
kanaya menatap laki laki yang kini menjadi suaminya itu,karna radit sedang fokus mengemudi iya tidak menyadari jika istrinya sedang menatapnya dengan intens.saat radit menoleh kearah kanaya,"kanaya cepat cepat mengalihkan pandangannya.
suasana di dalam mobil sangatlah hening,tidak ads yangvmemulai bicara,sampai mereka tiba di besmen apartemen tempat radit tinggal.
radit keluar dan membuka bagasi,kanayapun keluar dari mobil mengikuti radit yang mengambil koper miliknya.
udah biar saya yang bawa"ucap radit"
Kanaya mengangukkan kepalanya mengiyakan ucapan radit.kanaya mengikuti radit masuk lif menuju unit apartemen milik radit.setelah sampai di depan pintu apartemen miliknya radit langsung memencet pin untuk membuka pintu.
pintupun terbuka radit dan kanaya langsung masuk,sedangkan radit langsung membawa koper milik kanaya ke kamar dilantai dua yang bersebelahan dengan kamarnya.
sesampainya di lantai dua ,radit menunjuk kamar yang ada disebelahnya,ini kamar kamu,tunjuk radit.untuk saat ini kita tidur terpisah sampai saya benar benar bisa menerima pernikahan ini,"ucap radit penuh penekanan".
kanaya yang mendengar perkataan radit,serasa tertusuk belati,iya menahan sesak didadanya.matanya sudang mengembun,hampir saja airmatanya jatuh,kanaya buru buru masuk kedalam kamar muliknya setelah radit meletakkan barang barang milik kanaya dan pergi meninggalkan kanaya.
kanaya yang sudah tidak tahan dengan sesak di dadanya langsung menumpahkan tangisnya di atas ranjang ukuran big size."kenapa tuhan kenapa aku harus hidup bersama laki laki seperti dia,apa aku sanggup membuka hati untuknya.kanaya terus saja bermonolog dan disertai isak tangisnya.sampai iya tertidur.
saat kanaya turun ke lantai bawah,iya tertegun melihat radit berada di dapur sibuk dengan alat masak dan bahan masakan.
__ADS_1
kamu udah bangun?tanya radit
iya"maaf seharusnya dokter tidak perlu memasak,karna sekarang itu menjadi tugas saya"ucap kanaya".
saya sudah terbiasa melakukannya sendiri,ucap radit dengan ketus.kanaya hanya diam saja berusaha sabar dengan suaminya yang begitu dingin dan datar.
dokter duduk saja biar saya yang menyelesaikan semuanya "ucap kanaya"
raditpun menuruti keinginan kanaya ,iya meninggalkan dapur dan menarik kursi iya mendaratkan bokongnya di depan meja makan.kanaya sudah menyiapkan masakan di meja,iya juga mengambilkan nasi untuk radit beswrta lauk pauknya.
sudah cukup jangan terlalu banyak,kamu mau bikin saya obesitas...."mendengar ucapan radit kanaya tersulut emosi.
radit yang tersentak dan menyadari ucapannya pada kanaya begitu kasar.menghela nafasnya secara kasar.iyapun tidak lagi berselerah untuk makan dan pergi keperpustakaan yang berada di sebelah ruang tamu.
sejak siang tadi kanaya tidak turun kebawah,iya hanya di dalam kamar,meski sebenarnya iya merasa sangat lapar.
sementara radit yang sejak tadi hanya duduk di kursi yang ada diruangan itu,sambil memijit pangkal hidungnya yang terasa pusing.
sampai malam hari radit tidak melihat kanaya turun dan makan .iya merasa bersalah pada istrinya,karna membuatnya bersedih.
__ADS_1
raditpun mengambil makanan dan satu gelas air putih yang iya letakkan dinampan ,dan membawanya kekamar kanaya,sesampainya iya di depan pintu kamar kanaya iya mengetuk pintu kamar kanaya.
tok...tokkk
nay,naya buka pintunya nay, kamu dari tadi siang kamu gak makan,nanti kamu sakit.
maaf jika perkataan saya membuat kamu tersinggung,saya mhon kamu buka pintunya,saya sudah bawakan makanan buat kamu,saya tidak mau kamu sakit,karna jika kamu sakit orang tuamu akan marah.
lama radit berdiri,berusaha membujuk kanaya untuk membuka pintu,namun yang di tunggu tunggu tidak membuka pintu.radit yang merasa khawatir takut terjadi sesuatu terhadap kanaya.
radit menaruk nampan di atas meja dekat pintu kamar kanaya,iya membuka laci untuk mengambil kunci serep,tidak butuh waktu lama pintupun terbuka,radit melihat kanaya menutup tubuhnya dengan selimut hinggakepalanya.
radit berjalan mendekati ranjang iya mendengar suara kanaya menggigil.radit langsung menyibak selimut dan memegang kening kanaya dengan pungung tangannya "panas sekali ,radit mengambil teleskop dan termometer untuk mengukur suhu badan kanaya,setelah melihat suhu badan kanaya yang cukup tinggi ,radit mengompresnya dan memasang selang infus.
satumalam radit menemani kanaya ,dan mengompresnya,hingga pukul tiga dini hari ,kanaya yang sudah sadar,serta panas badannya yang sudah turun.
kanaya mengerjabkan matanya ,iya melihat radit tidur di sofa singel yang iya bawa didekat ranjang."kanaya bertanya tanya mengapa radit bisa masuk ke kamarnya "
samar samar radit mendengar suara kanaya yang berjalan ke kamar mandi,dengan infus yang terpasang di lengan kirinya yang membuatnya kesusahan.
__ADS_1
raditpun menghampiri kanaya dan memegang infus.tidak perlu dokter saya bisa sendiri "ucap kanaya.