta Windi untuk ikut dengannya. Awalnya Windi menolak, namun setelah mendapatkan tatapan datar dari Marvel akhirnya ia mengiyakannya.
"Kabari aku jika operasinya sudah selesai." Pinta Windi pada Jhoni.
__ADS_1
"Baik, Nona." Jawab Jhoni.
Marvel pun menggenggam tangan Windi dan membawanya pergi dari depan ruangan operasi.
"Aku tahu kau sangat mengkhawatirkannya. Namun kau harus mengingat kesehatanmu juga." Ucap Marvel datar.
Windi mengangguk tanpa bersuara. Saat ini ia tahu Marvel tengah marah padanya setelah mendengar nada suara Marvel yang terdengar tidak bersahabat.
Maafkan aku Mas. Tapi aku hanya ingin memastikan operasi Jasmin berjalan dengan lancar. Ucap Windi namun hanya dalam hati.
Setelah mereka berada di salah satu resto yang berada cukup dekat dengan rumah sakit dan mulai menyantap makan siang bersama, pemikiran Windi masih saja tertuju pada Jasmin yang saat ini sedang dioperasi. Apa lagi Windi dapat menebak jika sebentar lagi operasi Jasmin akan selesai setelah melihat waktu sudah hampir menunjukkan tiga jam setelah Jasmin mulai dioperasi.
"Aku menyukainya." Balas Windi lalu kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Marvel hanya bisa menghela nafas melihat sikap istrinya saat ini. Marvel pun segera menghabiskan makan siangnya dan menatap Windi yang masih menyantap makan siangnya.
__ADS_1
Jangan menatapku seperti itu. Ucap Windi dalam hati merasa gugup ditatap seperti itu oleh Marvel.
Lima belas menit berlalu, Windi telah selesai menghabiskan makan siangnya dan sudah bersiap untuk kembali ke rumah sakit.
"Apa Mas ingin kembali ke perusahaan sekarang juga?" Tanya Windi setelah berada di depan rumah sakit.
"Tidak. Aku akan bersamamu di sini." Jawab Marvel yang telah memutuskan untuk tidak kembali ke perusahaannya.
Windi mengangguk saja lalu melangkah menuju ruangan operasi berada. Saat telah berada dekat dengan ruangan operasi, Windi mempercepat langkahnya saat melihat dokter telah keluar dari dalam ruangan operasi dan tengah berbicara dengan Jhoni.
"Dokter, bagaimana operasinya?" Tanya Windi dengan cepat tanpa memperdulikan wajah layu dokter yang telah mengoperasi Jasmin.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.