
Radit melihat kearah hilya yang sedang bersenda gurau bersama maxim.
"Wil andai kamu masih ada bersama putri kecil kita pasti di sini ramai,aku kangen sama kamu sayang,kenapa kamu pergi secepat ini."batin radit, tanpa iya sadari mama hana duduk disebelahnya.
"Ditepuk pundak sang putra"dit.
radit ...radit
iya kaget ketika sang mama menepuk pundaknya,eh mama "ucap radit sambil tersenyum "kamu ingat wilda dan calon anakmu?"mama tahu dit kamu masih sedih ,mama juga sedih.
Radit sedih ma,kalau liat Maxim,andai saja wilda tidak kecelakaan anak Radit pasti sudah sebesar maxim.Dit"jangan larut dalam kesedihan sayang"ucap mama hana.
Sampai kapan kamu seperti ini !
mama pengen liat kamu menikah,memberikan mama cucu sebelum mama pergi dit.
__ADS_1
Radit yang mendengar kata"pergi"ma,kok mama ngomong gitu,radit gak mau mama ngomong kayak gitu lagi.
Di lihat wajah sang mama yang penuh dengan kesedihan membuat radit meneteskan air mata,takkala kata kata mama yang begitu menyayat hati.mama istirahat ya kita kedalam ,radit mengajak sang mama masuk ke vila,setelah itu raditpun berpamitan pada sang mama untuk pergi ke kamarnya.
Dikamar bernuansa klasik itu radit memejamkan mata sesak didada yang iya tahan sedari tadi tanpa aba aba cairan bening pun membasahi pipinya,radit memang tak pernah menangis di depan sang mama ketika iya sedih takkala mengingat sang istri yang telah tiada.
Suara dan wajah sang istri selalu saja tergiang ngiang di telinga dan mata Radit,iya berusaha mencoba untuk membuka hatinya memberi sedikit ruang untuk pengganti sang istri namun sulit baginya,radit sadar bahwa sang mama begitu sedih melihat iya seperti saat ini,iya juga tidak mampu untuk menolak permintaan sang mama,terlebih mendengar Angga yang menceritakan bahwa sang mama selalu menangis ketika mengingatnya betubaj dingin.
Setelah meluapkan rasa sesak dan sedihnya,raditpun tertidur dengan air msta yang mengering di pipinya.
******
setelah menempuh perjalanan kurang lebih satujam,ketiganya tiba di jogja,enji pun segera berpamitan untuk langsung pulang ke rumanya,sedangkan kanaya dan kedua orangtuanya pun kembali kerumah setelah mengantarkan enji.
Naya"iya ma,??
__ADS_1
bang diki kan gak mau ngurus cafe di sini,mama dah gak sanggup buat ngurus cafe itu,mama harap kamu bisa ngurus cafe yang ada didekat rumah sakit.
Naya ,coba dulu ya ma,papa senang nay jika kamu mau meneruskan usaha mama mu,setelah bang dika dan diki menikah papa pengen pensiun di dunia bisnis,begitupun mama"ucap kedua orang tua kanaya.
akhirnya setelah menempuh perjalana selama satujam kanaya sampai di halaman rumah tak lupa iya mendorong koper dan membawa tasnya ,sesampainya di dalam rumah kanaya langsung menaiki anak tangga setelah berpamitan pada sang mama dan papanya,untuk membersihkan diri.
kanaya membersihkan diri selama tiga puluh menit,setelah selesai kanaya keluar untuk mengambil air minum di dapur,tanpa di sengaja kanaya mendengar obrolan kedua orang tuanya.
"selama ini diki memang suka sama enji pa,sejak dia pulang liburan tiga tahun lalu saat anak papa itu iya menaruh hati pada sahabat kanaya.
Bulan depan diki berencana mengkitbah enji.menurut pap bagai mana?semuanya papa serahkan pada mama."
kanaya yang kaget pun tersedak minuman yang sedang iya minum,mendengar suara kanaya yang tersedak membuat mama lita menghampiri putrinya,"nay kamu gak papa sayang"kanaya memberihkan tumpahan air yang iya tumpahkan,ma"bener bang diki suka sama enji?jadi bulan depan bang diki mau meminang enji?pertanyaan beruntun itu membuat mama lita hanya bisa tersenyum menanggapi pertanyaan kanaya.
Kita duduk dulu nanti mama dan papa jelaskan soal niat abang mu yang ingin meng kitbah enji.Kanaya pun menurut mengikuti langkah mama lita dan duduk di ruang keluarga.
__ADS_1
Abangmu sudah sejak lama jatuh hati pada enji,iya juga sudah mencari tahu latar belakang keluarga enji serta apa saja yang enji suka atau tidak,kanaya hanya mengangukkan kepalanya dan kanaya pun baru sadar selama satu minggu ini diki sangat memperhatikan enji,apalagi saat di resto abangnya itu bisa tau jika enji tidak suka dengan daging sapi.
setelah mendengar penjelasan kedua orang tuanya kanaya pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat ,iya sangat senang karna sahabatnya itu akan menjadi kakak iparnya.