Terjerat Bayang Masalalu

Terjerat Bayang Masalalu
bab 35


__ADS_3

Ayo kita turun papa dan mama menunggu mu.!!


kanaya pun berjalan mengekor di belakang radit.


"kanaya yang sudah turun dan duduk bersebelahan dengan radit.tak lupa kanaya menyalami kedua mertuanya"


kanaya merasa tidak enak hati,karna ini adalah kali pertama iya berkunjung ke rumah mertuanya,tapi iya justru tertidur.


"Maaf ma ,pa" naya ketiduran.


Mama hana tersenyum mendengar ucapan kanaya,gak papa sayang,mama ngerti kamu capek.


ayok,ikut mama nyiapin makan siang .

__ADS_1


Setelah makan siang mereka semua berkumpul di ruang keluarga ,mama dan papa sengaja nyuruh kalian berdua ke jakarta,untuk memberikan hadiah buat kalian berdua.


Mama hana dan papa hari menyodorkan dua tiket ke singapura,ya tiket bulan madu ya mesti ini terlamabat karna papa dan mama lihat kalian berdua sudah mulai membuka hati.


Radit mengambil tiket yang diberikan kedua orang tuanya.sedangkan kanaya menemani mama mertuanya di taman samping sambil memperlihatkan album masa kecil radit dan kakak radit.ma,ini foto mas radit ?"iya sayang itu foto suamimu waktu iya berumur empat tahun".


Kanaya terus membuka lembar demi lembar album dan di lembar terakhir,kanaya melihat foto semasa sma radit bersama seorang gadis bermata hazel yang tidak lain adalah windi almarhum istri radit.mama mertuanya yang melihat kanaya memandangi foto radit bersama wilda.


Mama senang bisa melihat senyum radit meski sikap dinginnya masih sangat terlihat.radit dulu tidak seperti yang kita lihat sekarang sayang,iya orang yang begitu hangat kepada keluarga,tapi setelah kepergian wilda dan calon anaknya radit berubah dingin dan menjauh dari keluarga lima tahun kami semua tidak pernah melihat radit tersenyum dan tertawa,mama berharap kamu bisa mengembalikan senyum diwajah radit sayang.


Setelah selesai berbincang di taman kanaya menuju kamar radit,dilihatnya suaminya berbaring diatas tempat tidur dengan mata tertutup.kanaya hanya memandangi wajah tampan radit.


"ganteng sih pastidur ,tapi kalo udah datang juteknya kayak macan"kanaya mengambil ponselnya dan berkirim pesan dengan kakak iparnya sekaligus sahabatnya.

__ADS_1


Beneran nich adek ipar aku yang cantik ada di jakarta?


Iya mbak ku yang heboh,"main lah kesini kak diki lagi gak sibuk nay,ucap enji.


Iya nanti aku mintak izin sama mas radit.kanayapun meng akhiri percakapannya.


radit masih dengan nyamannya memejamkan matanya sambil bersandar dipinggiran ranjang.buakan iya tak tahu bahwa istrinya sudah berada didalam kamar.setelah selesai membasuh muka kanaya duduk di sofa yang ada dikamar,dipandangnya wajah radit ,namun hati kanaya masih menyimpan satu nama laki laki yang sampai detik ini tidak bisa iya lupakan terlebih setelah tahu bahwa laki laki itu pernah datang ke panti tenpat iya selalu berbagi dengan anak anak penghuni panti.


"Rizky kenapa riz kamu gk pernah nemuin aku,kenapa tega kamu riz ,tuhan aku hanya ingin melihat laki laki yang selama tujuh tahun sudah mempatri hatiku,bahkan untuk memberi ruang untuk dia yang telah sah menjadi suamiku saja sangat sulit.apa aku bisa "tuhan"di sisi lain aku sudah berjanji kepada seorang ibu yang ingin sekali melihat tawa dan senyum lepas dari putranya,apa aku bisa.kanaya terus bermonolog dalam hati,tanpa iya sadari radit sudah duduk di bawah sofa tempat iya berada",nay tolong pijatkan kepalaku"kanaya yang kaget mendengar suara radit yang sudah ada di bawahnya.


"deg"


Netra keduanya bertemu,dan radit merasa bahwa yg ada dihadapannya bukanlah kanaya melainkan wida.

__ADS_1


__ADS_2