Terjerat Bayang Masalalu

Terjerat Bayang Masalalu
bab 20


__ADS_3

Acarapun selesai dengan kesepakatan bulan depan kanaya dan radit akan bertunangan,meski kedunya menolak perjodohan itu.


kanaya yang sejak tadi menundukan kepalanya,mengangkat kepalanya takkala kefua orang tua radit dan papa bram mengatakan juka bulan depan radit dan kanaya bertunangan.


Bagaimana tuan bram?tanya papa hari


saya setuju dengan perjodohan ini,dan saya ingin bulan depan kita adakan acara pertunangan keduanya sebelum Dika dan aqila kembali ke singapur"ucap papa bram".


Baiklah tuan bram saya setuju,karna anak saya dan menantu saya masih berlibur di sini sebelum mereka pulang mereka ingin melihat radit dan kanaya bertunangan.


radit dan kanaya hanya bisa diam sambil menahan amarahnya.


setibanya di apartemen radit meluapkan amarahnya kepada kedua orang tuanya.


ma,pa,apaapaan ini semua papa dan mama tidak bertanya dahulu kepadaku,apakah aku mau dijodohkan dan bertunanga dengan gadis ceroboh seperti kanaya"ucap radit"

__ADS_1


Dit,mama mohon sayang terimalah perjodohan ini nak,mama hanya ingin melihat mu bahagia sebelym mama mati"ucap mama hana dengan air mata yang membasahi pipi wanita paruh baya itu".


ma ,radit mohon ma jangan memaksa radit untuk satu hal ini ma,mama boleh meminta apa saja bahkan nyawa radit sekalipun radit akan berikan tapi radit mohon mama jangan memaksa radit menerima pertunangan ini ma.


papa hari memang tak mendekati sang istri yang berdebat dengan radit diruangan kerja di apartemen radit,karna hilya melarang sang papa untuk ikut bersama mama hana.


setelah berulang kali radit memohon,namun berulang kali mama hana menentang permintaan sang putra.


pokoknya mama ingin kamu bertunangan dengan kanaya,perdebatan itu membuat sang mama pingsan.


Radit yang melihat sang mama terjatuh di atas sofa berteriak""mama"'


mama,kenapa dit?tanya hilya bersamaan papa hari dan farhan.mama pingsan pa.


Radit langsung membopong tubuh sang mama,membawanya ke kamar yang terletak di sidut lantai dua apartemen .iya bergegas memeriksa keadaan sang mama.setelah memasangkan selang infus serta memberikan obat kepada mama hana,radit duduk di samping sang mama mengenggam tangan mama hana,iya sangat menyesal karna perdebatan antara iya dan mama hana membuat sang mama sakit.

__ADS_1


papa istirahat ssja biar radit yang jagain mama,kakak dan mas farhan juga istirahat,ini sudah larut malam,ketiganyapun keluar dari kamar memasuki kamar di lantai satu.


radit memandang wajah sangmama,terlihat bekas air mata dipipi wanita paruh baya itu.


radit masih mengingat permintaan sang mama.iya bingung harus bagai mana di satu sisi iya tidak ingin melihat sang mama sedih dan menangis.Namu radit juga masih sangat mencintai wilda,meski saat melihat manik mata hazel milik kanaya iya seperti melihat wilda,namun hati radit menolak .radit membuang napas kasarnya sambil mebgusar rambutnya.


Ditempat lain kanaya yang sedari tadi menahan airmatanya,iya tangsanggup lagi menahan sesak didadanya bahkan airmatanya jatuh begitu saja.kanaya gak mau bertungan dengan anak kawan papa"ucap kanaya"


"Tidak"


Tidak ada kata penolakan untuk ini ,ucap papa bram,kamu harus menerima pertunangan ini kanaya hanya bisa menangis.


pa ,kanaya masih ingin fokus kerja kanaya ingin.cukup kananya"ucap papa bram"dengan nada keras.


kanaya gak mau pa

__ADS_1


ucap kanaya,kanaya tidak mau pa,ma bertunangan secepat ini.berulang kali kanaya memohon.


mama lita yang melihat putrinya menangis,mendekati sang putri,sembari berucap"nay radit orang yang baik sayang,terima saja perjodohan ini,mama tidak ingin kamu berdebat dengan papamu


__ADS_2