
"Mas..." Windi mencoba memanggil-manggil suaminya namun suaranya terbuang sia-sia begitu saja. Windi mencoba mengejar langkah Marvel namun Marvel begitu cepat melangkah meninggalkannya.
"Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat marah padaku?" Gumam Windi bertanya-tanya dengan sikap suaminya saat ini. Windi pun mencoba berpikiran positif jika saat ini Marvel tengah ada urusan penting hingga meninggalkannya begitu saja. Walau berusaha berpemikiran positif namun tetap saja tak berhasil membuat hati Windi tenang.
"Arthur..." Windi teringat dengan sosok kecil yang kini sedang berada di dalam kamar tamu seorang diri. Ia segera melangkah menuruni anak tangga hingga akhirnya tiba di kamar Arthur. Dilihatnya ke atas ranjang dimana Arthur tengah berbaring membelakangainya.
"Arthur..." panggil Windi sambil melangkah mendekat pada Arthur. "Kau menangis, Sayang?" Windi begitu terkejut melihat Arthur yang tengah menangis dalam diam.
"Tante... apa Mom akan sembuh? Arthur takut kehilangan Mom." Tanya Arthur sambil menangis.
Deg
Windi tertegun mendengarnya. Ia tidak menyangka jika anak sekecil Arthur kini tengah mencemaskan keadaan orang tuanya.
"Percayalah jika Mommy akan sembuh dan segera kembali bersama Arthur." Jawab Windi sambil mengusap rambut Arthur.
"Mommy..." suara tangisan Arthur mulai terdengar diikuti isakan kecil keluar dari mulut mungilnya.
Windi hanya bisa menenangkan Arthur dengan mengatakan jika semua akan baik-baik saja. Rasanya ia sudah tidak bisa menenangkan Arthur dengan cara berbohong karena Arthur sendiri sudah dapat merasakan apa yang terjadi saat ini.
Kebimbangan kini Windi rasakan. Antara harus menjaga Arthur atau mencari tahu keberadaan suaminya yang entah dimana rimbanya saat ini.
__ADS_1
*
Marvel terlihat tengah berada di apartemen milik Dio sambil menghisap sebatang rokok di tangannya. Dio yang menangkap ada yang tidak beres dengan sahabatnya sejak datang ke apartemennya pun menghampiri Marvel di balkon setelah mengambil minuman dingin di dalam kulkas.
"Ada apa? Kau terlihat tidak baik-baik saja." Tanya Dio sambil menjatuhkan bokongnya di sebelah Marvel.
Marvel tak menjawab pertanyaan Dio. Ia bahkan menatap ke arah lain seakan mengabaikan Dio yang tengah bertanya padanya.
"Hei, aku sedang berbicara denganmu!" Karena kesal Dio sampai memukul lengan Marvel.
Marvel menatap tajam pada sahabatnya itu sambil mengusap lengannya yang terasa sakit.
"Aku telah mengetahui semuanya." Ucap Marvel.
"Mengetahui apa?" Tanya Dio dengan kening mengkerut.
"Mengetahui alasan dia menduakanku dulu." Jawab Marvel.
"Dia?" Dio nampak bingung. Setelah beberapa saat mencerna maksud ucapan Marvel, akhirnya Dio paham kemana arah pembicaraan Marvel saat ini.
"Maksudmu Jasmin?" Tanyanya.
__ADS_1
Marvel mengangguk. "Tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Windi dan Jhoni di taman samping rumahku." Ucap Marvel lalu menjelaskan apa yang ia dengar pada Dio.
Dio pun mendengarkan apa yang Marvel sampaikan dengan wajah terkejut karena tidak menyangka atas apa yang terjadi selama ini pada Jasmin.
"Jadi Arthur bukanlah anak di luar nikah melainkan anak dari hasil pernikahan Jasmin dan suaminya?" Tanya Dio.
"Seperti yang kau dengar." Jawab Marvel merasa malas menjelaskan apa yang terjadi lagi.
Dio mengangguk paham. Ia mengeluarkan sebatang rokok dari kotak rokok milik Marvel lalu membakar ujungnya.
"Lalu apa kau merasa menyesal telah menuduhnya yang bukan-bukan waktu itu?" Tanya Dio sambil menghisap sebatang rokok di tangannya.
Marvel pun kembali diam seakan sulit menjawab pertanyaan Dio.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Marvel dan Windi update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Kita Harus Menikah!, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1