
Radit tidak sanggup bila melihat sang mama menangi,terlebih setelah iya mendengar cerita sahabatnya jika sang mama kerap menangis sast mengatakan tidak ingin mencari pengganti istrinya.
setelah perdebatan panjang dan membuat suasana menjadi dingin,seluruh keluarga radit berangkat kerestoran tempat jamuan makan malam.tigapuluh menit waktu untuk perjalanan mereka sampai di restoran, mereka semua masuk kedalam,beberapa orang pelayan sudah menyambut dan mengantarkan keluarga besar Hari ke ruangan VIP.
Setibanya di depan ruangan mereka semua langsung masuk,tampak papa bram langsung berjabat tangan dengan papa hari.
"selamat datang tuan Hari"
silahkan duduk"ucap papa bram
Papa hari menganggukan kepala sembari duduk di ikuti dengan seluruh orang yang berada disitu.tak berapa lama makanan yang sudah di pesan pun datangi.
Radit ayang masih merasa kesal dengan papa hari,hanya mengaduk makanan,sama halnya dengan kanaya yang nampak kesal karna iya tidak menyangka akan duduk berhadapan dengan Radit .
"kenapa juga harus bertemu dengan kulkas duabelas pintu lagi"batin kanaya
__ADS_1
begitupun radit memasang muka dingin iya membuang nafasnya dengan kasar,iya semakin tidak berselera untuk makan,namun iya juga tidak ingin jika kedua orang tuanya malu di hadapan rekan bisnisnya.
"kok cuman di aduk trus nak"ucap mama lita,kanaya tersenyum kikuk,karna apa yang iya lakukan tidak luput dari perhatian para orangtua .
Mama lita hanya menggelengkan kepalanya.mau tidak mau kanaya menyuapkan makanan kemulutnya dengan terpaksa.mereka semua sudah menyelesaikan makan malam,dan sekarang mereka semua duduk bersantai sebelum membahas tentang rencana perjodohan.
"lihatlah jeng lita,mereka berdua sangat serasi bukan??ucap mama hana.iya saya sangat setuju jika radit menjadi suami kanaya"ucap mama lita"sama jeng saya berharap kanaya menjadi menantu saya,kanaya sangat cantik pintar dan mandiri saya tidak sabar melihat radit dan kanaya .kedua wanita paruh baya itu sibuk dengan impiannya melihat sang putra dan putri mereka .
sedangkan papa hari dan papa bram serta kakak ipar radit dan dika mereka membicarakanl bisnis sedangkan radit dan diki mereka berbicara masalalu dan kegiatan masing masing dari mereka, radit tidak merasa canggung karna iya dan diki sudah saling kenal sejak zaman iya kuliah karna almarhum istri radit bekerja dengan diki.
Di sofa lain yang berada disudut ruangan tersebut nampak kanaya duduk di temani enji dan aqila bersebelahan.
elo kesel sama tu dokter?
jangan benci entar cinta"ucap enji.
__ADS_1
aqila hanya diam saja iya hanya tersenyum melihat keduanya.ih istri bang diki nyebelin,aqila hanya mengelengkan kepalanya sembari tersenyum mendengar enji menggoda kanaya berulang kali.
"kanaya mengerucutkan bibirnya,apaan sih mbak "ucap kanaya"memasang muka kesalnya.
Namun beberapa saat kemudian iya harus memasang muka manis takkala kakak radit menghampirinya bersama sang putra,hallo anty?ucap maxim
hai siapa namamu boy,?''ucap kanaya
Namaku maxim unty?hai kanaya ucap hilya.
mereka berempat bercerita diselingi gelak tawa takkala maxim mengucapkan kata kata dengan berbahasa indonesia yang tak paseh,maklum kakak radit tinggal di australi dan maxim yang lahir disana sehari hari menggunakan bahasa astrali dan bahasa inggris.
setelah perbincangan bisnis antara peria dan candaan para wanita ,mereka semua berkumpul di sofa yang berada di ruangan itu.
Begini tuan bram saya setuju jika kanaya dan radit kita jodohkan,dan sebelum anda menerima radit sebagai jodoh putri anda kanaya,saya ingin anda tahu bahwa radit sudah pernah menikah,namun istri dan calon anak radit meninggal dunia akibat kecelakaan .
__ADS_1
Radit yang sudah mengerti bahwa acara makan dengan rwkan bisnis sang papa bukanlah sekedar bisnis semata melainnkan adahal lain.radit memasang wajah datar bercampur amarah yang iya tahan.
Begitupun dengan kanaya yang merasa kaget dengan keputusan kedua orangtuanya,detak jantung kanaya begitu cepat serta rasa sesak didadanya menahan tangis,kanaya tidak menyangka iya akan dijodohkan dengan laki laki yang sangat iya benci.kanaya hanya menundukkan wajah kelantai sembari menahan tangisnya.