
"Arthur." Ucap Jhoni sambil menatap anak laki-laki itu.
"Mommy sudah pulang?" Tanya Arthur sambil memeluk kaki Jasmin.
Jasmin tersenyum mendengar pertanyaan putranya. "Emh, ya. Mom baru saja pulang. Kenapa kau ada di sin, Arthur?" Tanya Jasmin.
"Aku berada di sini karena aku baru saja bermain ke taman bersama Bibi, Mom." Jawab Arthur lalu menatap pengasuhnya yang nampak tersenyum padanya.
"Oh begitu. Apa kau senang bermain bersama Bibi, hem?" Sebelah tangan Jasmin terulur mengusap rambut putranya.
"Tentu saja, Mom. Tapi aku akan merasa lebih senang jika Mom yang mengajakku bermain." Ucap Arthur dengan wajah polosnya.
Jasmin dibuat tertegun mendengar permintaan putranya yang terdengar sangat menyentuh hatinya. Sejak putranya itu lahir ia memang jarang memiliki waktu bersama putranya karena terlalu fokus bekerja untuk membiayai kehidupan mereka.
__ADS_1
Tidak ingin larut dalam pemikirannya saat ini, Jasmin pun memilih mengajak Arthur untuk masuk ke dalam gedung apartemen bersama pengasuhnya. Sementara Jhoni yang sejak tadi terus menatap pergerakan mereka nampak menghidupkan mesin mobilnya setelah melihat kepergian Jasmin dan putranya.
"Anak itu sangat mirip dengan Daddynya. Namun sayang Daddynya tidak menginginkan kehadirannya." Gumam Jhoni lalu melajukan mobilnya meninggalkan gedung apartemen Jasmin.
Sementara di mobil dan tempat yang berbeda, Marvel terlihat termenung di dalam mobilnya mengingat kembali perkataan Daniel sambil menunggu rambu lalu lintas berubah warna.
"Apa maksud ucapan Daniel tadi, kenapa aku merasa ada sesuatu yang tengah disembunyikannya saat ini dariku. Tapi apa itu? Apa itu tentang wanita itu atau..." Marvel tak melanjutkan ucapannya dan memilih untuk tak lagi mengingat percakapannya dengan Daniel dan Kevin saat berada di perusahaannya tadi.
Usaha Marvel yang berniat melupakan percakapan di antara mereka berakhir sia-sia karena pada akhirnya Marvel tetap dibuat kepikiran hingga akhirnya memilih singgah lebih dulu ke apartemen Dio sebelum kembali ke rumahnya.
Marvel menghembuskan nafas kasar di udara. "Aku hanya merasa jika ada suatu hal yang sedang disembunyikan Daniel saat ini dariku namun aku tidak tahu apa itu." Jawab Marvel.
"Sudahlah, tidak perlu memikirkannya. Jika kau benar-benar merasa penasaran kau bisa bertanya langsung pada Daniel." Saran Dio.
__ADS_1
Marvel mengangguk mengiyakannya namun tidak dengan pemikirannya yang masih tertuju pada sosok masa lalunya.
"Marvel... Marvel." Lidah Dio berdecak melihat sikap sahabatnya saat ini. "Sudahlah tidak perlu memikirkannya. Dia sudah mengkhianatimu dengan berselingkuh dengan pria lain. Dan saat ini kau jangan sampai terjerat kembali dengan dirinya hanya karena ia kembali bahkan kini bekerja di perusahaanmu. Kau harus ingat jika saat ini kau sudah menikah dan Windi adalah prioritasmu." Tekan Dio.
"Ya, aku tahu itu dan kau tidak perlu menasehatiku. Lagi pula aku tidak memikirkannya seperti apa yang kau katakan. Aku tidak akan mau mengingat wanita yang sudah berselingkuh di belakangku bahkan sampai mengandung anak dari pria lain." Balas Marvel.
"Syukurlah kalau begitu. Aku tidak akan membiarkanmu kembali mengingatnya karena saat ini kau sudah bersama dengan Windi. Dan kau harus selalu mengingat wajah anak yang dilahirkan Jasmin sangat mirip dengan ayah kandungnya."
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.