
beberapa saat yang lalu pesta pertunangan antara diki dan enji pun selesao.
keluarga abraham pun kembali ke kediaman mereka dengan menggunakan dua mobil.kanaya nampak kesal setelahvpertemuannya dengan radit.
sedangkan radit sejak pulang dari pesta pertunangan diki dan enji,tampak diam saja tidak ada sepatahkatapun yang keluar dari mulutnya,membuat mama hana bingung.
melihat sang putra yang tampak diam saja membuat mama hana memanggil sang suami.
pa,papa?panggil mama hana
ada apa ma,coba papa perhatikan sejak pulang radit hanya diam saja,bukannya sudah bisa radit seperti itu ma.
Apa mungkin karna melihat manik mata yang sama dengan wilda,"batin mama hana".
pa,papa lihat tidak anak gadis tuan bram itu memiliki manik matany??",memangnya manik mata anak bram itu ma??
memangnya papa tidak menyadari manikmata anak tuan bram sama dengan manik mata almarhum wilda??
__ADS_1
mama hana menghembuskan nafas kasar.ya udah ma kita istirahat besok kita kembali ke jakarta,bukankah kita sudah biasa melihat radit seperti itu.
jangan terlalu banyak memikirkan tentang itu lagi ma, nanti mama sakit,ucap papa hari dan menuntun mama hana masuk ke kamar yang berada di apartemen milik radit.
Sedangkan radit masih termenung dibalkon,memandang jauh gelapnya malam dengan napas berat iya bermonolong "mengapa setiap kali menatap mata milik gadis itu aku merasa seperti melihat wilda.
perasaan aneh itupun muncul ketika melihat gadis itu,mata itu,ya radit ingat waktu iya sering menjemput wilda pulang kerja kariyawan di cafe itu selalu bilang mata mbak wilda mirip dengan adik bosnya.lama radit termenung,mengenang almarhum istrinya,bayangan demi bayangan mulai iya berpacaran dan menikah hidup bersama sang pujaan hati serta malam kelam dimana iya harus kehilangan calon anak serta istrinya sesat radit memejamkan mata dan buliran kristal itupun lurih membasahi pipinya.
setelah merasa tenang Radit melihat jam di pergelangan tangannya,menunjukkan pukul satu dini hari,radit masuk kekamar tak lupa iya membersihkan dirinya sebelum tidur.
*******
Pagi mama,abang"ucap kanaya"
pagi sayang"ucap mama lita"
dika yang keluar dari toilet yang berada di ruangn kerja sang mama,menghampiri adik serta kembarannya,kamu nyusul dek?ucap dika
__ADS_1
kanaya menoleh dan tersenyum sembari menjawab iya bang,lagipula urusan di cafe sudah ada yang ngehendel jadi naya bisa berangkat siang.
kok tumben bang diki dan bang dika ikut mama ke resto??"mama lita menjawab"kedua abang mu mau mencari cincin untuk kekasih mereka,dan janjian bertemu di sini.
ooh....gitu!!
ya udah ya ma,bang,naya berangkat ke cafe takutnya kena macet,dada mama,da bang.
kanayapun berlalu pergi meninggalkan resto,tiga puluh menit akhirnya kanaya sampai dipelataran cafe,kanaya keluar dari mobil dan berjalan memasuki ruanganmiliknya,pagi itu para kariawan sudah berkumpul untuk mengadakan miting.
Di tempat lain radit baru saja mengantar kedua orang tuanya ke bandara untuk kembali kejakarta.setelah selesai mengantar ke bandara,radit melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
setibanya dirumah sakit radit sudah disibukkan dengan pasien di IGD,setelah selesai mengurus pasiennya radit kembali keruangan prakteknya.Rait menyelesaikan berkas berkas yang ada di meja kerjanya.tak terasa haripun sudah mulai sore mataharipun sudah mau kembali keperaduannya,radit keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobil.
Kruk....krukkk..
suara perut radit yang menandakan harus di berimakan,akhirnya radit menepikan mobilnya di resto milik orangtua kanaya yang berada di dekat alun alun kota.
__ADS_1
radit masuk ke resto dan duduk dibangku kosong dan meja yang berdekatan dengan kolam ikan koi,ya kolam ikan koi itu adalah tempat faforit kanaya ketika berada di resto.